Posted by: zainahar69 | 18 February 2009

terbaru: perempuan dan imej sexy

IMEJ SEXY
“AMBIGU DALAM PUJIAN DAN PELECEHAN PEREMPUAN”
A. Pendahuluan
Dalam kehidupan bermasyarakat perempuan merupakan makhluk yang selalu dianggap sebagai ciptaan yang lemah, pemalu, penurut pada kemauan laki-laki. Mereka selalu dimanfaatkan dan dieksploitasi dalam kehidupan yang di dominasimoleh sistem yang dinamakan patriarki. Budaya patriarki, adalah budaya yang menganggap laki-laki adalah orang yang diutamakan dan perempuan hanyalah pengikut dari laki-laki. Pemanafaatan perepuan oleh laki-laki selalu disamarkan dengan julukan atau ungkapan pengabdian perempuan pada keluarga. Banyak diantara perempuan yang hanyutdalam kata-kata ini. Mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanfaatkan.
Disamping itu, masih banyak perempuan saat ini yang terlena dengan sanjungan-sanjunagan yang diungkapkan oleh laki-laki kepada mereka. Sanjungan-sanjungan yang diungkapkan laki-laki kepada perempuan banyak dianggap sebagai ungkapan yang jujur dari hati. Mereka tidak menyadari bahwa ada tujuan terselubung yang dilakukan oleh laki-laki pada perempuan. Diantara julukan yang diungkapkan adalah seperti; cewek manis, cantik, baik bahkan sexy. Julukan-julukan ini kebanyakan diungakapkan tanpa fikir panjang. Julukan ini sering di ungkapkn secara berulang-ulang yang menyebabkan perempuan yang masih belum tersadarkan, terlena dengan julukan ini.
Kulit putih, tubuh lansing, mata indah, tubuh tinggi semampai, hidung mancung, merupakan kriteria sexy yang di kategorikan oleh para laki-laki terhadap perempuan. Ungkapan ini selalu ditonjolkan disegala bidang. Baik dalam iklan-iklan produk, talkshow, pamflet dan beberapa lirik lagu yang telah berhasil memancing perhatian perempuan untuk benar-benar menjadi yang tesexy dan tercantik.
Hal ini banyak terjadi pada saat ini di kalangan masyarakat. Masih banyak perempuan yang terlena dengan julukan yang diumbar oleh laki-laki. Para perempuan yang belum tersdarkan ini kemudian hanyut terbawa arus sesuai keinginan laki-laki. Dan mereka bahkan berlomba-lomba untuk menjadi perempuan yang tercantik, termanis dan tersexy dihadapan para lelaki. Hal inilah yang akhirnya mengusik penulis untuk menulis artikel ini.
B. Pengertian sexy
Secara garis besar kata sexy dalam masyarkat saat ini telah menyalahi konteks yang sesungguhnya. Kata sexy yang sebenarnya tidak dipahami oleh para perempuan. Berikut contoh yang mendefinisikan arti dari imej sexy yang berkembang dalam masyarakat.
Imej sexy menurut kebanyakan laki-laki dalam masyarakat. Sebagai contoh beberapa laki-laki yang ditanyai menyatakan bahwa kriteria sexy yang diutamakan adalah pada penampilan fisik (Paha, Dada dan Muka). Dari semua laki-laki yang diwawancarai menyatakan penilaian mereka terhadap perempuan pada pandangan pertama adalah dada. Mereka menilai perempuan yang memiliki dada berukuran besar adalah wanita yang dapat di kategorikan terhadap sexy. Sexy menurut laki-laki ini adalah sesuatu yang menjadikan kita tertarik untuk melihat dan memberikan kepuasan tersendiri dalam memandangnya. Dalam kata lain disamarkan dengan mengganti makna sexy dengan indah. Persektif laki-laki terhadap perempuan inilah yang menunjukan bahwa laki-laki mendahulikan melihat perempuan melalui penampilan fisik dari pada keterampilan yang mereka miliki.
Menurut sebagian perempuan kata sexy adalah sebagai ungkapan pujian yang disampaikan pada mereka. Masih banyak diantara perempuan yang tersipu malu saat dikatakan bahwa penampilan mereka sexy. Mereka bahkan senang dikatakan sexy. Sementara mereka tidak menyadari apa arti sexy sebenarnya. Mereka hanya tahu sexy adalah penmapilan yang indah dan menawan dan tidak menyadari dan tidak mau mencari tahu apa itu julukan sexy. Namun, tidak berarti semua perempuan menerima julukan sexy. Bagi mereka yang telah mengetahui arti dan memahami julukan sexy akan merasa tersinggung jika imej sexy di sandingkan dengan mereka.
Jika kita analisa, sebanarnya banyak perempuan yang telah terpasung dalam konsep yang dibentuk oleh para laki-laki yang berbudaya patriarki. Perempuan ini akhirnya tidak sadar bahwa mereka telah di ekploitasi. Perempuan juga telah di kungkung denga julukan sexy yang selalu dipasangkan pada perempuan. Imej sexy yang diberikan dengan cara salah, yang pada akhirnya dapat menimbulkan ransanagn biologis pada laki-laki.
Kita harus menyadari bahwa kata sexy adalah, kata yang mengarah pada istilah dalam hubungan seksual. Sexy lebih dekat hubungannya dengan unsur-unsur untuk ransngan biologis. Seperti yang dinyatakan oleh yuniawan (2008) kata sexy dari arti gramatikal berarti sensual, menggairahkan menggiurkan, aduhai atau seronok. Dari arti diatas mungkin kata seronok akan sangat tepat dengan arti yang sebenarnya. Dengan demikian, sexy pada akhirnya akan dimakanai sebagi kata yang berbau vulgar, porno dan a-normal. Bahkan cenderung terkesan berbau asusila yang akan membawa perempuan untuk di eksploitasi.
C. Penyebab Eksploitasi Perempuan
Dalam kenyataan masih banyak perempuan yang masih belum mengerti pada arti sexy yang sebenarnya. Mereka telah terpaku hanya kata sexy adalah penampilan yang inda dan menrik. Namun bagi laki-laki sexy akan mengarah pada konteks negatif dan porno. Di Indonesia sendiri kata sexy ini telah menjadi kata yang cenderung negatif dan tidak bermoral. Jika hal ini terus berlanjut maka akan meransang fikiran kotor individu untuk memaknai segala ssesuatu dengan terlalu negatif.
Dari julukan sexy ini juga mencerminkan dominasi laki-laki pada perempuan. Dominasi laki-laki pada perempaun dalam budaya terlihat dari kurangnya penghargaan terhadap perempuan. Wahyuni(1997) meyatakan bahwa dalam kebudayaan jawa terdapat ungkapan yang sangat merendahkan kemanusiaan perempuan, “bila siang jadi alas kaki, malam jadi alas tidur”. Persoalan ini saat lebih terlihat dalam hubungan seksual, telah tercampur dalam adonan kultur dan struktur patriarkis.
Keterpasungan perempuan dalam kata sexy menjadikan dominasi laki-laki tehadap perempuan semakin terlihat. Dalam kenyataan, jarang kita temui kata sexy di berikan pada perempuan yang smart, mempunyai inner beauty, berjiwa sosial, pintar berinvestasi, hemat,berwawasan luas, pandai bergaul, pintar berkomunikasi dan berorientasi masa depan. Imej sexy selalu di kategorikan dengan kecantikan fisik semata. Mereka selalu dikatakan sexy dengan penampilan luar saja tanpa dilakukan penilaian dengan kemampuan dalam keilmuan.
Penyebab utama mudahnyan perempuan dipasung dalam keinginan laki-laki disebabkan oleh keterbatasan pendidikan yang diproleh mereka. Pembatasan inisengaja dilakukan oleh para laki-laki untuk menjadikan perempuan-permuna ini untuk dapat diarahkan sesuai keinginan para laki-laki. Sekarang ini masih banyak perempaun yang dianggap mtidak perlu melanjutkan sekolah lebih tinggi, karena mereka hanya akan kembali lagi pada rutunitas sehari-hari (sumur, dapur, kasur). Dengan pembentukan mind-set seperti ini telah memasung perempaun dalam kondisi yang mudah untuk dijadikan objek atau komoditi sesuai keinginan laki-laki.
Posisi perempuan yang mengalami ketidakadilan muncul didalam banyak hal. Pertama, perbedaan gender yang diusung sistem patriarki telah memmposisikan perempaun pada tempat yang lemah dan menimbulkan penyikasaan yang banyak diterima oleh perempuan. Penyiksaan yang diterima bisa berupa penyiksaan fisik maupun mental. Penyiksaaan fisik bisa terlihat jelas denagn mudahnya laki-laki mengayunkan tangan untuk memukuli perempuan, bahkan mereka tidak sungkan-sungkan untuk melukai. Penyiksaan melalui mental juga seharusnya disadari oleh perempaun. Julukan-julukan yang diutarakan kepada mereka bisa diketegorikan penyikasaan mental. Namun banyak perempaun yang tidak menyadari itu. Mereka masih menerima apa yang dikatakan laki-laki pada mereka. Hal ini mugkin disebabkan oleh perebedaan gender yang ada yang mengutamakan bahwa perempuan tidak boleh berpendapat yang telah berlansung semenjak lama. Makah al ini menyebabkan perempaun lebih banyak memilih untuk diam dan menerima apa saja yang dikatakantentang mereka.
Hal ini sangatlah buruk untuk eksistensi perempuan didalam pergaulan bermasyarakat. Kalau perempuan hanya menerima dan menuruti kemauan laki-laki kapan mereka akan berkembang dan maju untuk menunujukan kemampuan mereka yang juga bisa mengendalikan dunia publik. Namun karena tidak adanya kesempatan yang diberikan pada perempuan maka sepertinya perempuan selalu menurut saja dengan kemauan laki-laki. Akan tetapi bukan berarti semua perempuan di dunia ini menurut dengan laki-laki. Sudah banyak geraka-gerakan yang dilakukan oleh para perempuan. Mereka telah menyuarakan aspirasi mereka, namun karena ranah politik dan media masaa yang masih dikuasai oleh system patriarki maka suara-suara yang mereka sampaikan sering dibatasi sesuai dengan kebutuhan para media.
Kurangnya kesadaran perempuan, yang masih berada dalam system patriarki, untuk bangkit juga menghalangi suara-suara perempuan yang berupaya menyadarkan mereka. Sudah begitu banyak selebaran-selebaran yang disebarkn oleh para feminist namun kesadaran dari target, belumlah optimal. Mereka masih terkungkung dengan mind-set yang dibentuk oleh laki-laki. Mereka selalu menganggap perempaun memang harus berada di balik perlindungan laki-laki.
D. Meyikapi Julukan Sexy
Meyikapi julukan sexy yang sering diutarkan oleh para laki-laki kepada perempuan seharusnya sudah disikapi dengan pemikiran yang berpendidikan oleh perempuan. Mereka harus menyadri bahwa imej sexy yang dilekatkan pada mereka merupakan suatu bentuk penistaan dan pelecehan kepada perempaun. Bukanlah sebuah pujian yang harus diterima dengan ucapan terima kasih kepada laki-laki yang mengutarakannya. Perempaun harus merasakan bahwa jika mereka dikatakan sexy maka harus menyatakna kemarahana kepada siapa saja yang mengungkapamnnya kepeda mereka.
Karena kita telah mengethui bahwa imej sexy merupakan imej yang dekat hubungannya dengan unsure-unsur yang berbau porno dan vulgar. Jika kata tersebut diutarakan pada perempuan dengan kata lain perempuan dianggap sebagai objek sensual atau sensual yang mudah dan nikmat untuk dipandang.
Sudah seharusnya perempuan keluar dari keterkungkungan. Sudah saatnya perempuan menunjukan eksistensi mereka patut di pertahankan di area publik. Mereka juga berhak untuk mendapatkan posisi yang ditempati oleh para laki-laki. Perempuan sudah saatnya bangkit untuk melawan kekuasaan laki-laki yang telah menistakan perempuan dibanyak hal. Jangan sampai selamanya perempuan berada dibawah tekanan laki-laki. Kalau laki-laki bisa melakukan banyak hal, maka sudah saatnya perempuan juga bisa melakukan banyak hal.

E. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas maka sudaj dapat kita simpulkan bahwa imej sexy yang diutarakan pada perempuan bukalah sebuah julukan dengan tujuan pujian, namun merupakan sebuah pelecahan yang dimaknai ambigu dalam masyarakat. Sadarilah bahwa julukan sexy tidak lah pantas diterima oleh seorang perempuan. Sexy hanyalah juluikn untuk para wnita-wanita pekerja seks. Bukanlah untuk perempuan-perempuan yang memiliki waktu untuk menyadari hal ini. Sexy tidak harus diperjuangkan untuk melekat pada diri perempaun, tapi diperjuangkan untuk hilang pada diri perempaun.
Semoga dari artikel ini, pembaca terutama perempuan-perempuan Indonesia mulai tersadar bahwa sudah saatnya perempuan Indonesia berubah dan menunjukan kemapuan diri mereka. Sudah saatnya perempaun Indonesia menyatakan keingina mereka sesuai apa yang mereka butuhkan bukan berarti meminta dan menunggu pada laki-laki namun menyuarakan dan memperjuangkannya untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dengan usha dan keingina sendiri.

REFERENSI

Hartiningsih, Maria. 2007. Media dan ekploitasi perempuan. Dikutip pada Desember 25 2008
http//:www.lifejournal.com/journalperempuan

Saad, Munawar M. 2006. Potret perempuan terpinggirkan. Dikutip pada Desember 25 2008.
http//:www.todays-woman.net/munawarsaad

Sudikan, setya yuwana, Dr. M.A. 2001. Metode penelitian kebudayaan.citra wacana. Surabaya.
Yuniawan. 2008. Mengapa harus sexy?. Dikutip pada Desember 25 2008.
http//:www.blogspot.com/femy_mengapa_sexy


Categories

%d bloggers like this: