Posted by: zainahar69 | 18 February 2009

Kepemimpinan

DINAMIKA KELOMPOK ORGANISASI
FROMAL DAN INFORMAL

PENDAHULUAN
Manusia itu adalah mahluk sosial yang selalu hidup berkelompok, bersama-sama, salin berhubungan satu sama lain atau berkomunikasi, dan saling mempengaruhi. Hidupnya selalu bergabung dalam satu ruang sosial atau medan sosial. Maka tingkah lakunya itu selalu menjurus pada kader-referensi kemanusiaan, mengarah pada aku-lain; yaitu ada dalam kaitan relasi antar manusia.
Setiap individu memang merupaka satu subjek atau substansi bebas yang berdiri sendiri, dan diperuntukkan diri sendiri. Tetapi selamanya dia tidak pernah bisa lahir terlempar sendiri di dunia, dan tidak bisa tegak berdiri sendiri. Sebab selama-lamanya dia adalah bagian dari kelompoknya, dan menadi onderdil dari satu masyarakat. Bahkan dia menjadi bagian dari beberapa kelompok sekaligus. Dia hidup di tengah lingkungan, di tengah kaum, suku dan bangsanya. Karena itu dia lebih banyak ditentukan secara sosial oleh lingkungannya. Jadi, ada prosses determinasi sosial. Yaitu dipengaruhi oleh orang lain dan oleh lingkungannya; namun sekaligus ia juga mempengaruhi orang lain dan lingkungan sekitarnya.
Kehadiran manusa lain itu mutlak diperlukan untuk melestarikan hidupnya, sebab manusia tidak bisa hidup sendirian tanpa dibantu oleh orang lain. Jadi, dalam medan sosal tadi individu selalu berkomunikasi dan saling memberikan pengaruhnya kepada individu lain, di tengah kelompoknya. Maka kepemimpinan merupakan gejala interaksional dalam struktur kelompok yang memiliki tujuan-tujuan bersama.

DINAMIKA KELOMPOK
Kelompok itu adalah kumpulan yang terdiri dari dua atau lebih individu, dan kehadiran masing-masing individu mempunyai arti serta nilai bagi orang lain, dan ada dalam situasi saling mempengaruhi. Pada setiap anggota kelompok tadi selalu kita dapati aksi-aksi dan reaksi-reaksi yang timbal balik. Jadi, ada dinamikan kelompok
Yang penting dalam kelompok tersebut ialah bukannya persamaan dan perbedaan satu sama lainnya, akan tetapi saling ketergantungan atau interpendensinya. Sebab, kelompok ini tidak terdiri dari atom-atom bebas yang lepas satu sama lain. Juga bukan merupakan satu kesatuan yang statis, akan tetapi merupakan satu totalitas (dari individu-individu, dan bagian/onderdil-onderdil) yang sangat dinamis sifatnya, yang disebut sebagai satu gestalt. Gestalt ini merupakan unit yang tertutup dan utuh, dengan sifat-sifat totalitas tersendiri. Maka totalitas ini adalah lebih banyak daripada penjumlahan unsur-unsur bagiannya. Bagian-bagian dari gestalt itu sendiri tidak punya arti, sebab ditentukan oleh sifat totalitas tadi.
Telah disinggung di atas bahwa unsur esensial di dalam kelompok ini ialah interdependensi seoarang anggota dengan anggota-anggota lainnya, yaitu saling ketergantungan, di mana setiap individu harus bekerja sama dengan orang lain dan selalu harus mengingat keberadaan dan kepentingan orang lain, untuk bisa hidup rukun damai bersama-sama.
Perubahan dari seorang anggota, misalnya dia sakit atau meninggal, akan menimbulkan perubahan pula pada struktur kelompok. Sedang derjat ketergantungannya / interdependensinya akan menyebabkan longgar atau kokohnya kesatuan di antara para anggota kelompok yaitu mulai dari wujud :
– massa yang lepas longgar atau mob,
– sampai pada satu unit sosial yang kompak dan intim, yaitu keluarga.
Maka longgar atau kompaknya ketergantungan para anggota kelompok tadi ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain oleh :
1. besarnya anggota kelompok
2. tujuan yang hendak dicapai bersama-sama
3. bentuk organisasi yang telah dibangun
4. intimitas para anggotanya satu terhadap lainnya.
Selanjutnya, individu-individu di dalam kelompok itu sifatnya dinamis, sebab saling mempengaruhi dan saling mendorong. Maka ciri-ciri manusia di dalam kelompoknya atau di dalam medan sosial antara lain :
1. Dinamis, selalu bergerak dan berubah; “grillig” tak bisa di duga dengan tepat, beraneka ragam geraknya, dan bebas merdeka.
2. Mempunyai potensi, kesanggupan, dan kemungkinan untuk melakukan bermacam-macam aksi atau perbuatan dan peristiwa. Dia menghayati dan melakukan persepsi, serta mereaksi secara bebas.
3. Menanggapi orang lain sebagai makhluk sejenis, sebagai sesama hidup, dan sebagai subjek sederajat. Seseorang itu ditanggapi sebagai sesama, apabila orang tadi menyamai dirinya, atau jika orang tadi lebih mampu mengidentifikasikan diri dengan orang yang bersangkutan. Orang Indonesia lebih dikenal dan lebih karib selaku sesama dari pada orang Jepang, orang Timur dilihat sebagai “sesamaku” dari pada orang Barat (berkulit bulai).
4. Interaksi dan partisipasi masing-masing anggota kelompok itu sangat berkaitan dengan semakin intens/meningkatnya emosi dan sentimen-sentimen euforis (senang dan puas; terutama yang berkaitan dengan pemuasan harapan, keinginan, kebutuhan-kebutuhan dan keterampilan teknis masing-masing individu, dan berkaitan dengan semakin jelasnya norma-norma kelompok.
Maka pada dasarnya, sentimen dan norma-norma kelompok ini merupakan unsur kekuatan dalam organisasi atau administrasi, yang perlu sekali diperhatikan oleh pemimpin.

FUNGSI KELOMPOK BAGI INDIVIDU, DAN FUNGSI PEMIMPIN
Sebagai makhluk sosial yang punya tingkah laku sosial dan hidup dalam satu medan sosial (wadah sosial), setiap individu akan mengarahkan dirinya pada pribadi lain, yaitu untuk bergabung dan mengelompok dengan orang-orang lain. Maka untuk selamanya individu itu adalah anggota dari kelompoknya, atau menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari satu masyarakat. Dia hidup ditengah kelompok dan di tengah lingkungannya. Oleh karena itu, individualitas dan sosialitas manusia itu dapat dibeda-bedakan, akan tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lain.
Jadi tidak benar pendapat yang menyatakan bahwa individu itu adalah primer, sedangkan orang lain dan masyarakat adalah sekunder. Dua-duanya adalah sama pentingnya, dan harus ada dalam kondisi imbang serta harmonis. Maka individu di dalam wadah sosial atau di tengah masyarakat itu adalah identik dengan individu sebagai anggota satu kelompok, misalnya; kelompok keluarga, sekolah, klub, kumpulan, suku, dan lain-lain.
Selanjutnya, kelompok merupakan satusituasi sosial psikologis khusus, tempat berpijaknya individu. Kelompok ini sangat berarti bagi individu, karena kelompok memberikan pengaruhnya kepada individu. Sebaliknya, individu juga mempunyai potensi untuk mempengaruhi kelompok tadi. Jadi ada pengaruh yang timbal-balik antara individu dengan kelompoknya, yaitu dengan semua anggota kelompok, termasuk pemimpin kelompok. Secara psikologis disebutkan bahwa individu dan kelompok itu masing-masing adalah unit, dengan orde yang berbeda-beda. Artinya sebagai berikut :
– Individu iut adalah kesatuan psikofisik, atau kesatuan jasmani – ruhani.
– Kelompok adalah kesatuan idiil, kesatuan psikologis, kesatuan moril, atau kesatuan orde.
Disebut sedemikian, karena dalam kelompok itu yang ditekankan ialah kesatuan ideal/ideologi (cita-cita, harapan, aspirasi, ambisi) dan unsur-unsur psikologis lainnya, yang menghargai nilai-nilai moril atau kebenaran; dan menghargai sekali unsur tata tertib atau orde. Semua unsur tersebut di atas sangat diperlukan untuk bisa hidup rukun bersama-sama, dan untuk meraih sasaran-sasaran hidup yang sama pula.
Fungsi kelompok bagi individu, ialah sebagai berikut :
1. Kelompok itu memberikan wadah sosial dan ruang hidup psikologis kepada individu, sehinggamemunculkan sense of belonging (merasa menjadi anggota dari satu kelompok), untuk berprestasi dan bekerja sama dengan orang lain.
2. Menjadi kader referensi untuk mengaitkan diri, sehingga muncul loyalitas, kesetiakawanan dan esprit de corps.
3. Memberikan rasa aman / sekuritas, sehingga orang merasa betah dan kerasan di dalamnya, Juga untuk bergantian bisa memimpin dan dipimpin pada saat-saatnya yang tepat.
4. Memberikan status sosial kepada individu, sehingga dia merasa dihargai, diakui, diterima, merasa medapat posisi sosial, dan penghargaan dari lingkungannya.
5. Memberikan ideal-ideal, cita-cita tujuan-tujuan (hidup) tertentu, dan asas-asas perjuangan bagi hidupnya.
6. Kelompok dijadikan alat atau wahana untuk mencapai cita-cita hidupnya, dan untuk membangun bersama-sama.
7. Di dalam kelompok, individu merasa menjadi satu bagian dari gestalt kelompok. Biasanya individu menjadi bagian dari bermacam-macam kelompok sosial (keluarga masyarakat desa/kota, himpunan mahasiswa, kumpulan gereja, klub, dan lain-lain).
Fungsi Pemimpin Dalam Kelompok
Akibat kekuatan yang saling mempengaruhi di antara semua anggota kelompok dan pemimpinnya, maka timbullah dinamika kelompok dalam wujud bermacam-macam usaha dan tingkah laku. Kekompleksan tingkah laku ini jelas diperlukan pemimpin dan kepemimpinan.
Tugas seorang pemimpin dalam kelompok ialah :
1. Memelihara struktur kelompok, menjamin interaksi yang lancar, dan memudahkan pelaksanaan tugas-tugas.
2. Menyinkronkan ideologi, ide, pikiran dan ambisi anggota-anggota kelompok dengan pola keinginan pemimpin.
3. Memberikan rasa aman dan status yang jelas kepada setiap anggota, sehingga mereka bersedia memberikan partisipasi penuh.
4. Memanfaatkan dan mengoptimasikan kemampuan, bakat dan produktivitas semua anggota kelompok untuk berkarya dan berprestasi.
5. Menegakkan peraturan, larangan, disiplin, dan norma-norma kelompok agar tercapai kepaduan / cohesivenes kelompok; meminimalisir konflik dan perbedaan-perbedaan.
6. Merumuskan nilai-nilai kelompok, dan memilih tujuan-tujuan kelompok, sambil menetukan saran dan cara-cara operasional guna mencapainya.
7. Mampu memenuhi harapan, keinginan, dan kebutuhan-kebutuhan para anggota, sehingga mereka merasa puas. Juga membantu adaptasi mereka terhadap tuntutan-tuntutan eksterna di tengah masyarakat, dan memecahkan kesulitan-kesulitan hidup anggota kelompok setiap harinya.
Kelompok disebut sebagai: kesatuan psikologis atau kesatuan mental karena yang diutamakan bukannya kehadiran individu secara badaniah, akan tetapi interaksi mereka secara jiwani, proses saling mempengaruhi, dan kondisi saling ketergantungannya secara psikis atau mental. Disebut pula sebagai kesatuan nasabah atau kesatuan relasi, karena orang lebih menekankan nasabah, nisbah atau relasi dari semua anggotanya; sehingga kelompok berwujud satu totalitas atau gestalt.
Kelompok disebut juga sebagai kesatuan orde, karena menekankan masalah orde (aturan, tatanan, ketertiban) di dalam kaitan relasional para anggotanya; dalam mana gestalt dari kelompok itu lebih dari pada penjumlahan bagian-bagian dari anggota-anggotanya. Sehingga tumbuh dinamika kelompok.
Karena proses saling mempengaruhi dan ketergantungannya yang timbal balik, kelompok menampilkan ciri-ciri karakteristik yang lebih banyak daripada sifat-sifat individual masing-masing anggota-anggotanya. Tegasnya, kelompok ini memiliki struktur sosial, kode-kode tingkah laku, norma-norma, pola kebiasaan, jiwa dan kepribadian kelompok sendiri, yang sama sekali berbeda dengan jiwa serta kepribadian masing-masing individu.
Kepribadian kelompok dapat diartikan sebagai struktur psikofisik yang dinamis – yang senantiasa aktif berbuat dan berubah – , dimana kelompok selaku satu kesatuan menanggapi situasi, menilainya, menentukan sikap dan tindakan yang relatif sama, dan melakukan dengan cara-cara yang khas.
Kepribadiaon kelompok atau group sintality (cattel, 1951) adalah penampilan khas suatu kelompok dalam usahanya mencapai tujuan bersama. Semakin intim antrarelasi para anggota kelompok tersebut, akan makin jelas menonjol ciri-ciri khas kepribahdian dan jiwa kelompok. Maka faktor-faktor yang menentukan tipe kepribadian kelompok antara lain :
1. Ideologi kelompok, yaitu keseluruhan paham dan ide yang dijadikan pedoman bagi cara berpikir, merasa, berkehendak dan bertingkah lakunya kelompok, inklusif pemimpinnya.
2. Tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai oleh kelompok secara bersama-sama. Berkaitan dengan tujuan tersebut penting diperhatikan interest atau kepentingan tertentu yang mendorong kegiatan setiap anggota kelompok dan pemimpin kelompok.
3. Agama dan keyakinan yang dijadikan sumber dari norma-norma dan nilai-nilai yang dianut oleh setiap anggota kelompok. Muncullah kemudian institusi atau kelembagaan yang kitu menentukan kondisi kehidupan psikis dan tata laku kelompok dan individu-individu tadi.
4. Tokoh-tokoh penting dan pribadi-pribadi kuat, misalnya : pemimpin, para pendiri kelompok, individu yang menjiwai semangat kelompok dan menguasainya, figur dominan yang disebut sebagai gembong-gembong organisasi, dan pribadi pemimpin yang memiliki bakat serta watak kuat, semuanya dapat mewarnai iklim psikis kelompok.
5. Kebudayaan dalam pengertian keseluruhan nilai-nilai spritual, dan benda-benda budaya hasil karya manusia, juga turut membentuk kepribadian kelompok.

ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
Kelompok-kelompok tadi dapat merupakan organisasi formal, namun juga dapat berwujud organisasi informal.
Organisasi formal adalah organisasi yang ada di atas kertas, dengan relasi-relasi logis berdasarkan peraturan, konvensi dan kebijakan / policy dari organisasi, dengan pembagian tugas pekerjaan dan hierarki kerja.
Organisasi formal yang disebut pula sebagai kelompok sekunder, merupakan bentuk kierarki resmi, seperti telah ditetnutkan di atas kertas. Maka menjadi kewajiban para pemimpin ialah untuk memahami bagaimana fungsi dan beroperasinya organisasi formal tersebut dalam kenyataan dan praktiknya.
Organisasi formal dalam wujud perusahaan, pabrik, jawatan, devisi ketentaraan, dan lain-laian diatur menurut hierarki kekuasaan dalam bentuk piramid, dengan pemimpin, komandan, atau direktur utama duduk di puncak; dan para pegawai, pekerja kasar dan bawahan di eselon dasar. Selanjutnya, manajer senior dan yunior, tenaga staf dan administrasi, para opseter dan supervisor menduduki posisi intermediate atau tingkatan menengah.
Ciri-ciri khas organisasi formal ialah :
1. Bersifat impersonal dan zakelijk-objectif.
2. Kedudukan setiap individu berdasarkan fungsi masing-masing di dalam satu sistem hierarki, dengan tugas pekerjaan masing-masing.
3. Ada relasi formal berlandaskan alasan-alasan idiil dan konvensi yang zakelijk, dan atau status resmi dalam organisasi.
4. Suasana kerja dan komunikasi berlandaskan pada kompetisi/persaingan dan efisiensi.
Pada organisasi formal orang melakukan usaha kooperatif mencapai tujuan / sasaran bersama, dibantu macam-macam sumber dan sarana. Berlangsunglah satu kerja sama, disertai kegiatan memimpin-dipimpin, ketertiban, pengaturan atau regulasi, pembagian tugas pekerjaan, dan tata kerja yang teratur. Maka usaha mengatur dan mengurus semua sumber amteriil dan sumber daya manusia itu disebut manajemen.
Agar manajemen dan pengorganisasian bisa berdaya guna dan sukses dalam mencapai sasarannya, perlu diadministrasikan (dikelola secara makro) lewat kepemimpinan. Maka pengorganisasian itu dapat dijabarkan menajadi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
– pengurusan semua sumber dan tenaga manusia;
– berlandaskan konsepsi dan tata kerja yang jelas;
– disertai penentuan fungsi masing-masing individu, berupa tugas, tata kerja, tanggung jawab, antar komunikasi, supervisi dan sanksi;
– integritas dan fungsi-fungsi menajdi satu unti sistem, yaitu bagian yang satu menunjang dan bergandengan dengan bagian lainnya.
Ringkasnya ada pengorganisasian yang menjalin semua relasi di antara semua kegiatan kerja, pemanfaatan tenaga manusia, dan kesatuan-kesatuan alat-alat serta mesin tadi dalam organisasi formal, dengan tugas dan otoritas sendiri-sendiri. Maka tugas pokok upaya pengortanisasian formal itu meliputi hal-hal sebagai berikut :
a) menentukan kelompok / unit-unit kerja
b) membagi tugas-tugas kerja
c) menetukan tingkat otoritas, yaitu kewibawaan dan kekuasaan untukbisa bertindak secara tanggung jawab.
Maka dengan sistem pembagian kerja dan tugas-tugas khusus atau spesialisasi, akan dicapai keterampilan / kemahiran teknis tinggi, penghematan waktu, dan maksimalisasi kecepatan kerja.
Tersusunlah kemudian hierarki kerja dengan segala kompleksitasnya, yaitu berupa unit-unit kerja sebagai segmen / bagian dari satu totalitas yang bisa dikuasai dan diperintah secara langsung. Kemudian berlangsunglah relasi kerja yang baik dari pengorganisasian dan pengadministrasian yang dibutuhkan bagi satu organisasi formal.
Organisasi informal (kelompok primer atau face to face group) ialah sistem interelasi manusiawi berdasarkan rasa suka dan tidak suka, dengan iklim psikis yang intim, kontak muka berhadapan muka, serta moral tinggi.
Ciri-ciri khas organisasi informal antara lain ialah :
1) Terintegrasi dengan baik
2) Di luar kelompok primer atau informa ini terdapat kelompok yang lebih besar, yaitu kelompok formal atau sekunder, dimana kelompok primer menjadi bagian daripadanya.
3) Setiap anggota secara individual mengadakan interlasi berupa jaringan perikatan yang pribadi atau personal disertai komunikasi akrab.
4) Terdapat iklin psikis “suka dan tidak suka” atau “acuh dan tidak acuh”.
5) Sedikit atau banyak, setiapa anggota mempunyai sikap yang pasti terhadap anggota-anggota lainnya, dan dimuati afeksi serta emosi-emosi tertentu.
Sehubungan dengan unsur afeksi dan emos-emosi tadi, kelompok primer merupakan instrument penting bagi pembentukan disiplin, moral, dan kontrol sosial. Kontrol sosial dan moral mencanagkan kode-kode dan norma tingkah laku yang dianggap paling tepat bagi kelompok primer tersebut. Sehingga kelompok primer ini memberikan pengaruh membentuk yang paling potensial bagi pembinaan dan pengaturan tingkah laku setiap anggota kelompoknya. Dengan begitu, sikap, dan ideal individu pada dasarnya diperoleh untuk pertama kali dan kemudian ditempatkan oleh kelompok primernya, yaitu keluarga.
Emosi-emosi yang kuat dicurahkan oleh seseorang dalam lingkungan kelompok-kelompok primer, tempat dia menjadi anggota, – misalnya kelompok kawan sebaya dan kelompok orang tua / keluarga. Dia tidak akan bisa mencintai, membenci, dan merasakan macam-macam emosi kuat lainnya terhadap angkatan bersenjata, universitas, partai, organisasi, tempat bekerja, agama ataupun negara, apabila terlebih dahulu dia belum pernah menghayati emosi-emosi yang sangat kuat / mendalam di tengah kelompok primernya, yaitu ditengah keluarga atau orang tuanya sendiri.

Renungkan saat Anda berada bersama orang lain dalam suatu kelas, lokakarya, konferensi, atau rapat. Ingatlah ketika semua yang hadir bicara penuh semangat dan riang, saling bertukar pikiran, atau menganilisis suatu masalah bersama-sama. Anda bisa merasakan energi memenuhi ruang udara, semua orang tampak begitu bersemangat. Berbagai sesi seperti itu, yang saling menguntungkan dan memberi semangat, merupakan bukti bahwa berhubungan dengan orang lain adalah strategi yang bisa melejitkan dinamika kelompok. Jika sudah menyangkut sumber-sumber pembangkit ide, ilham, dan pengamatan, berada bersama orang lain dan berdiskusi adalah jurus paling ampuh.

Kontak yang Terjadi Melalui Keserentakan
Barangkali, cara paling ampuh melehitkan Kreativ lewat orang lain adalah memanfaatkan semua peluang dan kesempatan dalam tiap perjumpaan dan percakapan. Ibarat bola dalam mesin pinball kehidupan, Anda terus-menerus melompat dari satu perjumpaan ke perjumpaan lain. Tipa orang yang Anda temui berpotensi menuntun Anda ke arah yang baru, yang mampu memercikkan nyala gagasan cemerlang, atau menggiring Anda ke arah wawasan baru. Ada orang yang memberikan inspirasi secara langsung, ada pula yang membantu Anda secara tidak sengaja, lewat komentar sambil lalu, yang ternyata amat berharga bagi berbagai tantangan kreatif.
Banyak pengusaha yang memulai bisnis -meskipun mulanya tidak bermaksud berbisnis- dari hubungan dengan orang lain secara serentak atau mujur. Sebuah bisnis baru di kota New York dimulai saat Bill Zanker, yang juga pendiri Learning Annex, mengunjungi taman di San Fransisco. Dilihatnya seseorang yangmenjual jasa pijat dengan upah satu dolar semenit. Zanker yakin, dia bisa berbisis dengan konsep tersebut. Jadi, dia jual Learning Annex dan membuka Great American Backrub, yang kini sudah tersebar di beberapa tempat, menjual produk yuang berkaitan dengan punggung, misalnya tempat duduk mobil ergonomis. Bob Langkamp mendirikan perusahaannya, Gemini Fiberglass Products, Inc., di Golden Colorado, karena saat masih bekerja menjual kolam dan spa, seseorang bertanya apakah kolamnya bisa digunakan untuk menetaskan ikan salem. Langkamp mendapat ilham, dan kini, lima puluh persen usahanya adalah bidang industri budidaya air. Penjualannya di atas satu juta dolar.
Saya bertemu rekan saya, Deanna Berg, disebuah konferensi profesional. Ternyata, kami berdua bekerja di bawah satu kontrak. Jadi, kami putuskan bergabung dan mengadakan beberapa seminar bersama-sama.
Banyak seniman ternama yang amat terpengaruh oleh pertemuan bersifat kebetulan. Lilian Hellman berjumpa dengan Dashiell Hammett, pengarang The Maltese Falcon dan cerita detektif lain, di sebuah resetoran di Hollywood. Pertemuan ini melejitkan kariernya sebagai penuis naskah, film, dan drama.
John Lennon bertemu Yoko Ono di sebuah galeri seni di London, terpikat kepadanya, dan sejak itu menjadi belahan jiwanya. Hasil kerja mereka yang terpadu mengubah total karier Lennon.
Dengan membuka diri terhadap prospek terjadinya keserentakan, Anda juga dapat mengalami lebih banyak pertemuan “kebetulan” yang bermanfaat bagi Kreativ. Bisa saja orang yang Anda ajak bicara di lift ternyata adalah anggota perkumulan yang Anda ingin ikuti. Lain waktu, mungkin Anda ditelpon orang tua murid dari sekolah putri Anda, Sang penelpon ini ternyata akan mensponsori pembukaan sebuah galeri, tepat pada saat Anda sedang mencari tempat untuk pameran lukisan Anda.
Untuk menangguk keuntungan dari pertemuan seretak yang mungkin terjadi, Anda harus belajar mengembangkan daya tanggap dan observasi. Ahli ilmu jiwa Ellen Langer menyebutnya sebagai mindfulness (kesadaran), sama dengan judul buku yang ditulisnya.
Dalam buku Mindfulness, Langer menguraikan tiga perubahan yang bisa kita lakukan agar menjadi lebih tanggap :
Jangan hidup mengandalkan “pilot otomatis”. Ini semacam perilaku rutin yang amat mudah menjangkiti setiap orang, yaitu mendekam dalam zona kenyamanan. Hidup berdasarkan pilot otomatis berarti berhenti memperhatikan hal-hal baru sekitar Anda. Sebagai contoh, pernahkah Anda selama beberapa tahun menempuh satu jalur yang sama, lalu tiba-tiba melihat museum atau galeri yang belum pernah Anda kunjungi? Pernahkah, ketika sedang bekerja, Anda menyadari ternyata ada pegawai baru yang masuk sebulan lalu? Pernahkah Anda berkeliling kota, lalu menemukan restoran baru yang belum pernah Anda lihat? Dalam tiap contoh diatas, Anda hidup dikemudikan pilot otomatis. Anda tidak begitu memberi perhatian pada rutinitas Anda, sampai saatnya sesuatu membuat Anda terjaga dan memperhatikan.
Bersikaplah lentur dalam mengategorikan berbagai pengalaman. Banyak kejadian dalam hidup yang bisa ditafsirkan secara berbeda. Jika memandang dan memahaminya dari satu arah saja, Anda akan kehilangan “faktor kebaruan”, kesempatan mempelajari sesuatu, dan membuka diri terhadap pengalaman baru. Bisa jadi, orang membosankan yang Anda temui di pesta kemarin adalah pengusaha brilian yang kelelahan karena perjalanan penting seminggu. Jika dalam pertemuan berikutnya Anda tidak mau “mengatogeri ulang” orang membosankan tersebut, Anda mungkin takkan pernah menyadari bahwa dia pengusaha sukses. Peniup saksofon yang mengamen di jalan mungkin saja bukan pemusik kelas dua seperti dugaan Anda. Jika mau meluangkan waktu mendengarkan dan mengenalnya, mungkin saja Anda mampu mengorbitkan dia menjadi bintang jaz masa depan.
Jangan menilai sesuatu dari sudut pandan Anda saja. Kemampuan memandang kehidupan dari banyak sudut pandang menjadikan Anda lebih siap mengalami perjumpaan kebetulan denga orang lain karena Anda lebih mau menenggang perbedaan pendapat.
Ketika menulis bagian buku ini, kebetulan saya membaca contoh bagus sekali tentang kesadaran tinggi pembawa sukses kreatif bagi dua orang. Nocholas Callaway, produsen buku bergambar kelas tinggi, sedang berada di toko mainan ketika melihat ilustrasi menakjubkan pada kotak mainan anak-anak. Dia tidak Cuma berlalu begitu saja sambil berpikir, “bungkus yang manis”. Sebaliknya, dia mampu melakukan kategori ulang karya seni tersebut dan melihatnya sebagai ilham untuk sebuah buku. Dia menghubungi pemilik pabrik mainan tersebut, David Kirk, dan menawari kontrak untuk membuat buku anak berdasarkan seni lukisnya. Pada akhirnya, Kirk menulis Miss Spider’s Tea Party, yang kini telah terjual ratusan ribu eksemplar, dan menurukan lini produk mainan tersendiri.
Sedangkan dongeng kuno Turki menawan berikut ini menunjukkan contoh sifat mengabaikan, penghalang Anda dari manfaat peristiwa serentak. Dalam kisah ini, seorang lelaki yang tidak begitu berbakat dan kurang sukses memutuskan bahwa, jika hendak memanfaatkan potensi dirinya semaksimal mungkin, dia harus berkelana untuk menemui Sang Takdir, yang akan memberi tahu cara mengatasi masalahnya. Dia memulai perjalanan panjangnya, dan pada sore harinya bertemu seekor serigala.
“Mau ke mana ?” selidik serigala.
“Aku mencari Sang Takdir, yang akan memberitahuku cara mengakhiri masalah yang telah kuderita sepanjang hidup”.
“Sang Takdir memang amat bijaksana, Jika kau bertemu dengannya, tolong katakan kepadanya bahwa telah bertahun-tahun aku menderita sakit kepala. Maukah kau tanyakan kepadanya bagaimana aku bisa mengakhiri penderitaan ini ?
Lelaki tersebut setuju dan melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian, dia bertemu seorang penjaga malam di kota tempta dia akan bermalam. “Anda mau ke mana?” tanya penjaga tersebut kepada sang musafir.
“Aku sedang mencari Sang Takdir, yang akan membantu menyelesaikan masalahku. Sudah lama aku mencari pekerjaan yang menghasilkan lebih dari sekadar putus asa dan kegagalan,” jawab lelaki yang kelelahan ini.
Penjaga malam memberi tahu sang musafir bahwa dia juga kurang mujur dalam pekerjaan: jam kerjanya terlalu panjang dan gajinya amat kecil. “Saudaraku,” kata penjaga itu, “jika engkau sudah bertemu Sang Takdir, maukah kau tanyakan kepadanya bagaimana aku bisa mendapatkan segala yang kudambakan dalam hidup ini ?”
Sang musafir setuju, beristirahat malam itu, dan esok paginya melanjutkan perjalanan. Dia tiba di tepi sebuah sungai dan disambut oleh seekor ikan yang menanyakan tujuannya. Dicertikan semua kisahnya kepada sang ikan. Sang ikan menjawab, “Selama hidup, aku tidak bisa menutup mulut. Berjanjilah, jika bertemu Sang Takdir, akan kau tanyakan bagaimana aku bisa menutp mulutku dan engkau akan kuantarkan ke seberang dengan naik punggungku.” Sang musafir setuju, lalu sang ikan menyeberangkan dia di atas punggungnya.
Pada akhirnya, lelaki tersebut tiba di rumah Sang Takdir. Saat itu, Sang Takdir sedang duduk memutar rodanya. Sang musafir menceritakan kesengsaraanya, tentang ketidakmampuannya mencari nafkah bakat. Sang Takdir memutarkan Roda Nasib untuk musafir tersebut, lalu bertanya; Wahai pemuda yang malang, adakah mahluk lain yang kau temui di sepanjang perjalanan tadi yang juga membutuhkan bantuanku? Lelaki tersebut kemudian teringat pada sang ikan, penjaga malam, dan serigala lalu menceritakan masalah mereka masing-masing.
Sang Takdir menjawab; “Untuk serigala itu hanya ada satu obat. Dia harus memakan kepala orang terbodoh di kerajaan ini, baru sakit kepalanya akan sembuh selamanya. Sang ikan tidak bisa menutup mulut karena ada dua butir permata dalam mulutnya dan kau ambil permata tersebut, dia akan bisa menutup mulutnya. Suruh penjaga malam unutk menggali di sudut dinding rumahnya sebelah barat laut. Bantu dia, dan akan kalian temukan dua kendi besar penuh berisi emas.
Dalam perjalanan pulang lelaki itu bertemu sang ikan. Dimasukkan tangannya ke dalam mulut ikan, dan diambilnya dua butir zamrud yang indah. “Terima kasih,” kata sang ikan. Ambilah permata itu. Itu adalah zamrud yang amat mahal.”
“Aku tidak butuh batu-batu permata ini kata lelaki tersebut sambil melemparkan kedua butir permata tersebut kembali ke sungai, “karena Sang Takdir sudah memutarkan Roda Nasib untukku.
Selanjutnya, dia bertemu penjaga malam dan menceritakan kendi berisi emas. Mereka menggali kedua kendi tesebut, dan penjaga malam menawarkan kepada sang musafir separuh emas yang mereka temukan, namun lelaki tesebut menolak. Dia memberi tahu sang penjaga bahwa Sang Takdir telah memutarkan Roda Nasib untuknya.
Akhirnya, dia bertemu dengan serigala yang bertanya tentang perjalanannya. Sang musafir ini memberi tahu serigala bahwa untuk menyembuhkan sakit kepalanya, dia harus menyantap kepala orang paling dungu di kerajaan itu. “Apakah Sang Takdir mengatakan kepadamu caraku mengenali orang itu?” tanya serigala.
Sang musafir mengakui bahwa dia lupa menanyakannya. Lalu dia menceritakan pertemuannya dengan ikan dan penjaga malam. Akhirnya, serigala melompat dan mengejar pria tersebut. “Kau membuang zamrud pemberian ikan dan menolak sekendi emas hanya karena Sang Takdir telah memutarkan Roda Nasib untukmu. Kau sudah mendapatkan jawaban dari Sang Takdir. Kau tidak memanfaatkan kesempatan yang kau dapat. Tak ada yang lebih bodoh darimu!”. Lalu serigala melahap kepala lelaki tersebut dan sembulah sakit kepalanya. Ingatlah kisah ini.

Komunikatif – Bergabunglah atau Bentuk Sendiri
Anda juga bisa menyadap kekuatan orang lain dengan menjadi anggota komunitas kreatif. Komunitas kreatif bukanlah penemuan baru atau sekadar mode. Cikal bakal komunitas kreatif bisa dirunut pada sejarah masa lalu. Pada Abad Pertengahan, misalnya, gilda (serikat pekerja khusus keterampilan tertentu) selain berfungsi sebagai serikat pekerja, juga sebagai sekolah, tempat para pekerja magang mempelajari seni keterampilan pilihan mereka dari guru-guru yang berpengalaman. Begitu pekerja magang sudah memperoleh keterampilan memadai, ia bisa menjadi pekerja lepas dan menjual jasanya.
Banyak nama masyhur dalam bidang seni Renaisans, sejak da Vinci hingga Botticelli, mendapatkan keahliannya dengan bekerja di studio seorang master. Aliran pra-impresionis Barbizon merupakan komunitas pelukis lepas, termasuk Rousseau, Millet, Dupre, Corot, dan banyak lagi. Di Amerika, pada pertengahan abad kesembilan belas, terdapat komunitas pemikir Transendentalis terkenal, Brook Farm, yang memiliki anggota antara lain : Nathaniel Hawthorne, Henry David Thoreau, dan Margaret Fuller. Apartement Gertrude Stein dan Alice B. Toklas di Paris dahulu merupakan pusat komunitas tak resmi, yang turut menyuntikkan Kreativ, di antaranya, kepada Ernest Hemingway, Thornton Wilder, Pablo Picasso, Henri Matisse, dan F. Scott Fitzgerald. Contoh-contoh sejarah ini merupakan bukti akan manfaat intelektual dan seni yang bisa diraih oleh para anggota komunitas kreatif, dengan cara berkumpul dan bertukar pikiran.
Pada zaman sekarang, komunitas kreatif juga amat bermanfaat bagi merkea yang memiliki kesamaan minat dalam bisnis dan seni. Ada komunitas kreatif yang bersifat lepas dan mengalir bebas, bertemu secara ad hoc, terbuka terhadap diskusi apa pun yang muncul. Ada komunitas yang bersifat lebih formal, dengan pertemuan wajib, tujuan, dan target yang jelas, lengkap dengan para petugas dan uang iuran. Adapun komunitas yang lain lagi, misalnya koloni seniman Yaddo yang terkenal, tidak tersruktur sama sekali, Mereka hanya menyediakan suatu lingkungan asuh, yang didalamnya orang-orang kreatif bisa bekerja dan berdiskusi, bebas dari gangguan luar. Berbagai komunitas yang ada ini bisa memenuhi kebutuhan Anda, bergantung seberapa besar waktu yang Anda sediakan.
Salah satu cara menemukan komunitas seperti ini adalah dengan bertanya di toko-toko dan pusat-pusat pendidikan yang berfungsi sebagai tempat bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang yang Anda minati, seperti pemasok barang-barang seni, toko musik, pertemuan organisasi profesional, toko-toko buku bidang khusus, pusat-pusat tembikar dan kerajinan tangan, penyalur peralatan memasak, dan perhimpunan usaha kecil. Banyak toko dan pusat pendidikan mensponsori kelompok kreatif sendir, atau mengadakan kegiatan khusus, seperti pembukaan pameran seni, kelompok baca atau diskusi, juga berbagai seni pelatihan. Mengikuti pendidikan untuk orang dewasa atau lembaga belajar swadaya masyarakat di kota Anda juga bagus untuk menemukan atau memulai mendirikan suatu komunitas kreatif.
Salah satu kursus atau kelompok penunjang yang paling berkembang, yang dibentuk di banyak kota saat ini, memakai buku The Artist’s Way karya Julia Cameron sebagai pedoman. Buku yang ditulis untuk segala jenis “seniman ini” menawarkan lokakarya dua belas minggu untuk mengembangkan rasa percaya diri yang kreatif dan mengatasi kendala yang umum dihadapi para seniman.
Satu lagi jenis “komunitas” adalah MasterMind Alliance, yaitu konsep yang diulas dalam buku klasik tahun 1930 tentang self-help (bantuan madiri) berjudul Think and Grow Rich karya Napoleon Hill. Aliansi semacam ini berupa sekelompok orang yang amat efektif, yang bertemu untuk mencapai suatu tujuan khusus. Saya pernah bekerja dengan sebuah organisasi yang mencotoh ide Hill, yaitu The Executive Committee (TEC). Salah satu kegiatan TEC adalah mengorganisasi kelompok-kelompok yang terdiri dari dua belas hingga empat belas orang CEO (direktur eksekutif) atau eksekutif senior. Mereka bukanlah saingan ataupun pemasok bagi satu sama lain. Setiap bulan mereka berkumpul selama dua puluh empat jam agar bisa saling belajar. Pertemuan ini dipimpin oleh ketua dan tiap peserta berkesempatan membahas persoalan bisnis dengan anggota-anggota lain. Ribuan oran CEO ternama kini menjadi anggota organisasi ini.
Jika Anda tidak mampu menemukan komunitas kreatif yang sesuai denan minat atau jadwal Anda, pertimbangkan membentuk kelompok sendiri. Anda bisa memasang iklan di koran lokal, atau menempelkan pengumuman di toko-toko atau lembaga belajar swadaya masyarakat. Isi iklan tersebut adalah Anda mencari orang-orang untuk membentuk suatu kelompok kreatif yang saling berbagi dan saling mendukung. Adakan pertemuan di restoran atau kafe, sampai Anda lebih akrab dengan para calon anggota dan merasa nyaman mengundang mereka ke rumah.
Jika Anda bergabung atau membentuk komunitas sendiri, carilah orang-orang yang mampu menawarkan pengetahuan baru, juga dukungan konstruktif bagi karya Anda. Jangan menilai orang karena kemasyhuran atau kesuksean finansial mereka. Faktor-faktor tersebut tidak selalu berarti kesesuaian dan sifat ringan tangan dalam suatu komunitas kreatif. Yang lebih bermanfaat adalah CORE kreatif orang tersebut sebab keempat faktor ini menunjukkan seberapa besar dia akan menghormati dan mendukung angota-anggota lain dalam kelompok.

Carilah Seorang Pakar untuk Menjadi Mentor
Kata mentor (pembimbing) diambil dari nama tokoh Yunani, Mentor, yang merupakan penasihat terpercaya Odysseus. Dengan menyamar sebagai Athena, dia menjadi penjaga dan guru anak Odysseus, Telemachus. Secara teknik, arti mentor adalah orang yang membimbing atau memberi pelajaran. Meskipun demikian, untuk hubungan mentoring dibutuhkan lebih dari sekedar seorang dosen perguruan tinggi, atau atasan yang Anda kagumi. Dalami hubungan mentoring sejati, harus ada perhatian, rasa peduli, kritik, dan belas kasih. Seorang pembimbing memberikan petunjuk dan mengembangkan bakat Anda, sambil mengajarkan berbagai kiat keterampilan yang telah dikuasainya dengan matang.
Banyak seniman terbesar dunia belajar dari pribadi-pribadi yang lebih berpengalaman atau berbakat melalui hubungan mentoring. Leonardo da Vinci belajar dibawah bimbinganAndrea del Verrocchio; J.S.Bach berguru kepada komponis dan pemain organ Jerman, Dietrich Buxtheude; Ludwig van Beethoven belajar dari Franz Joseph Haydn; dan Paul Gauguin serta Paul Cezanne menyerap ilmu dari Camille Pissarro. Itulah beberapa contoh hubungan mentoring dalam bidang seni. Bimbingan seperti ini juga sudah umum ditemui dalam dunia bisnis masa kini. Banyak perusahaan, besar maupun kecil, memiliki program resmi yang di dalamnya para manajer junior bergabung dengan manajer senior. Para manajer senior ini membantu para manajer junior meningkatkan pengetahuan bisnis dan keterampilan mengambil keputusan. Di perusahaan-perusahaan Fortune 500, banyak CEO (direktur eksekutif) yang dibimbing oleh para pendahulu mereka. Sekolah dan perguruan tinggi memiliki program “seniman turun gunung” yang menarik para penyair dan pelukis ternama untuk membimbing para siswa. Banyak perhimpunan bisnis yang kini menambahkan program mentoring formal sebagai kegiatan yang ditawarkan kepada anggota-anggotanya.
Jika memiliki tokoh panutan yang merupakan pakar dalam aktivitas kreatif yang Anda geluti, mengapa tidak mencoba membina hubungan mentoring, agar anda bisa bertanya dan karya kreatif Anda mendapatkan tujuan? Dalam hubungan mentoring, ingatlah bahwa untuk menuai manfaatnya, Anda harus menggunakan C.O.R.E. kreatif secarah menyeluruh. Jika Anda tidak punya rasa ingin tahu dan energi untuk menerapkan saran yang diberikan pembimbing, tak banyak manfaat yang akan Anda petik. Jika Anda tak mampu menanggung resiko dan mengubah gaya hidup, apa pun yang diajarkan pembimbing Anda akan sia-sia saja. Dan jika Anda tidak terbuka terhadap kritik, tujuan mentoring tak akan teracapai.
Kemungkinan lain, menjadi mentor bagi seseorang yang butuh keahlian Anda juga bisa menjadi cara jitu melejitkan Kreativ. Memiliki murid sering menyadarkan Anda akan ilmu yang Anda kuasai, dan memberikan rasa percaya diri. Anda bahkan bisa mengambil keuntungan dari berbagai pertanyaan yang diajukan murid sebab pertanyaan tersebut sering membimbing Anda mengenali gagasan atau mengembangkan ide kreatif yang akan meningkatkan karya Anda sendiri ke jenjang baru.
Secara keseluruhan, dinamika hubungan mentoring bisa meningkatkan setiap aspek C.O.R.E. kreatif. Baik Anda menerima ataupun memberikan ilmu, rasa saling berbagi dan komitmen yang melekat pada hubungan kerabat lebih mempetinggi Kreativ dibandingkan dengan hubungan lain.

Bentuklah Suatu Kemitaraan atau Kerja Sama
Salah satu cara paling ampuh untuk menyadap kekuatan orang lain adalah membentuk suatu kemitraan, atau kerja sama resmi dengan satu individu atau lebih dalam melaksanakan upaya kreatif. Kemitraan kreatif sudah umum dalam lingkungan seni, namun dalam dunisa bisnis juga ada. Coba bayangkan dunia tanpa bakat dan daya cipta tim-tim kerjasama seperti :

Ø Fred Astaire dan Ginger Rogers
Ø Lucille Ball dan Desi Arnaz
Ø Chet Huntley dan David Brinkley
Ø Stan Laurel dan Oliver Hardy
Ø George dan Ira Gershwin
Ø Orville dan Wilbur Wright
Ø Ben dan Jerry
Ø Paul Simon dan Art Garfunkel
Ø Bill Gates dan Paul Allen
Ø Steven Jobs dan Steve Wozniak

Sayang, penekanan akan pentingnya rasa bersaing yang kita dapat semasa kecil mengajari kita bekerja melawan orang lain, bukan bekerja sama dengan mereka; dan perilaku ini terus bertahan hingga masa dewasa. Dalam lokakarya Kreativ bisnis yang saya adakan, kami sering meletakkan beberapa kaleng berisi malam di atas meja. Anehnya, para peserta lokakarya jarang sekali menyentuh kalieng tersebut sebelum diminta. Lalu, kami minta mereka menentukan sendiri malam tersebut akan dibentuk menjadi apa. Mereka melototi kaleng masing-masing selama beberapa menit sambil memikirkan bentuk apa yang akan mereka buat, lalu memutuskan mengerjakannya sendiri-sendiri. Jarang ada yang berbagi warna dengan peserta lain, atau menawarkan warna yang dimilikinya kepada peserta lain. Beberapa peserta bahkan menolak ketika ada peserta yang memberanikan diri meminta.
Saya dan rekan saya, Deanna Berg selalu menganggap bahwa tiadanya kerja sama dan rasa saling berbagi ini sebgai pernyataan sikap yang menarik. Deanna sempat menyaksikan betapa berbeda hasil yang didapat ketika dia mengakan pelatihan di Jepang. Semua peserta dari Jepang membuka kaleng malam mereka sebelum seminar dimulai, lalu mulai membentuknya. Sambil bekerja, mereka berbagi gagasan dan bahkan saling menambahkan gumpalan malam ke kreasi rekan mereka yang lain. Mereka menggabungkan warna dan menciptakan berlusin-lusin karya seni dalam jangka waktu hampir sama dengan yang dibutuhkan kebanyakan orang Amerika hanya untuk mencermati sis luar kaleng. Alasannya jelas : Kerja sama amat dihargai dalam budaya Jepang. Masyarakat bisnis Jepang menyelesaikan masalah dengan bekerja dalam kelompok.
Faktanya adalah tiap orang memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Jarang sekali ada pribadi yang sempurna. Sebagai akibatnya, Anda akan lebih berhasil apabila mau bekerja dengan orang yang mengimbangi kelebihan dan menutup kekurangan Anda.
Suku Indian Hopi memiliki legenda tentang pentingnya nilai kerja sama ini. Berabad-abad yang lalu, sekelompok suku Hopi terpaksa meninggalkan desa mereka yang terbakar. Dalam keadaan terburu-buru, suku tersebut meninggalkan dua orang pemuda – seorang buta, yang satunya lumpuh. Kedua pemuda ini menyadari bahwa mereka akan musnah jika tetap berada di desa yang telah kosong tersebut, namun apa daya, mereka tidak mampu pergi sendiri-sendiri. Jadi, mereka menggabungkan kekuatan dan membuat rencana. Pemuda yang buta memanggul temannya di pundak. Mengandalakan penglihatan pemuda yang lumpuh serta kemampuan berjalan pemuda yang buta, mereka akhirnya menemukan kembali suku mereka. Suku tersebut menciptakan boneka kachina – yang terbuat dari kayu dan melambangkan ruh leluhur – untuk merayakan keberhasilan besar tersebut.

Mengelola Kerja Sama
Beberapa tahun terakhir ini, saya menjalankan bisnis dengan mengadakan aliansi kreatif bersama pihak lain, bahkan saya mengadakan lebih dari satu kerja sama sekaligus. Faktor yang menentukan keberhasilan semua relasi ini adalah meluangkan waktu untuk menghasilkan bentuk kerja sama yang disepakati. Menurut pengalaman saya, kegagalan kerja sama biasanya di sebabkan oleh perselisihan mengenai metode pendekatan suatu permasalahan, pengambilan keputsan, atau pengeluaran uang. Ini disebabkan sebelumnya tidak ada kesepakatan mengenai hal-hal tersebut. Berikut ini lima petunjuk untuk memastikan keberhasilan kerja sama :
1. Jabarkan visi aliansi atau kerja sama. Apa ruang lingkup kerjasama ini ? Berapa lama kerja sama akan berlangsung? Buat defenisi yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.
2. Pastikan bahwa tiap individu turut menyumbangkan tidak hanya sumber daya dan inde, namun juga manfaat. Jika satu pihak dalam suatu kerja sama dipaksa memikul beban ekonomi dan perasaan, ia menjadi cepat marah dan mudah jengkel. Susunlah kerja sama Anda dengan rapi sehingga tiap individu berkesempatan memberikan manfaat dan turut berkonstribusi.
3. Jangan meremehkan penyusunan kerja sama. Kreativ biasanya bukanlah produk alami lingkungan yang terstruktur rapat, namun keteraturan struktur akan membantu memusatkan kerja sama Anda.
4. Tangani masalah yang timbul dengan segera. Cara tercepat merusak kerja sama adalah membiarkan tumbuhnya sifat “saling gesek”, rasa saling tidak percaya, atau amarah. Bahas masalah yang mungkin akan membuat perpecahan dan selesaikan secepatnya.
5. Tulis hitam di atas putih. Suatu perjanjian kerja sama amat penting, bahkan jika Anda tidak terlalu mementingkan keuntungan materi sekalipun, walaupun mitra kerja sama Anda adalah sahabat karib Anda sendiri.

Memperluas Jaringan
Mungkin Anda pernah mendengar konsep “enam tahap pemisahan”, yang berarti Anda mampu merancang jalur langsung kepada semua orang di dunia ini dengan membangun jalur kepada relasi Anda, lalu relasi tersebut membangun jalur kepada relasi mereka. Menurut teori ini, Anda sudah bisa menemukan orang yang sedang Anda cari sebelum menginjak tahap keenam. Membangun jaringan relasi adalah proses yang cocok dengan konsep ini. Di kalangan tenaga pemasaran, pemilik bisnis kecil-kecilan, pengusaha, dan para pekerja industri kecil, yang ingin memperluas daftar klien mereka, membangun jaringan relasi merupakan bagian teramat penting dari gaya hidup yang benar-benar kreatif. Membangun jaringan relasi adalah memanfaatkan keterampilan karyawan Anda – kecerdasan interpersonal Anda – untuk mewujudkan sasaran kreatif.
Mencari dan menemukan orang lain untuk berbagi ide akan memberikan hasil yang amat berharga. Pertimbangkan keuntungan-keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari berdiskusi dengan orang lain berikut ini :
Ø Informasi untuk memperbarui atau mengoreksi pengetahuan dan ide
Ø Wawasan baru dalam menilai suatu masalah
Ø Cek realitas atau “mengevaluasi” saat ide terasa aneh atau tidak fokus
Ø Inspirasi untuk ide baru
Ø Motivasi untuk mencoba lagi
Ø Persetujuan atau umpan balik untuk mengesahkan ide
Ø Pujian dan dukungan
Ø Kritik dan atau saran konstruktif demi perubahan
Ø Hubungan dengan orang lain yang mungkin tertarik dengan apa yang Anda tawarkan
Ø Kearifan dan pengertian filosofis yang tidak Anda miliki
Ø Jalan menuju pekerjaan baru, kesempatab bisnis baru, atau kisah cinta baru
Ø Keterampilan dan pengetahuan untuk menambal kelemahan
Ø Kekuatan ilham untuk menerobos rintangan
Ø Dukungan dan dorongan psikologis
Ø Bantuan finansial
Pada khususnya, membangun jaringan relasi merupakan sebuah cara yang efektif untuk bertemu dengan orang lain, saat Anda ingin terlibat dengan orang-orang pada “tingkat yang lebih tinggi” dalam bidang tertentu. Penulis lagu perlu membangun jaringan relasi jika dia berharap dapat bertemu dengan produser atau bintang musik rok; pengusaha perlu membangun jaringan relasi jika ingin membangun bisnis. Pepatah mengatakan, “Bukan hanya apa yang kau ketahui, melainkan juga siapa yang kau kenal,” berlaku terutama dalam dunia bisnis kreatif.

Meruntuhkan rintangan antara Anda dan Orang Lain
Meskipun banyak orang mengaku mengenali pentingnya bersosialisasi dengan orang lain, bergabung dengan komunitas kreatif, dan membangun jaringan relasi, hanya sedikit yang benar-benar termotivasi untuk melakukannya. Sebagian orang merasa kesulitan akibat rasa malu atau segan, sedangkan sebagian lain tidak mampu menghimpun cukup keberanian untuk mendekati orang asing, atau orang yang mereka anggap lebih penting meskipun menggeluti bidang yang sama. Banyak orang tidak menyukai kegiatan membangun jaringan relasi karena mereka jadi merasa sedang memanfaatkan orang lain, manipulatif, atau berpura-pura. Namun, belajar mengambil manfaat dari pengetahuan orang lain dan membuat komitmen untuk memanfaatkan hubungan merupakan bagian penting dari meniti gaya hidup kreatif.
Empat saran berikut akan membantu meruntuhkan rintangan paling umum dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
1. Susun Ulang Perspektif Anda
Menyusun kembali berarti meninjau ulang tindakan atau tujuan dengan cara lain. Selalu ada banya perspektif yang bisa digunakan untuk menilai suatu kejadian, namun ada beberapa perspektif yang lebih unggul ketimbang perspektif lain. Ada beberapa cara untuk menyusun ulang perspektif dalam situasi yang membuat Anda amat ingin berbagi ide kreatif atau meminta nasihat dan bimbingan dari orang lain.
Pertama, ingatlah bahwa Kreativ adalah gaya hidup. Dengan menyusun ulang cita-cita kreatif sebagai gaya hidup Anda, Anda sudah siap untuk mengeksplorasi ide. Mempertegas C.O.R.E. kreatif mengurangi tekanan yang mungkin timbul dalam mengupayakan diterimanya cita-cita kreatif kita oleh orang lain.
Cara lain menyusun ulang perspektif adalah dengan menyadari bahwa pribadi-pribadi kreatif lain menghargai dan menghormati mereka yang meniti hidup kreatif. Ketimbang berpikir bahwa tak ada yang bisa Anda tawarkan, ingatkan diri sendiri bahwa ide dan pertanyaan Anda mungkin saja memberikan inspirasi bagi mereka – dikemudian hari, mereka mungkin bahkan akan berterima kasih atau memberikan penghargaan. Dengan kata lain, susun ulang pencarian Anda, bukan sebagai jalan satu jalur, melainkan sebagai pertukaran ide yang darinya Anda bisa saling mengambil manfaat.
Akhirnya, cara paling ampuh untuk menyusun ulang suatu situasi adalah dengan merenungkan tentang kesempatan yang sedang menunggu. Daripada merasa cemas akan ditolak atau dikritik, pikirkan tentang keberuntungan atau nasib baik yang ada di ujung perjalanan. Thomas Edison adalah salah satu contoh terbaik dalam hal penyusunan ulang ini. Dia terkenal dengan ucapannya kepada banyak orang bahwa ribuan kali kegagalan upayanya dalam menemukan bola lampu bukanlah kesalahan, melainkan batu-batu ujian yang membantu dia mengenali metode mana yang tidak bisa dipakai. Anda juga bisa menyusun ulang situasi mana pun, dari sudut pandang negatif atau pesimistis, menjadi sudut pandang positif. Jika permintaan Anda untuk bertukar informasi tidak diterima dengan tangan terbuka, itu berarti Anda belum menmukan sumber yang tepat. Teruslah mencari.

2. Atasi Rasa Takut dan Kurang Percaya Diri
Rasa takut ditolak atau cemas bahwa pihak lain menganggap ide Anda tidak berharga bisa menjadi perusak kehidupan kreatif yang berbahaya. Rasa takut tersebut membatasi kemampuan berbaur dengan individu kreatif lain, dan mencegah Anda dari mendapatkan masukan yang berharga.
Untuk mengatasi rintangan ini, ingatlah bahwa orang lain hanyalah manusia biasa. Mereka tidak berkuasa atas diri Anda dan risiko yang timbul dari berbicara dan berbagi ide dengan mereka relatif kecil. Hal terburuk yang bisa mereka lakukan adalah menyatakan bahwa mereka tidak tertarik pada karya seni Anda, mencoba rencana penghimpunan dana Anda, atau mengulas penemuan Anda. Pikirkan dengan cara seperti ini: Tiap pertemuan atau percakapan yang Anda lakukan adalah pertemuan dua zona kenyamanan. Jika orang lain menolak Anda, itu berbarti zona kenyamanannya belum siapbertemu dengan zona kenyamanan Anda. Bahkan, pada awal karier mereka, The Beatles ditolak oleh seorang produser berpikiran pendek di Decca Records. Dia berkata, “kelompok bergitar sedang dalam perjalanan menuju keruntuhan.”
3. Jadilah Pembangun Jaringan Relasi yang Lebih Andal
Meningkatkan keterampilan membangun jaringan relasi bisa membantu mengatasi kesulitan Anda. Membangun jaringan relasi adalah keterampilan yang bisa dipelajari, seperti keterampilan berpidato di depan umum. Ikuti langkah-langkah berikut untuk menjadi pembangun jaringan relasi yang lebih andal.
v Berinteraksilah terlebih dahulu. Ambil inisiatif untuk bertemu orang lain. Apabila Anda merana oleh rasa takut ditolak, ingatlah bahwa hal terburuk yang bisa terjadi saat mencoba berhubungan dengan orang yang kurang bersimpati adalah penolakan halus namun “ogah-ogahan”.
v Olah hubungan Anda. Tuliskan informasi dasar (alamat, nomor telepon, nomor faks, alamat e-mail), baik menggunakan Rolodex maupun database berbasis komputer, agar Anda bisa berhubungan kembali dengan orang-orang yang pernah Anda temui sembari membangun jaringan relasi. Lalu, tentukan janji bertemu untuk sarapan pagi, makan siang, atau sekadar minum kopi.
v Tetap lakukan kontak dalam situasi apa pun. Perkuat hubungan secara terus-menerus lewat kartu, faks, dan telepon. Kirimkan artikel yang menurut Anda menarik bagi kenalan baru Anda. Ajak mereka untuk iktu dalam acara khusus yang Anda berdua sukai, seperti ceramah atau perkuliahan dalam bidang yang Anda geluti.
v Jadilah arsitek pembangun jaringan relasi bagi orang lain. Kenalkan orang lain kepada kenalan Anda. Jadikanlah diri “pembuka pintu” yang bermanfaat, yang mampu menolong orang lain menemukan orang yang mereka cari.

4. Jangan Mundur karena Halangan Logistik
Ada halangan yang bersifat fisik atau logistik, seperti saat mencoba mengontak seorang eksekutif perusahaan tingkat tinggi, atau selebriti – yang semua cenderung terlindung rapat. Namun, masih ada cara mengakali halangan tersebut. Kiat terbaik berhubungan dengan seseorang adalah menemukan cara agar bisa berhubungan dengan wajar. Mungkin Anda berdua tergabung dalam sebuah organisasi, kelompok dagang, atau jaringan komputer yang memungkinkan adanya kontak pribadi langsung. Hampir setiap industri dan profesi memiliki perhimpunan untuk orang-orang dalam berbagai bidang. (Encyclopedia of Associations, terbitan Gale Research, mencantumkan daftar lebih dari 50.000 perhimpunan).
Layanan komputer on-line juga memberikan fasilitas untuk melakukan kontak dengan banyak orang yand dalam keadaan biasa tak bisa Anda kontak. Mulai dari layanan nasional berskala besar, seperti CompuServe, America Online, dan Prodigy, hingga ribuan bulletin boards on-line kecil setempat, layanan komputer memungkinkan Anda mengobrol dengan berbagai macam orang. Banyak dari “forum” dan bidang khusus layanan on-line nasional tersebut dikelola oleh para spesialis, yang bisa membantu Anda mengontak orang yang Anda cari.
Apabila Anda mencoba menghubungi orang yang amat renggang hubungannya dengan Anda, kemungkinan berhasil akan meningkat jika Anda mengikuti peraturan berikut :

· Ketahui sebanyak mungkin fakta tentang orang tersebut.
· Jangan menghina atau menghindari orang yang dapat “membukakan pintu” bagi Anda.
· Siapkan apa yang Anda ingin tanyakan sebelum menelpon atau berkunjung.
· Tetap bersikap hangat dan sopan, namun gigih.

Jika Anda masih juga belum berhasil sesudah berusaha keras mengatasi semua rintangan, sadarlah bahwa ada hubungan yang memang sudah ditakdirkan tidak akan terjadi. Jika tidak bisa menghubungi orang yang ingin saya ajak bertukar ide atau pertanyaan, biasanya saya menyimpulkan bahwa ketidakmampuan kami untuk saling berhubung adalah cara Takdir memberi tahu bahwa saya salam mencari orang. Sebagaimana dibahas dalam “Menyadap Proses Kreatif”, dalam hidup ini sering dibutuhkan faktor kemujuran atau keserentakan agar tercapai kemajuan. Pertemuan dengn seseorang bisa disamakan dengan proses ekonomi antara pembeli dan penjual. Bagi tiap orang yang mencari teman berbagi ide, pasti ada satu orang yang bersedia mendengarkan. Jika Anda tidak mampu “menjual” ide kepada seseorang, itu berarti dia bukan “pembeli” pada saat itu. Anda hanya perlu mencari calon “pembeli” lain.

Membangun Jaringan Relasi untuk Mencari Ide-Ide Utama
Bab yang Anda baca ini terpusat pada cara membangkitkan semangat kreatif secara umum, lewat dukungan, dorongan, dan pengetahuan orang lain. Namun, masyarakat juga merupakan sumber ilham paling tepat untuk menyalakan Kreativ bisnis. Masyarakat dan kebutuhannya telah menilkami penciptaan hal baru, serta mendorong penemuan hal yang sebelumnya masih gelap dalam sejarah umat manusia. Dasar semua perusahaan bisnis dan komersial adalah menyediakan produk dan jasa untuk meningkatkan kualitas hidup konsumen, atau memenuhi kebutuhan yang diperkirakan akan muncul. Jika Anda sedang berupaya mengembangkan produk atau jasa baru, perhatikan dahulu tetangga, teman dan kenalan Anda yang tak ragu lagi akan memberikan wawasan apa yang sedang dibutuhkan pasar.
Mulailah dengan menjadikan diri lebih tanggap terhadap tantangan hidup yang Anda dan orang lain hadapi. Kebanyakan penemuan didesain secara sadar untuk memecahkan suatu masalah atau memenuhi kebutuhan sang penemu. William Korzon menemukan tape recorder magnetis karena ingin mendengar dirinya sendiri saat menyanyi di kamar mandi. Dia sadar bahwa orang lain pun senang kalau nisa mendengarkan suara mereka sendiri saat berbicara atau menyanyi. James Spangler menemukan pengisap debu pembersih karpet yang mudah dibawa karena penyakit asma menahun yang dideritanya. Ermal Fraze menemukan mekanismae “sekali tarik” untuk membuka kaleng bir dan soda karena sesudah pergi pikinik dia kehilangan pembuka kaleng milikinya.
Demikian juga, banyak bisnis masa kini – mulai dari perusahaan raksasa hingga ribuan sentra industri kecil – berdasarkan pada kemampuan mengenali dan memahami kebutuhan orang lain. Fred Smith, pendiri Federal Express, tahu bahwa orang bersedia membayar mahal asalkan dokumen bisnis yang dikirimkan tiga di tujuan dalam semalam. Jerry Yang dan David Filo, dua mahasiswa Universitas Stanford, memperhatikan bahwa dengan semakin maraknya internet, orang-orang butuh cara menemukan lokasi di antara jutaan lokasi yang ada. Mereka mulai merancang produk jasa indeks Word Wide Web yang dikenal sebagai Yahoo! Dari kamar asrama mereka. Saat ini, produk jasa tersebut merupaka salah satu bisnis terbesar di Web.
Untuk memicu Kreativ bisnis, lontarkan pertanyaan seperti di bawah ini tiap hari :
Þ Aktivitas apa yang dilakukan orang lain yang bisa disederhanakan, dibuat lebih cepat atau lebih mudah?
Þ Masalah percekcokan atau perselisihan apa yang membutuhkan penyelesaian?
Þ Teknik atau strategi apayang digunakan orang lain dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin disukai seseorang?
Þ Pada masa depan, benda apa yang diinginkan teman Anda agar hidup menjadi lebih baik?
Þ Keluhan atau keinginan apa yang saya dengar hari ini? (Keluhan sering mencerminkan kebutuhan akan suatu produk atau layanan baru.)
Þ Layanan atau sarana hidup apa yang tak ada dalam masyarakat?
Þ Aspek lingkungan kemasyarakatan mana yang bisa ditingkatkan?
Þ Pengetahuan apa yang saya miliki yang bermanfaat bagi orang lain?
Þ Tren macam apa yang ada dalam keuarga, masyarakat, atau seluruh negeri?
Þ Adakah sesuatu yang digunakan seseorang hari ini, yang dengan sedikit modifikasi bisa digunakan untuk tujuan yang lain?

Dan sebagainya. Perhatikan bahwa proses bertanya ini berhasil baik jika hal ini tumbuh dari rasa ingin tahu dan hasrat Anda akan hal-hal yang menarik minat. Hanya lewat antusiasme murni Anda akan mampu memopa energi untuk memikirkan pemecahan atas masalah-masalah yang Anda ketahui. Dengan energi pula Anda mampu mengambil tindakan untuk mewujudikan impian.

Hubungan yang Bermakna
Tidak menjadi soal apakah Anda mendapatkan ide cemerlang dari hubungan Anda dengan seseorang – melalui teknik-teknik membangun jaringan relasi, kerja sama, atau bergabung dengan komunitas kreatif – ataukah Anda mendapatkannya secara mendadak, lewat kejadian sertentak, saat bertemu seseorang yang memiliki apa yang Anda cari. Yang penting adalah Anda sadar bahwa berhungan dengan orang ain – secara langsung, lewat telepon, e-mail, faks, atau apa saja – adalah salah satu peranti paling ampuh yang Anda miliki untuk memperoleh inspirasi, masukan, dan mendapat pelatihan, Jadi, bicaralah dengan orang baru hari ini, dan lihat, apakah Anda langsung merasa lebih hidup dan lebih kreatif.

Strategi Menyatu dengan Masyarakat Luas
1. Menghubungi Pribadi Kreatif yang Anda Kenal
a. Sebutkan tiga orang paling kreatif yang Anda kenal. Dalam hal apa mereka kreatif : Bidang Seni? Bidang Usaha? Gaya hidup di segala bidang? Berinteraksi secara kreatifkah Anda dengan mereka? Apakah Anda saling bertukar pikiran? Apakah Anda meminta bantuan mereka untuk mengeksplorasi dan meningkatkan karya kreatif? Apakah Anda selalu siap berbagai gagasan dengan mereka?
b. Coba hubungi salah satu teman Anda yang kreatif. Cari tahu apa yang sedang dilakukannya saat ini. Dapatkan ilham dari kegiatan berbagi gagasan ini. Jika mungkin, luangkan waktu untuk mengunjunginya selagi Anda masih membaca buku ini, untuk mendiskusikan pendapat Anda tentang Kreativ.
2. Mempertinggi Kesadaran akan “Keserentakan” dan “Kemujuran”
a. Mulailah dengan memperhatikan kejadian-kejadian sertentak atau mujur yang terjadi selama sebulan sebagai akibat pertemuan dengan orang lain. Kejadian-kejadian ini bisa meliputi kebetulan-kebetulan sepele, seperti bertemu seseorang yang juga mengenal teman Anda, mendapati bahwa Anda dan teman kulaih dahulu menangani klien yang sama, atau tidak sengaja membaca artikel di majalah tentang orang yang baru saja Anda pikirkan. Perhatian terhadap hal-hal kecil menandai permulaan meningkatnya kesadaran akan keserentakan. Pada saat bersamaan, mulailah mengumpulkan kisah-kisah dari orang-orang yang Anda temui, atau artikel yang Anda baca, yang menceritakan kejadian serentak yang terjadi di masyarakat.
Tulislah jurnal atau “catatan keserentakan” untuk merkeam pengalaman keserentakan Anda sendiri dan orang lain. Semakin sadar Anda akan keserntakan yang terjadi di sekeliling Anda, semakin berpengalaman Anda jadinya.
b. Seiring dengan berkembangnya keterampilan pengamatan dan kesadaran, mulailah menerpakan potensi keserentakan dalam proyek kreatif. Mulailah dengan mendaftar semua proyek dan masalah. Lalu, luangkan waktu setiap hari, lontarkan pertanyaan-pertanyaan berikut :
Ø Apakah yang telah saya lihat, atau lakukan hari ini yang berkaitan dengan ide atau tema lain dalam hidup saat ini?
Ø Siapa saja yang saya temui hari ini dan pelajaran apa yang saya dapatkan dari orang-orang tersebut?
Ø Bagaimana saya bisa menerapkan pelajaran yang saya dapat dari orang yang saya temui hari ini dalam sesuatu yang sedang saya kerjakan?
Usahakan bicara dengan orang-orang yang berada di luar zona kenyamanan Anda – orang-orang yang antre di belakang Anda saat di bank atau toko kelontong, tukang antar piza, sopir taksi yang mengantarkan Anda ke bandara – siapa saja yang biasanya tidak Anda ajak bicara berlama-lama. Bisa jadi, ide yang dilontarkan orang-orang ini, atau hubungan mereka dengan orang lain, merupakan sesuatu yang amat berharga bagi Anda.

3. Menjajaki Berbagai Pilihan Komunitas Kreatif
Habiskan akhir minggu ini dengan membaca-baca koran atau pergi ke toko buku, pusat-pusat berkebun, toko pemasok peralatan seni, atau pusat-pusat pendidikan untuk mencari keompok yang memiliki minat kreatif serupa. Tak masalah minat apa pilihan Anda. Cari satu dan bergabunglah. Anda mungkin akan mencari klub atau perkumpulan sarapan pagi, yang di dalamnya Anda bisa bertemu orang-orang seprofesi. Kemungkinan lain, pikirkan salah satu hobi waktu luang Anda. Cari sebuah kelompok, lalu telepon ketua kelompok tersebut untuk mencari informasi tentang kelompoknya, atau pergilah ke pertemuan untuk perkenalan dengan para anggotanya. Lalu, tentukan : bergabung atau tidak.

4. Mendapatkan Seorang Pembimbing
Adakah seorang yang bisa menjadi pembimbing yang baik dalam lingkup minat yang Anda geluti? Tulis surat penjelasan mengapa Anda ingin membina hubungan mentoring, dan mengapa Anda akan menjadi murid yang baik bagi orang tersebut. Jika anda merasa puas dengan surat tersebut, teruskan, lalu poskan. Jika tidak mendapatkan balasan, Anda boleh mencoba kirimkan surat lagi, atau menelponnya; atau cobalah mencari orang lain serta menghubungi orang tersebut.

5. Siapa Rekan atau Mitra Kerja Sama Potensial?
Renungkan tentang upaya kreatif mana yang akan menghasilkan manfaat jika dilakukan secara bersama. Pikirkan tentang pengetahuan yang oaling Anda kuasai. Apa lima hal yang benar-benar Anda ketahui? Teknologi? Industri? Memasak? Seni? Bisbol? Dekorasi Interior? Keterampilan terbaik apa yang Anda miliki? Apa lima hal yang bisa Anda lakukan dengan cukup baik atau dengan amat mahir? Menyunting? Pertukangan? Mengorganisasi? Akting? Mengasuh Anak? Mengemudikan mobil balap?
Sekarang, pikirkan tentang apa yang ingin atau perlu Anda ketahui. Keterampilan apa yang tidak Anda kuasai dalam upaya merealisasikan sasaran tersebut? Kenalkah Anda dengan orang-orang yamg memiliki keterampilan tersebut? Tulislah nama dua atau tiga orang yang bisa Anda ajak bekerja sama.
Dari daftar Anda, putuskan siapa yang akan Anda ajak bekerja sama dalam upaya kreatif. Anda boleh mencomot sesuatu yangberorientasi bisnis, lengkap dengan motif untung rugi, atau suatu hobi yang ingin anda kerjakan semata-mata demi kesenangan. Buat kesepakatan dengan orang yang Anda pilih, adakan masa percobaan muali dua hingga enam bulan untuk mengetahui apakah kerja sama tersebut saling menguntungkan. Jika ya, teruskan atau kembangkan dengan merekrut orang lain. Jika daya kreatif mulai habis, dengan kesepakatan bersama, Anda bisa mengakhiri kerja sama tersebut. Rute mana pun yang Anda ambil, demi keuntungan atau kesenangan semata, pusatkan upaya terutama pada bagaimana saling meningkatkan C.O.R.E. kreatif.

6. Membangun Jaringan Anda
Kenali berbagai tempat yang di tempat itu Anda bisa membangun jaringan. Jika prioritas Anda adalah bidang bisnis, mulailah dengan mengontak asosiasi dagang atau profesional di daerah Anda untuk mengetahui pertemuan apa saja yang mereka sponsori, seperti acara sarapan pagi, makan siang, atau seminar. Banyak kamar dagang dan asosiasi bisnis lokal ang juga mengadakan sesi membangun jaringan relasi.
Untuk membangun jaringan relasi di tengah lingkungan kreatif yang memungkinkan Anda berkenalan dengan eksekutif penerbitan, penulis naskah, produser musik, dan para profesional kesenian tingkat tinggi yang lain, mulailah dengan mencari berbagai asosiasi profesional untuk orang-orang dalam bidang seni yang Anda geluti. Dalam pertemuan berkala kelompok-kelompok ini, Anda bisa sering bertemu dengan orang-orang yang punya akses ke perantara kalangan atas yang bisa menolong Anda.
Jika Anda suka, ajaklah pembangun jaringan relasi yang andal menurut Anda, untuk mendampingi dalam meniti langkah selanjutnya, untuk memberi kiat-kiat dalam membangun jaringan relasi.

7. Menentukan Target Relasi Terbaik
Pikirkan tentang seseorang yang paling ingin Anda ajak bicara, namun Anda merasa takut menghubunginya. Bagaimana Anda bisa menghubungi orang ini? Ketakutan atau keraguan apa yang Anda hadapi dalam upaya menghubungi orang ini? Jika biang keladinya adalah masalah logistik, bagaimana cara Anda mengatasinya? Renungkan dilema ini, atau tulis dalam jurnal mengenai ketakutan dan keraguan tersebut. Bacalah buku tentang membangun jaringan relasi, mengatasi rasa malu, serta topik lain yang bisa membantu. Tanya seorang rekan kerja atau kenalan yang Anda anggap andal dalam membangun jaringan relasi, mintalah nasihat untuk meningkatkan kemampuan bergaul dengan orang lain.

Untuk mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyarakat luas ada baiknya setiap individu harus mempunyai kemampuan Kreativ bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain. Seperti yang ditulis oleh Dale Carnegie dalam bukunya “How to Win Friends and Influence People” .
Berurusan dengan orang mungkin adalah masalah terbesar yang anda hadapi, terutama kalau anda berkecimpung dalam bisnis. Ya, itu juga sama benarnya kalau anda seorang ibu rumah tangga, arsitek, atau insinyur. Penelitian yang dikerjakan beberapa tahun lalu di bawah pengawasan Carnegie Foundation untuk Kemajuan Pengajaran membuka fakta palin penting – satu fakta yang nantinya diteaskan dengan studi tambahan yang dibuat oleh Carnegie Institute of Technology. Hasil penelitian mereka mengungkapkan bahwa bahkan dalam garis teknis rekayasa, sekitar 15% sukse keuangan seseorang adalah karena pengetahuan teknis seseorang dan sekitar 85% adalah karena keterampilan dalam rekayasa manusia – kepribadian dan kemampuannya memimpin orang.
Selama bertahun-tahun, saya menjalankan kursus setiap musim di Engineer’s Club di Philadelphia, dan juga kursus-kursus untuk New Yark Chapter dari American Institut of Electrical Engineers. Sejumlah total mungkin lebih dari seribu lima ratus insinyur telah lulus dalam pelajaran saya. Mereka datang kepada saya karena mereka akhirnya menyadari, setelah observasi dan pengalaman bertahun-tahun, bahwa personel dengan bayaran paling tinggi dalam rekayasa seringkali bukanlah mereka yang tahu paling banyak tentang rekayasa. Sebagai contoh, orang dapat mempekerjakan orang yang hany berkemampuan teknis semata-mata dalam rekayasa, akuntansi, arsitektur, atau profesi lain apa pun dengan gaji normal. Tapi orang yang memiliki pengetahuan teknik ditambah kemampuan mengekspresikan ide-ide, untuk memegang kepemimpinan, dan untuk menggugah antusiasme di antara mereka – orang seperti itulah yang diarahkan untuk memperoleh kekuasaan yang lebih tinggi.
Dalam hari-hari sibuk kegiatannya, John D. Rockefeller mengatakan bahwa “kemampuan berurusan dengan manusia adalah sama bisa dibelinya dengan komiditi gula dan kopi.” Dan saya akan membayar lebih besar untuk kemampuan itu,” ujar John D., “dibandingkan untuk yang lainnya yang berada di bawah matahari.”
Tidakkah Anda mengira bahwa setiap sekolah di muka bumi ini seharusnya menjalankan kursus untuk mengembangkan kemampuan dengan harga tertinggi di bawah matahari? Namun, seandainya ada satu saja kursus praktis dan masuk akal semacam itu yang diberikan utnuk orang dewasa pada hanya satu sekolah di muka bumi, hal itu telah lolos dari perhatian saya hingga penulisan saya saat ini.
Saya secara pribadi mewawancarai orang-orang yang berhasil, beberapa di antara mereka terkenal di dunia – para penemu seperti Marconi dan Edison; para pemimpin politik seperti Franklin D. Roosevelst dan James Fearly; para pemimpin bisnis seperti Owen D. Young; bintang filim seperti Clark Gable dan Mary Pickford; dan para penjelajah seperti Martin Johnson – dan berusaha menemukan teknik-teknik yang mereka gunakan dalam bungan manusia atau menyatu dengan masyarakat.
Dari semua bahan ini, saya menyiapkan satu ceramah singkat. Saya menyebutnya “Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain.” Saya katakan “singkat”. Pada mulanya memang singkat, tapi segera diperluas menjadi kuliah yang menghabiskan waktu satu jam tiga puluh menit. Selama bertahun-tahun, saya memberikan kuliah ini setiap musim, kepada orang dewasa pada kursus-kursus Carnegie Institute di New York.
Saya menyampaikan ceramah ini dan mendesak mereka untuk keluar dan mengujinya dalam bisnis dan kontak sosial mereka, kemudian kembali ke kelas untuk membicarakan pengalaman mereka dan hasil yang telah mereka capai. Tugas yang bukan main menarik!Para wanita dan pria ini, yang lapar akan pengembangan diri, merasa sangat tertarik dengan ide kerja dalam semacam laboratorium baru – laboratorium pertama dan satu-satunya yang pernah ada bagi orang dewasa mengenai hubungan manusia.

Teknik-Teknik Dasar dalam Menangani Manusia
Kalau anda inign mengumpulkan madu, jangan tendang sarang lebahnya.
Pada tanggal 17 Mei 1931, perburuan penjahat paling sensasional di kota New York yang pernah dikenal akhirnya sampai pada klimaksnya. Setelah berminggu-mingu pencarian, Crowley si “Dua Senjata” – sang pembunuh, perampok bersenjata yang tidak merokok dan tidak minum minuman keras – berada dalam posisi bertahan, terjebak dalam apartemen kekasihnya di West End Avenue.
Seratus lima puluh polisi dan detektif mengepung tempat persembunyiannya. Mereka membuat lubang-lubang di atap; mereka berusaha memancing keluar Crowley, si “pembunuh polisi,” dengan gas air mata. Kemudian mereka menyiapkan senapan mesin di gedung-gedung di sekitarnya, dan selama lebih dari satu jam area pemukiman New York dipenuhi suara letusan senjata. Crowley, merangkak di belakang kursi, membalas tembakan polisi tanpa henti. Sepuluh ribu orang tercekam menyaksikan pertempuran ini. Belum pernah kejadian seperti ini terjadi di pinggir jalan New York.
Ketika Crowley tertangkap, Komisaris Polis E.P. Mulrooney menyatakan bahwa si bandit dua senjata merupakan salah satu dari kriminal paling berbahaya yang pernah tercatat dalam sejarah New York. “Dia akan membunuh, “ujar sang Komisioner,” hanya karena jatuhnya sehelai bulu.”
Tapi bagaimana Crowley si “Dua Senjata” memandang dirinya sendiri? Kita tahu, karena tatkala polisi memberondong apartemennya, dia menulis sepucuk surat yang ditujukan “Untuk mereka yang berkepentingan.” Dan, ketika dia menulis, darah mengalir dari lukanya meninggalkan jejak merah di kertas. Dalam suratnya ini, Crowley berkata: “Di balik pakaian saya ada sbuah hati yang letih, tapi sebuah hati yang baik – yang tidak tega melukai siapa pun.”
Beberapa saat sebelum hal ini terjadi, Crowley baru saja mengadakan pesta kencan dengan pacarnya di pinggir kota Long Island. Tiba-tiba seorang polisi muncul menghapiri mobil dan meminta: “Coba saya lihat surat mengemudi anda.”
Tanpa berkata sepatah pun, Crowley menarik picu senjatanya dan menembak polisi itu hingga mandi darah. Tatkala polisi yang menjadi korban itu jatuh, Crowley melompat keluar mobil, merampas senjatanya, dan menembakkan sebutir peluru lagi ke tubuh tak berdaya itu. Dan itulah si pembunuh yang berkata: “Di balik pakaian saya ada hati yang letih tapi sebuah hati yang baik – hati yang tidak tega menyakiti siapa pun.”
Crowley dihukum mati di kursi listrik. Begitu dia tiba di penjara Sing Sing, apakah dia berkata, “Ini yang saya peroleh karena membunuh orang-orang”? Tidak, dia berkata: Ini yang seaya peroleh karena membela diri.”
Hal penting dari kisah ini adalah : Crowley si “Dua Senjata” tidak menyalahkan dirinya sama sekali. Apakah itu sikap yang tidak biasa di antara para kriminal? Kalau Anda mengira begitu, dengarkan ini :
“Saya sudah melewatkan tahun-tahun dalam hidup saya memberi orang-orang kesenangan, membantu mereka menikamti hidup, dan apa yang saya peroleh adalah perlakuan kejam, sebagai orang yang diburu-buru.”
Dari kejadian tersebut dapat diambil pelajaran bahwa: “Kritik adalah hal yang sia-sia karena menempatkan seseorang dalam posisi defensif dan biasanya membuat orang itu berusaha mempertahankan dirinya. Kritik itu berbahaya, karena melukai rasa kebanggaan seseorang, melukai perasaan pentingnya, dan membangkitkan rasa benci.”
B.F. Skinner, seorang psikologi terkenal di dunia, membuktikan lewat pengalaman-pengalamannya bahwa seekor binatang yang diberi hadiah karena tingkah laku baik, akan belajar jauh lebih cepat dan menyimpan apa yang dipelajjarinya dengan jauh lebih efektif, dibandingkan dengan seeokor binatang yang dihukum karena bertingkah laku buruk.Studi-studi berikutnya menunjukkan bahwa hal yang sama juga berlaku pada manusia. Dengan mengkritik, kita tidak membuat perubahan yang langgeng dan seringkali malah menimbulkan rasa benci.
Hans Selye, seorang psikolog besar lannya, berkata, “Kehausan kita akan persetujuan, sama besarinya dengan ketakutan kita kepada kritik.” Rasa benci yagn ditimbulkan oleh kritik dapat menurunkan semangat kerja para pegawai, anggota keluarga dan kawan-kawan, dan tetap tidak memperbaiki situasi yang sudah dikritik.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Jangan mengkritik, mencerca, atau mengeluh.

Rahasia Besar Dalam Berurusan Dengan Manusia
Hanya ada satu cara di bawah surga untuk menggugah siapa pun melakukan apa saja. Apakah anda pernah berhenti memikirkan hal ini? Ya, hanya satu cara. Dan itu adalah dengan membuat orang lain ingin melakukannya.
Ingat, tidak cara lain.
Tentu saja Anda bisa membuat seseorang memberi Anda jamnya dengan menodongkan pistol ke rusuknya. Anda bisa membuat pegawai Anda mau bekerja sama dengan Anda – sampai punggung Anda berbalik – dengan ancaman memecat mereka. Anda bisa membuat seorang anak melakukan apa yang Anda kehendaki dengan cambukan atau ancaman. Tapi metode-metode kejam ini sudah sama sekali tidak bisa diharapkan bereaksi.
Satu-satunya cara yang bisa menggerakkan Anda melakukan apa pun adalah dengan memberi Anda apa yang Anda inginkan.
Apa yang Anda inginkan ?
Sigmund Freud berkata bahwa segala yang Anda dan Saya kerjakan berasal dari dua motif: desakan seks dan hasrat untuk menjadi besar.
John Dewey, salah seorang filsuf Amerika yang paling terkenal mengungkapkannya dengan cara agak berbeda. Dr. Dewey berkata bahwa desakan yang paling dalam pada sifat dasar manusia adalah “hasrat untuk menjadi penting”. Ini sangat penting. Anda akan mendengar banyak tentang hal tersebut.
Lincoln pernah memulai satu suratnya dengan mengucapkan : Setiap orang menyukai pujian. “William James berkata: “Prinsipi paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai.” Dia tidak menyebutnya sebagai satu “harapan” atau “hasrat” atau “dambaan” untuk dihargai. Dia mengatakan “kebutuhan” untuk dihargai.
Ini adalah satu rasa lapar manusai yang tak terpikirkan dan tak tergoyahkan, dan individu langka yang benar-benar dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya dan “bahkan pengurus pemakaman akan menyesal tatkala dia meninggl.”
Hasrat untuk menjadi penting adalah salah satu perbedaan nyata antara manusia dan binatang. Untuk menggambarkannya : Tatkala saya masih sebgai anak petani di Missouri, ayah saya memberikan babi Dourec-Jersey yang baik dan turunan ternak bermuka-putih. Kami biasa memamerkan babi-babi dan ternak bermuka-putih kami pada perayaan-perayaan kampung dan pameran-pameran ternak di seluruh Middle West. Kami memenangkan hadiah pertama. Ayah memasang pita birunya pada sehelai muslin putih, dan tatkala kawan-kawan ata para pengunjung berdatangn ke rumah, dia akan mengeluarkan helai kain msulim itu. Dia akan memegang satu ujungnya dan saya akan memegang yang satunya manakala dia memamerkan pita-pita biru itu.
Kalau nenek moyang kita tidak mempunyai hasrat besar terhadap perolehan rasa penting ini, peradaban akan menjadi tidak mungkin terjadi. Tanpa hal ini, kita tidak akan ada bedanya dengan binatang.
Hasrat untuk menjadi penting inilah yang telah menggerakkan seorang pelayan toko makanan yang tidak berpendidikan dan miskin untuk mempelajari beberapa buku hukum yang ditemukannya di dasar tong dari barang rumah tangga rampasan yang telah dibelinya dengan harga lima puluh sen. Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang pelayan toko makanan ini. Namanya adalah Lincoln.
Manusia kadang-kadang menjadi cacat dalam usahanya memperoleh simpati dan perhatian, dan mendapatkan perasaan penting. Sebagai contoh, kita lihat Nyonya McKenley. Dia memperoleh perasaan pentingnya dengan cara memaksa suaminya, Presiden Amerika, untuk mengabaikan urusan-urusan penting negara pada saat preseiden berbaring di tempat tidur bersamanya, selam berjam-jam, dengan lengan presiden yang terus memeluknya dan membelainya sampai tertidur. Dia memuaskan hasrat memperoleh perhatiannya dengan memaksakan presiden tetap berssamanya tatkala dia sedang berobat ke dokter gigi, dan pernah sekali terjadi keributan besar ketika presiden meinggalkannya sendiri bersama si dokter gigi karena presiden mempunyai janji dengan John Hay, menteri luar negerinya.
Menyakiti orang lain bukan hanya tidak akan mengubah orang itu, hal itu tidak pernah diperlukan. Ada satu pepatah lama yang berbunyi :
Saya akan melewati jalan ini hanya sekali; karenanya setiap perbuatan bai yang dapat saya lakukan atau kebaikan apa pun yang bisa saya perlihatkan kepada siapa pun, biarlah saya melakukannya sekarang. Jangan biarkan saya menunda, juga jangan biarkan saya mengabaikannya, karena mungkin saya tidak akan melewati jalan ini lagi.
Emerson berkata : “Setiap orangyang saya jumpai adalah lebih baik dari saya dalam hal tertentu. Dengan cara itu, saya belajar tentang dirinya.”
Mari kita berhenti dari apa yang ingin kita capai dari keinginan-keinginan kita. Mari kita coba menemukan hal-hal baik dalam diri orang lain. Kemudian lupakan tentang sanjungan. Berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Jadilah “tulus dalam penerimaan Anda dan murah hati dalam memberi penghargaan,” dan orang-orang akan mengingat kata-kata anda, menghargainya dan mengulangnya sepanjang hidup –mengulangi kata-kata itu bertahun-tahun setelah Anda melupakannya.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Berikan penghargaan yang jujur dan tulus.

“Dia Yang Mampu Melakukannya Akan Memiliki Seluruh Dunia Bersamanya. Dia Yang Tidak Bisa, Akan Berjalan Dalam Jalan Yang Sepi”
Satu-satunya cara dibumi ini untuk mempengaruhi orang lain adalah berbicara tentang apa yang meeka inginkan dan tunjukkan kepada mereka bagaimana memperolehnya.
Ingat itu tatkala Anda mencoba menggerakkan seseorang untuk mengerjakan sesuatu. Kalau, misalnya, anda tidak ingin anak-anak Anda merokok, jangan memberi ceramah kepada mereka, dan jangan bicarakan tentang apa yang Anda inginkan; melainkan tunjukkan kepada mereka bahwa rokok mungkin akan membuat mereka tidak bisa masuk dalam tim bola basket atau tidak bisa memenangkan lari seratus meter.
Ini adalah hal yang baik untuk diingat lepas dari apakah anda berurusan dengan anak-anak atau anak sapi atau simpanse. Sebagai contoh: suatu hari Ralph Waldo Emerson dan putranya berusaha menghela seekor anak sapi agar masuk ke kandangnya. Namun mereka membuat kesalahan yang lazim karena hanya memikirkan tentang apa yang mereka inginkan; Emerson mendorong dan putranya menghela. Tapi sapi itu hanya memikirkan apa yang dia inginkan; maka dia mengeraskan kakinya dan dengan keras kepala menolak meninggalkan padang rumput itu. Seorang pembantu bansa Irlandia melihat kejadian ini. Dia tidak bisa menulis esai dan buku; tapi setidaknya dalam peristiwa ini, dia lebih memiliki pengertian kuda atau pengertian anak sapi, dibandingkan dengan Emerson. Dia memikirkan tentang apa yang diinginkan si anak sapi; maka dia memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut si anak sapi membiarkan anak sapi itu mengisap jarinya tatkala dia dengan lembut menghelanya masuk kandang.
Setiap tindakan yang pernah Anda lakukan sejak hari kelahiran Anda, dilakukan karena Anda menginginkan sesuatu. Bagaiman halnya pada saat Anda memberi sumbangan besar pada Palang Merah? Ya, tidak ada pengecualian dengan aturan itu. Anda memberi donasi pada Palang Merah karena Anda ingin menolong; Anda ingin melakukan tindakan baik, yang tidak memikirkan diri sendiri dan mulia. “Dalam banyak hal yang telah Anda kerjakan, Anda telah melakukannya untuk diri sendiri.”
Dunia penuh dengan manusia-manusia yang merampas dan mementingkan diri sendir. Maka, individu yang memang jarang bersedia, yang berusaha tanpa mementingkan diri sendiri memberi pelayansn pada orang lain, mempunyai keuntungan besar. Mereka hanya memiliki sedikit pesaing. Owen D.Young, seorang ahli hukum terkenal dan salah satu pemimpin besar dalam bisnis Amerika, pernah berkata: “Orang yang bisa meletakkan diri mereka pada tempat orang lain, yang bisa mengerti cara berpikir mereka, tidak perlu khawatir tentang masa depan mereka.”
Melihat dari sudut pandang orang lain dan membangkitkan dalam dirinya rasa ingin memperoleh sesuatu tidak boleh dianggap sebagai memanipulasi orang itu sehingga dia akan mengerjakan sesuatu yang hanya berguna untuk Anda dan menyebabkan kerugiannya.
Untuk mengulang nasihat bijaksana Profesor Verstreet : Pertama bangkitkan keinginan dalam diri orang lain. Dia yang bisa melakukan hal ini, memiliki seluruh dunia bersamanya. Dia yang tidak bisa, akan berjalan di jalan yang sepi.
William Winter pernah berkata bahwa “ekspresi-diri adalah kebuthan dominan dari sifat dasar manusia.” Mengapa kita tidak bisa mengadaptasi psikologi yang sama ini untuk urusan bisnis kita? Pada saat kita memiliki ide cemerlang, bukannya membuat orang lain berpikir bahwa itu milik kita, mengapa tidak membiarkan mereka sendiri yang memasak dan mengaduk ide itu.
Ingat: “Pertama, bangkitkan minat dalam diri orang lain. Dia yang bisa melakukan hal ini, memiliki seluruh dunia bersamanya. Dia yang tidak bisa, akan berjalan di jalan yang sepi.”
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Bangkitkan minat dalam diro orang lain..

Lakukan ini dan Anda akan disambut hangat di mana saja
Pernahkan Anda berpikir bahwa seekor anjing adalah satu-satunya binatang yang tidak perlu bekerja untukmenghidupi dirinya? Seekor ayam betina harus member telur, sapi harus memberikan susunya, dan seekor burung kenari harus bernyanyi. Tapi seekor anjing tidak harus bekerja dan tidak memberi Anda sesuatu pun kecuali cinta.
Ketika saya berusia lima tahun, ayah membelikan saya anak anjing kecil berbulu kuning seharga lima puluh sen. Dia adalah sinar terang dan kesenangan pada masil kecil saya. Setiap sore sekitar pukul setengah lima, dia akan duduk di halaman depan dengan matanya yang indah memandang tajam ke jalan, dan begitu dia mendengar suara saya atau melihat saya menenten ember santap malam saya menuju bukit, dia akan melompat datang seperti peluru yang ditembakkan, berlari kencang naik ke bukit untuk menyapa saya sambil berlompatan kegirangan dan menggonggong karena senangnya.
Tippy adalah sobat saya selama lima tahun. Kemudian suatu malam yang tragis – saya tidak akan pernah melupakannya – dia mati, pada jarak sepuluh kaki di mana saya berada, mati tersambar petir. Kematian Tippy merupakan tragedi masa kecil saya.
Kau tidak pernah membaca buku psikologi, Tippy. Kau tidak pernah membacanya. Kau sudah tahu berdasarkan naluri bahwa kau bisa berteman lebih banyak dalam waktu dua bulan, dengan cara menjadi sungguh-sungguh tertarik pada orang lain dibandingkan dengan yang bisa kau lakukan dalam waktu dua tahun dengan cara mengusahakan orang lain yang tertarik padamu. Anda bisa mendapat lebih banyak kawan dalam waktu dua bulan dengan cara menjadi tertarik pada orang lain dibandingkan dengan yang bisa Anda peroleh di waktu dua tahun dengan cara mengusahakan orang lain tertarik pada Anda.
Kalau kita Cuma berusaha memberi kesan kepada orang lain, dan berusaha menjadikan orang lain tertarik kepada kita, kita tidak akan pernah mempunyai banyak kawan yang sejati dan tulus. Kawan, kawan sejati, tidak dihasilkan dengan cara itu.
Alfred Adler, seorang psikolog terkenal dari Vienna, menulis sebuah buku dengan judul What Life Should Mean To You. Dalam buku itu, dia berkata: “Individu yang tidak tertarik kepada kawan-kawannyalah yang memiliki kesulitan terbesar dalam hidup dan memberikan luka terbesar kepada orang lain. Dari antara para individu tersebutlah semua kegagalan manusia timbul.”
Kalau kita ingin berkawan, biarkan diri kita melakukan sesuatu untuk orang lain – hal-hal yang memerlukan waktu, energi, rasa tidak mementingkan diri dan pemikiran. Tatkala Duke of Windsor saat itu adalah Pangeran Wales, dia dijadwalkan untuk mengadakan perjalanan ke Amerika Selatan, dan sebelum dia memulai tur itu, dia menghabiskan waktu berbulan-bulan belajar bahasa Spanyol sehingga dia bisa berbicara di depan umum dalam bahasa negara itu, dan Amerika Selatan mencintainya karena ini.
Kalau kita ingin mendapat kawan, mari kita menyapa orang dengan antusias dan bersemangat. Banyak perusahaan yan melatih para operator teleponnya untuk menyapa para penelepon dalam nada suara yang menyiratkan minat dan antusiasme. Si penelpon merasa bahwa perusahaan memperhatikan mereka. Mari kita ingat hal itu apabila kita menerima telepon besok.
Memperhatikan minat yang sungguh-sungguh terhadap orang lain bukan hanya memberi kawan bagi anda, melainkan juga akan menarik pelanggan setia untuk perusahaan Anda. Kalau Anda ingin orang lain menyukai Anda, kalau Anda ingin mengembangkan persahabatan sejati, kalau Anda ingin menolong orang lain sekaligus menolong diri Anda sendiri, simpan prinsip ini dalam pikiran Anda :Bersungguh-sunggulah menaruh minat kepada orang lain.

Cara Sederhana Untuk Membuat Kesan Pertama Yang Baik
Pada suatu pesat santap malan di New York, salah satu tamu, seorang wanita yang mendapat warisan uang, dengan bersemangat ingin membuat kesan kepada setiap orang. Dia sudah menghambur-hamburkan harta itu untuk mantel bulu musang, berlain dan mutiara. Tapi dia belum melakukan sesuatu pun pada wajahnya. Wajah itu menampilkan kesuraman dan rasa memntingkan diri sendiri. Dia tidak menyadari apa yang diketahui semua orang: yaitu, bahwa ekspresi yang terpantul dari wajah seseorang adalah jauh lebih penting dari pada pakaian yang dikenakannya.
Charles Schwab mengatakan pada saya bahwa senyumnya bernilai sejuta dolar. Dan dia mungkin memang mengatakan yang sebenarnya. Karena kepribadian Schwab, daya tariknya, kemampuannya membuat orang menyukainya, hampir semuanya menjadi penyebab dari suksenya yang luar biasa; dan salah satu faktor yang sangat menyenangkan dalam kepribadiannya adalah senyumnya yang memikat.
Senyum Anda merupakan sebuah utusan dari niatbaik Anda. Senyum Anda membuat cemerlang kehidupan mereka semua yang memandangnya. Bagi seseorang yang telah melihat selusin manusia yang mengerutkan dahi, merengut atau memalingkan wajah mereka, senyum Anda seperti matahari yang membelah awan. Terutama untuk seseorang yang sedang tertekan oleh bosnya, para pelanggannya, gurunya, atau orang tua atau anak-anaknya, seulas senyum bisa menolongnya menyadari bahwa semuanya bukan tanpa harapan – bahwa masih ada kegembiraan dalam dunia ini.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Tersenyumlah.

Kalau Anda Tidak Melakukan Ini, Anda Akan Menuju ke Jalan Kesulitan
Kadang-kadang memang sulit untukmengingat sebuah nama, terutama bila nama itu sulit diucapkan. Bukannya berusaha mempelajarinya, banyak orang malah mengabaikannya atau memanggil orang itu dengan nama panggilan yang mudah. SidLevy mengunjungi seseorang pelanggan yang bernama Nicodemus Papadoulus. Kebanyakan orang hanya memanggilnya “Nick”. Levy menceritakan hal ini pada kami: “Saya berusaha secara khusus untuk menyebutkan namanya beberapa kali kepada diri saya sendiri sebelum saya mengunjunginya. Tatkala saya menyapanya dengan nama lengkapnya: ‘Selamat sore, Mr. Nicodemus Papadoulus’, dia tercengang. Untuk waktu kira-kira beberapa menit, tidak ada jawaban sama sekali darinya. Akhirnya, dia menjawab denga air mata berlinang di pipinya, ‘Mr. Levy, selama lima belas tahu saya berada di negara ini, tak seorang pun pernah berusaha memanggil saya dengan nama saya yang benar.’”
Kebijaksanaan dalam mengingat dan menghormati nama kawan-kawannya dan rekan-reakan bisnisnya adalah salah satu rahasia kepemimpinan Andrew Carnegie. Dia bangga akan fakta bahwa dia mampu memanggil banyak dari pekerja pabriknya dengan nama pertama mereka, dan dia menyombongkan bahwa selama dia sendiri memegang tanggung jawab, tak satu pun pemogokan pernah mengganggu pabrik bajanya yang bersinar-sinar.
Kebanyakan orang tidak mau mengingat nama karena alasan sederhana, yaitu mereka tidak meluangkan waktu dan energi yang perlu untuk berkonsentrasi dan mengulangnya, kemudian mengingat nama-nama itu lekat-lekat dalam pikiran mereka. Mereka membuat dalih untuk diri mereka sendiri; mereka terlalu sibuk.
Nah, kita harus sadarh akan keajaiban yang ada dalam sebuah nama, dan sadar bahwa benda yang satu ini sepenuhnya merupakan milik orang itu, dengan siapa kita berhubungan bukan seorang pun yang lain. Nama membuat para individu terpisah; nama membuatnya unik diantara yang lainnya. Informasi yang sedang berusaha kita ingat, atau permintaan yang sedang kita buat, mempunyai kepentingan khusus tatkala kita mendekati situasinya dengan nama individu bersangkutan tersebut. Mulai dari pelayanan sampai eksekutif senior, nama akan bekerja secara ajaib pada saat kita berurusan dengan orang lain.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Nama seseorang bagi bersangkutan merupakan suara yang paling manis dan terpenting dalam bahasa apa pun..

Cara Mudah Untuk Menjadi Pembicara Yang Baik
Apa rahasia dan misteri wawancara yang berhasil? Nah menurut presiden Harvard yang sebelumnya, Charles W. Eliot, “Tidak ada misteri dalam wawancar bisnis yang berhasil…Hanya satu: perhatian penuh terhadap orang yang sedang berbicara pada Anda, itu sangat penting. Tidak ada hal lain yang sangat menyanjung.”
Mendengarkan sama pentingnya untuk kehidupan rumah tangga dan bisnis. Millie Esposito dari Croton-on-Hudson, NewYork, membiasakan diri mendengarkan dengan cermat ketika salah seorang anaknya ingin berbicara dengannya. Suatu malam dia sedang duduk di dapur bersama putranya, Robert, dan setelah satu diskusi singkat tentang sesuatu yang ada dalam pikiran anaknya, Robert berkata: “Bu, saya tahu kalau Ibu sagat mencintai saya.”
Nyonya Esposito begitu tersentuh mendengar itu dan berkata: “Sudah pasti Ibu sangat mencintaimu. Kau meragukannya?
Robert menjawab: “Tidak, tetapi saya tahu kalau Ibu sungguh-sungguh mencintai saya, karena setiap kali saya ingin bicara tentang sesuatu, Ibu akan menghentikan apa pun yang sedang Ibu kerjakan, dan mendengarkan saya.”
Orang yang suka sekali mengeluh, bahkan tukang kritik yang paling kejam, seringkali akan menjad lembut dan lunak di depan seorang pendengar yang sabar dan simpatik – pendengar yang akan berdiam diri ketika si pemberang yang selalu mencari kesalahan mendesis seperti ular kobra dan menyemprotkan racunnya.
Orang-orang yang hanya bicara tentang diri mereka hanya berpikir tentang diri mereka sendiri. Dan “orang-orang yang hanya berpikir tentang diri mereka sendiri,” Dr. Nicholas Murray Butley, presidedn dari Universitas Columbia, berkata, “tak salah lagi, adalah orang tak berpendidikan. Mereka itu bukan orang berpendidikan, “ujar Dr. Butler, tidak peduli betapa mereka diberi pengajaran.”
Maka, bila Anda ingin menjadi seorang pembicara yang baik, jadilah pendengar yang penuh perhatian. Untuk menjadi menarik, tertariklah pada orang lain. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang orang lain senang menawabnya. Beri semangat mereka agar bicara tentang diri mereka dan hasil sukses mereka.
Ingat bahwa orang dengan siapa Anda bicara adalah seratus kali lebih tertarik dengan diri mereka sendiri dan keinginan-keinginan mereka, juga masalah mereka dibandingkan dengan minat mereka pada Anda dan masalah Anda. . Sakit gigi seseorang lebih berarti baginya dari pada kelaparan di Cina yang telah membunuh sejuta orang. Rasa panas di tenggorokan seseorang lebih menarik minatnya dibandingkan dengan empat puluh gempa bumi di Afrika. Pikirkan hal itu lain waktu Anda memulai suatu percakapan.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Jadilah pendengar yang baik. Dorong orang lain untuk bicara tentang diri mereka.

Bagaimana Menarik Minat Orang Lain
Setiap orang yang pernah menjadi tamu Theodore Roosevelt akan tercengang akan luasnya pengetahuannya. Apakah tamunya itu seorang gembala sapi, politisi New York, atau seorang diplomat, Roosevelt tahu apa yang harus dikatakannya. Dan bagaimana hal itu dilakukannya? Jawabannya sederhana. Pada saat Roosevelt menunggu seorang tamu, dia akan duduk pada malam sebelumnya, membaca subjek yang dia tahu merupakan minat utama tamunya.
Membicarakan minat orang lain memberi keuntungan kepada kedua pihak. Howar Z. Herzig, seorang pemimpin dalam bidang komunikiasi pegawai, selalu mengikuti prinsip itu, Herzig menjawab bahwa tidak hanya dia menerima manfaat yang berbeda dari masing-masing orang, tetapi secara umum manfaat itu telah menjadi perluasan kehidupannya setiap kali dia berbicara kepada seseorang.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Bicaralah mengenai minat orang lain.

Bagaimana Membuat Orang Lain Segera Menyukai Anda
Ada satu hukum penting mengenai tindak-tanduk manusia. Kalau kita mematuhi hukum itu kita hampir tidak akan pernah mendapat kesulitan. Sebenarnya, hukum itu kalau dipatuhi, akan memberi kita kawan yang tak terhitung jumlahnya, dan kebahagiaan yang konstant. Namun begitu kita melanggar hukum itu, kita akan masuk kedalam kesulitan abadi. Hukum itu adalah : Selalu buat orang lain merasa dirinya penting. John Dewey, seperti yang sudah kita ketahui, mengatakan bahwa hasrat menjadi penting merupakan desakan terdalam dari sifat dasar manusia; dan William James berkata : “Prinsip terdalam pada sifat dasar manusia adalah idaman untuk dihargai.” Seperti yang sudah saya jelaskan, desakan ini yang telah membedakan kita dari binatang. Desakan inilah yang mengambil tanggung jawab dari peradaban itu sendiri.
“Bicaralah pada orang lain tentang diri mereka,” ujar Disraeli, salah satu orang paling cerdas yang pernah memerintah Kekaisaran Inggris.
“Bicaralah pada orang lain tentang diri mereka, dan mereka mampu mendengarkan selam berjam-jam.”
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Buat orang lain merasa penting – dan lakukan itu dengan tulus.

Memikat Orang Lain Mengikuti Cara Berpikir Anda
Menyatu dengan masyarakat luas membutuhkan kemampuan bergaul yang cukup luas mengingat masyarakat terdiri dari individu-individu dengan berbagai karakter yang berbeda. Untuk mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyarakat luas setiap indvidu sebaiknya memiliki kemampuan memikat orang lain mengikuti cara berpikirnya.
Ada beberapa cara menurut Dale Carnegie agar orang lain dapat mengikuti cara berpikir Anda yaitu :
1. Hindari perdebatan dengan orang lain
2. Perlihatkan Respek terhadap orang lain. Jangan pernah berkata, “Anda Salah.”
3. Kalau Anda salah, akuilah dengan cepat dan simpatik
4. Mulailah dengan cara yuang ramah.
5. Usahakan orang lain mengucapkan “ya, ya” dengan segera
6. Biarkan orang lain yang lebih banyak berbicara
7. Biarkan orang lain merasa bahwa itu adalah idenya.

Selain itu “Dale Carnegie” juga memberikan saran bagaimana menyatu dengan masyarakat luas yaitu dengan cara bagaimana mengubah orang lain tanpa menyinggung atau membangkitkan kemarahan :
1. Mulailah dengan pujian dan penghargaan yang jujur
2. Beritahu kesalahan orang lain dengan cara tidak langsung
3. Bicarakan kesalahan Anda dulu sebelum mengkritik orang lain
4. Ajukan pertanyaan sebagai ganti memberi perintah langsung
5. Biarkan orang lain menyelamatkan muka
6. Pujilah peningkatan sekecil apa pun dan pujilah setiap peningkatan. Jadilah “Tuluslah dalam penerimaan Anda dan murah hati dalam penghargaan Anda”
7. Beri orang lain reputasi yang baik untuk mereka penuhi.
8. Gunakan dorongan. Buatlah kesalahan tampak mudah diperbaiki
9. Buar orang lain senang mengejakan hal yang Anda sarankan.
Diposkan oleh Meningkatkan Penghasilan di 02:32 0 komentar
Senin, 2008 November 17
Menyatu Dengan Masyarakat Luas
PENDAHULUAN
Kreativitas akan semakin lengkap bila terlahir dari kejernihan hati sebagai buah dari ibadah yang berkualitas. Biasanya, hati yang jernih akan melahirkan firasat dan ide-ide cemerlang yang akan menjadi nilai tambah dalam kehidupan. Saudaraku, setiap hari usia kita bertambah; setiap hari terjadi perubahan, dan setiap hari pula masalah semakin bertambah, semakin kompleks, dan semakin rumit. Karena itu, bila kemampuan kita tidak bertambah, maka cepat atau lambat masalah akan membinasakan dan menghancurkan kita.
Ada satu kemampuan hal yang harus selalu kita tingkatkan agar hidup kita makin berkualitas. Itulah Kreativitas. Kreativitas adalah daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Biasanya, Kreativitas akan memunculkan inovasi, yaitu kemampuan untuk memperbaharui hal-hal yang telah ada. Bila kreativitas itu daya atau kemampuan, maka inovasi itu hasil atau produk.
Kreativitas begitu penting dalam hidup manusia. Kenapa? Tanpa kreativitas kita akan larut dan tergilas roda perubahan. Tanpa kreativitas kita tidak akan mampu bertahan menghadapi perubahan yang semakin cepat. Perusahaan-perusahaan besar yang mampu bertahan, biasanya memiliki tradisi untuk mengembangkan budaya kreatif yang kemudian menghasilkan produk-produk yang inovatif.
Bagaimana caranya agar kita mampu menjadi orang yang kreatif? Ada lima cara. Pertama, selalu memiliki rasa ingin tahu. Orang yang kreatif adalah orang yang gemar mencari informasi, gemar mengumpulkan input, dan cinta ilmu. Tiada berlalu waktu kecuali bertambah dengan input-input yang baru dan segar. Karena itu, kita harus selalu bertanya, sejauh mana kecintaan kita terhadap informasi dan ilmu.
Ada banyak cara yang bisa lakukan untuk mendapatkan input tersebut. Bisa lewat buku, sikap meneliti, menyimak, melihat tayangan televisi yang bermanfaat, berdiskusi, merenung, mendengar, menghadiri majelis ilmu, dan sebagainya. Kedua, terbuka pada hal-hal yang baru. Setiap saat selalu terjadi perubahan. Sangat ruginya orang yang tidak mau berubah dan tidak menyukai hal-hal baru. Orang kreatif adalah orang yang tidak terbelenggu dengan pendapatnya sendiri. Tentu, terbuka dengan hal-hal baru tidak harus menjadikan kita mengikuti hal-hal baru tersebut. Kita bisa mengolahnya, menyaring hal-hal yang baik, dan menyesuaikan dengan nilai-nilai yang kita anut.
Ketiga, berani memikul risiko. Semua tindakan kreatif biasanya akan mengundang resiko. Adalah mimpi melakukan sesuatu yang baru tanpa adanya resiko. Rasulullah SAW adalah orang yang kreatif dengan membawa ajaran baru (Islam) ke tengah-tengah umatnya. Konsekuensinya, beliau dimusihi dan diperangi. Demikian pula dengan Thomas Alfa Edison. Ia adalah orang kreatif yang berani gagal beribu-ribu kali sebelum menemukan bola lampu. Untuk menjadi kreatif, kita harus berani menganggung resiko, keluar dari zona nyaman.
Keempat, memiliki semangat yang membara untuk sukses dalam hidup. Tanpa semangat, mustahil kita akan mendapat banyak hal dalam hidup. Semangat biasanya akan melipatgandakan kemampuan seseorang untuk berprestasi. Orang yang kreatif, hari-harinya akan selalu bersemangat untuk berproses dalam menggapai semua hal yang diinginkannya. Kita harus bertanya, bersemangatkah kita dalam hidup? Apakah kita ini seorang yang bermental lemah dan selalu kalah dalam memperjuangkan cita-cita? Kita sendiri yang bisa menjawabnya.
Kelima, nilai kreativitas akan makin lengkap dengan hati yang jernih sebagai buah dari ibadah yang berkualitas. Biasanya, kejernihan hati akan melahirkan firasat dan ide-ide cemerlang yang akan menjadi nilai tambah dalam kehidupan seorang Muslim. Biasanya, karya-karya monumental selalu berawal dari kejernihan hati dan ketajaman pikiran yang direalisasikan dalam tindakan nyata. Semoga Allah Yang Mahaagung, memberi kemampuan pada kita untuk menjadi seorang yang kreatif dalam hidup; kreatif yang positif; kreatif yang lahir dari kejernihan batin sebagai buah dari ibadah yang berkualitas. Wallahu a’lam bish-shawab
Mutiara Hadis

Semua Kebaikan Bernilai Sedekah
Abu Malik Al-Harits Al-Asy’ary ra berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian adalah sebagian dari iman. Alhamdulillah memberatkan timbangan. Subhanallah walhamdulillah memenuhi ruangan antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah burhan (bukti nyata), sabar adalah pelita, Alquran adalah hujjah (pedoman) bagimu dan atasmu (akan mendorongmu masuk surga jika kamu menerapkan isinya dan mendorongmu masuk neraka jika kamu mengingkari isinya). Semua orang pergi bekerja. Ada yang menjual dirinya; ada pula yang membebaskan dirinya; ada pula yang menghancurkan dirinya” (HR Muslim).
Penjelasan:Hadis ini mengandung banyak nasihat yang tinggi nilainya. Betapa tidak, nasihat ini keluar dari mulut Rasulullah SAW yang setiap pembicaraannya dibimbing oleh Allah SWT. Tak heran bila kandungannya begitu agung dan berkualitas tinggi.
Ada beberapa poin yang dapat kita ambil dari hadis ini. Pertama, keutamaan bersuci. Kesucian adalah sebagian dari iman. Rasulullah SAW bersabda, “Islam sama dengan thaharah, dan thaharah itu berbanding lurus dengan keimanan kepada Allah”. Selain itu, bersuci adalah syarat sahnya ibadah, bahkan menjadi tolak ukur kecintaan Allah terhadap hamba-Nya, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang menyucikan diri”.
Hikmahnya, kita harus berusaha menjaga wudhu, dan selalu bersih, baik di hadapan Allah maupun di hadapan manusia. Bersih di sini idealnya mencakup pula bersih batin dari segala dosa. Tentang keutamaan wudhu, Utsman bin Affan RA. mengatakan bahwa ia mendengar sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa selalu menjaga wudhunya, dan menyempurnakan wudhunya tersebut, maka dosa-dosanya akan keluar dari jasadnya, dan keluar dari bawah kuku-kukunya”.
Kedua, keutamaan berdzikir dan hinanya dunia. Ungkapan tahmid, tahlil, dan takbir yang keluar dari hati yang ikhlas, jauh lebih bernilai daripada dunia berserta isinya. Lewat hadis ini Rasulullah SAW menunjukkan pada kita betapa dunia dan isinya tidak ada harganya sama sekali di hadapan Allah SWT. Dikisahkan bahwa Nabi Musa as. pernah memohon kepada Allah, “Ya Allah, tunjukanlah kepadaku amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga!”. Allah SWT menjawab, “Wahai Musa, katakanlah: ‘Laa ilaha illallahu’. Seandainya tujuh lapis langit dan bumi dilketakkan dalam satu sisi timbangan, dan kalimat laa ilaha illallahu dalam sisi timbangan yang lain, niscaya kalimat itu akan lebih berat timbangannya”.
Ketiga, keutamaan shalat. Seseorang yang menjaga shalatnya akan mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Shalat akan menerangi seluruh perjalanan hidupnya hingga sampai ke tempat tujuan. Rasulullah SAW bersabda, “Gembirakanlah orang yang berjalan menuju masjid dalam gelap gulitanya malam dengan cahaya nan sempurna kelak di Hari Kiamat”.
Keempat, keutamaan sedekah. Dalam hadis ini sedekah dikatakan sebagai burhan (bukti nyata). Maksudnya bukti keimanan atas kebenaran keimanan pemiliknya. Seorang yang beriman selain istikamah dalam shalatnya, juga gemar bersedekah. Berlawanan dengan orang munafik, mereka mungkin rajin shalat, tapi sangat berat bersedekah. Kelima, keutamaan sabar. Sabar di sini adalah sabar dalam berbuat taat kepada Allah, sabar menahan diri dari maksiat, dan sabar tatkala menghadapi musibah atau sesuatu yang tidak mengenakkan.
Keenam, anjuran untuk selalu dekat dengan Alquran. Kedekatan ini dapat ditempuh dengan selalu membaca, memahami, dan berusaha mengamalkannya dalam tataran praktis. Dengan cara seperti ini Alquran akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada Hari Kiamat. Dan terakhir, anjuran untuk menjual diri kepada Allah dengan beramal saleh, dan larangan menghancurkan diri dengan kemaksiatan. (Ems)
( KH Abdullah Gymnastiar )

Manusia itu adalah mahluk sosial yang selalu hidup berkelompok, bersama-sama, saling berhubungan satu sama lain atau berkomunikasi, dan saling mempengaruhi. Hidupnya selalu bergabung dalam satu ruang sosial atau medan sosial. Maka tingkah lakunya itu selalu menjurus pada kader-referensi kemanusiaan, mengarah pada aku-lain; yaitu dalam kaitan relasi antar manusia.
Setiap individu memang merupakan satu subjek atau substansi bebas yang berdiri sendiri, dan diperuntukkan diri sendiri. Tetapi selamanya dia tidak pernah bisa lahir terlempar sendiri di dunia, dan tidak bisa tegak berdiri sendiri. Sebab selama-lamanya dia adalah bagian dari kelompoknya, dan menjadi onderdil dari satu masyarakat. Bahkan dia menjadi bagian dari beberapa kelompok sekaligus. Dia hidup di tengah lingkungan, di tengah kaum, suku dan bangsanya. Karena itu dia lebih banyak ditentukan secara sosial oleh lingkungannya. Jadi, ada proses determinasi sosial. Yaitu dipengaruhi oleh orang lain dan oleh lingkungannya; namun sekaligus ia juga mempengaruhi orang lain dan lingkungan sekitarnya.
Kehadiran manusia lain itu mutlak diperlukan untuk melestarikan hidupnya, sebab manusia tidak bisa hidup sendirian tanpa dibantu oleh orang lain. Jadi dalam medan sosial tadi individu selalu berkomunikasi dan saling memberikan pengaruhnya kepada individu lain, ditengah kelompoknya. Maka menyatu dengan masyarakat luas merupakan gejala interaksional dalam struktur kelompok yang memiliki tujuan-tujuan bersama.
Renungkan saat Anda berada bersama orang lain dalam suatu kelas, lokakarya, konferensi, atau rapat. Ingatlah ketika semua yang hadir bicara penuh semangat dan riang, saling bertukar pikiran, atau menganilisis suatu masalah bersama-sama. Anda bisa merasakan energi memenuhi ruang udara, semua orang tampak begitu bersemangat. Berbagai sesi seperti itu, yang saling menguntungkan dan memberi semangat, merupakan bukti bahwa berhubungan dengan orang lain adalah strategi yang bisa melejitkan Kreativ. Jika sudah menyangkut sumber-sumber pembangkit ide, ilham, dan pengamatan, berada bersama orang lain dan berdiskusi adalah jurus paling ampuh.

Kontak yang Terjadi Melalui Keserentakan
Barangkali, cara paling ampuh melehitkan Kreativ lewat orang lain adalah memanfaatkan semua peluang dan kesempatan dalam tiap perjumpaan dan percakapan. Ibarat bola dalam mesin pinball kehidupan, Anda terus-menerus melompat dari satu perjumpaan ke perjumpaan lain. Tipa orang yang Anda temui berpotensi menuntun Anda ke arah yang baru, yang mampu memercikkan nyala gagasan cemerlang, atau menggiring Anda ke arah wawasan baru. Ada orang yang memberikan inspirasi secara langsung, ada pula yang membantu Anda secara tidak sengaja, lewat komentar sambil lalu, yang ternyata amat berharga bagi berbagai tantangan kreatif.
Banyak pengusaha yang memulai bisnis -meskipun mulanya tidak bermaksud berbisnis- dari hubungan dengan orang lain secara serentak atau mujur. Sebuah bisnis baru di kota New York dimulai saat Bill Zanker, yang juga pendiri Learning Annex, mengunjungi taman di San Fransisco. Dilihatnya seseorang yangmenjual jasa pijat dengan upah satu dolar semenit. Zanker yakin, dia bisa berbisis dengan konsep tersebut. Jadi, dia jual Learning Annex dan membuka Great American Backrub, yang kini sudah tersebar di beberapa tempat, menjual produk yuang berkaitan dengan punggung, misalnya tempat duduk mobil ergonomis. Bob Langkamp mendirikan perusahaannya, Gemini Fiberglass Products, Inc., di Golden Colorado, karena saat masih bekerja menjual kolam dan spa, seseorang bertanya apakah kolamnya bisa digunakan untuk menetaskan ikan salem. Langkamp mendapat ilham, dan kini, lima puluh persen usahanya adalah bidang industri budidaya air. Penjualannya di atas satu juta dolar.
Saya bertemu rekan saya, Deanna Berg, disebuah konferensi profesional. Ternyata, kami berdua bekerja di bawah satu kontrak. Jadi, kami putuskan bergabung dan mengadakan beberapa seminar bersama-sama.
Banyak seniman ternama yang amat terpengaruh oleh pertemuan bersifat kebetulan. Lilian Hellman berjumpa dengan Dashiell Hammett, pengarang The Maltese Falcon dan cerita detektif lain, di sebuah resetoran di Hollywood. Pertemuan ini melejitkan kariernya sebagai penuis naskah, film, dan drama.
John Lennon bertemu Yoko Ono di sebuah galeri seni di London, terpikat kepadanya, dan sejak itu menjadi belahan jiwanya. Hasil kerja mereka yang terpadu mengubah total karier Lennon.
Dengan membuka diri terhadap prospek terjadinya keserentakan, Anda juga dapat mengalami lebih banyak pertemuan “kebetulan” yang bermanfaat bagi Kreativ. Bisa saja orang yang Anda ajak bicara di lift ternyata adalah anggota perkumulan yang Anda ingin ikuti. Lain waktu, mungkin Anda ditelpon orang tua murid dari sekolah putri Anda, Sang penelpon ini ternyata akan mensponsori pembukaan sebuah galeri, tepat pada saat Anda sedang mencari tempat untuk pameran lukisan Anda.
Untuk menangguk keuntungan dari pertemuan seretak yang mungkin terjadi, Anda harus belajar mengembangkan daya tanggap dan observasi. Ahli ilmu jiwa Ellen Langer menyebutnya sebagai mindfulness (kesadaran), sama dengan judul buku yang ditulisnya.
Dalam buku Mindfulness, Langer menguraikan tiga perubahan yang bisa kita lakukan agar menjadi lebih tanggap :
Jangan hidup mengandalkan “pilot otomatis”. Ini semacam perilaku rutin yang amat mudah menjangkiti setiap orang, yaitu mendekam dalam zona kenyamanan. Hidup berdasarkan pilot otomatis berarti berhenti memperhatikan hal-hal baru sekitar Anda. Sebagai contoh, pernahkah Anda selama beberapa tahun menempuh satu jalur yang sama, lalu tiba-tiba melihat museum atau galeri yang belum pernah Anda kunjungi? Pernahkah, ketika sedang bekerja, Anda menyadari ternyata ada pegawai baru yang masuk sebulan lalu? Pernahkah Anda berkeliling kota, lalu menemukan restoran baru yang belum pernah Anda lihat? Dalam tiap contoh diatas, Anda hidup dikemudikan pilot otomatis. Anda tidak begitu memberi perhatian pada rutinitas Anda, sampai saatnya sesuatu membuat Anda terjaga dan memperhatikan.
Bersikaplah lentur dalam mengategorikan berbagai pengalaman. Banyak kejadian dalam hidup yang bisa ditafsirkan secara berbeda. Jika memandang dan memahaminya dari satu arah saja, Anda akan kehilangan “faktor kebaruan”, kesempatan mempelajari sesuatu, dan membuka diri terhadap pengalaman baru. Bisa jadi, orang membosankan yang Anda temui di pesta kemarin adalah pengusaha brilian yang kelelahan karena perjalanan penting seminggu. Jika dalam pertemuan berikutnya Anda tidak mau “mengatogeri ulang” orang membosankan tersebut, Anda mungkin takkan pernah menyadari bahwa dia pengusaha sukses. Peniup saksofon yang mengamen di jalan mungkin saja bukan pemusik kelas dua seperti dugaan Anda. Jika mau meluangkan waktu mendengarkan dan mengenalnya, mungkin saja Anda mampu mengorbitkan dia menjadi bintang jaz masa depan.
Jangan menilai sesuatu dari sudut pandan Anda saja. Kemampuan memandang kehidupan dari banyak sudut pandang menjadikan Anda lebih siap mengalami perjumpaan kebetulan denga orang lain karena Anda lebih mau menenggang perbedaan pendapat.
Ketika menulis bagian buku ini, kebetulan saya membaca contoh bagus sekali tentang kesadaran tinggi pembawa sukses kreatif bagi dua orang. Nocholas Callaway, produsen buku bergambar kelas tinggi, sedang berada di toko mainan ketika melihat ilustrasi menakjubkan pada kotak mainan anak-anak. Dia tidak Cuma berlalu begitu saja sambil berpikir, “bungkus yang manis”. Sebaliknya, dia mampu melakukan kategori ulang karya seni tersebut dan melihatnya sebagai ilham untuk sebuah buku. Dia menghubungi pemilik pabrik mainan tersebut, David Kirk, dan menawari kontrak untuk membuat buku anak berdasarkan seni lukisnya. Pada akhirnya, Kirk menulis Miss Spider’s Tea Party, yang kini telah terjual ratusan ribu eksemplar, dan menurukan lini produk mainan tersendiri.
Sedangkan dongeng kuno Turki menawan berikut ini menunjukkan contoh sifat mengabaikan, penghalang Anda dari manfaat peristiwa serentak. Dalam kisah ini, seorang lelaki yang tidak begitu berbakat dan kurang sukses memutuskan bahwa, jika hendak memanfaatkan potensi dirinya semaksimal mungkin, dia harus berkelana untuk menemui Sang Takdir, yang akan memberi tahu cara mengatasi masalahnya. Dia memulai perjalanan panjangnya, dan pada sore harinya bertemu seekor serigala.
“Mau ke mana ?” selidik serigala.
“Aku mencari Sang Takdir, yang akan memberitahuku cara mengakhiri masalah yang telah kuderita sepanjang hidup”.
“Sang Takdir memang amat bijaksana, Jika kau bertemu dengannya, tolong katakan kepadanya bahwa telah bertahun-tahun aku menderita sakit kepala. Maukah kau tanyakan kepadanya bagaimana aku bisa mengakhiri penderitaan ini ?
Lelaki tersebut setuju dan melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian, dia bertemu seorang penjaga malam di kota tempta dia akan bermalam. “Anda mau ke mana?” tanya penjaga tersebut kepada sang musafir.
“Aku sedang mencari Sang Takdir, yang akan membantu menyelesaikan masalahku. Sudah lama aku mencari pekerjaan yang menghasilkan lebih dari sekadar putus asa dan kegagalan,” jawab lelaki yang kelelahan ini.
Penjaga malam memberi tahu sang musafir bahwa dia juga kurang mujur dalam pekerjaan: jam kerjanya terlalu panjang dan gajinya amat kecil. “Saudaraku,” kata penjaga itu, “jika engkau sudah bertemu Sang Takdir, maukah kau tanyakan kepadanya bagaimana aku bisa mendapatkan segala yang kudambakan dalam hidup ini ?”
Sang musafir setuju, beristirahat malam itu, dan esok paginya melanjutkan perjalanan. Dia tiba di tepi sebuah sungai dan disambut oleh seekor ikan yang menanyakan tujuannya. Dicertikan semua kisahnya kepada sang ikan. Sang ikan menjawab, “Selama hidup, aku tidak bisa menutup mulut. Berjanjilah, jika bertemu Sang Takdir, akan kau tanyakan bagaimana aku bisa menutp mulutku dan engkau akan kuantarkan ke seberang dengan naik punggungku.” Sang musafir setuju, lalu sang ikan menyeberangkan dia di atas punggungnya.
Pada akhirnya, lelaki tersebut tiba di rumah Sang Takdir. Saat itu, Sang Takdir sedang duduk memutar rodanya. Sang musafir menceritakan kesengsaraanya, tentang ketidakmampuannya mencari nafkah bakat. Sang Takdir memutarkan Roda Nasib untuk musafir tersebut, lalu bertanya; Wahai pemuda yang malang, adakah mahluk lain yang kau temui di sepanjang perjalanan tadi yang juga membutuhkan bantuanku? Lelaki tersebut kemudian teringat pada sang ikan, penjaga malam, dan serigala lalu menceritakan masalah mereka masing-masing.
Sang Takdir menjawab; “Untuk serigala itu hanya ada satu obat. Dia harus memakan kepala orang terbodoh di kerajaan ini, baru sakit kepalanya akan sembuh selamanya. Sang ikan tidak bisa menutup mulut karena ada dua butir permata dalam mulutnya dan kau ambil permata tersebut, dia akan bisa menutup mulutnya. Suruh penjaga malam unutk menggali di sudut dinding rumahnya sebelah barat laut. Bantu dia, dan akan kalian temukan dua kendi besar penuh berisi emas.
Dalam perjalanan pulang lelaki itu bertemu sang ikan. Dimasukkan tangannya ke dalam mulut ikan, dan diambilnya dua butir zamrud yang indah. “Terima kasih,” kata sang ikan. Ambilah permata itu. Itu adalah zamrud yang amat mahal.”
“Aku tidak butuh batu-batu permata ini kata lelaki tersebut sambil melemparkan kedua butir permata tersebut kembali ke sungai, “karena Sang Takdir sudah memutarkan Roda Nasib untukku.
Selanjutnya, dia bertemu penjaga malam dan menceritakan kendi berisi emas. Mereka menggali kedua kendi tesebut, dan penjaga malam menawarkan kepada sang musafir separuh emas yang mereka temukan, namun lelaki tesebut menolak. Dia memberi tahu sang penjaga bahwa Sang Takdir telah memutarkan Roda Nasib untuknya.
Akhirnya, dia bertemu dengan serigala yang bertanya tentang perjalanannya. Sang musafir ini memberi tahu serigala bahwa untuk menyembuhkan sakit kepalanya, dia harus menyantap kepala orang paling dungu di kerajaan itu. “Apakah Sang Takdir mengatakan kepadamu caraku mengenali orang itu?” tanya serigala.
Sang musafir mengakui bahwa dia lupa menanyakannya. Lalu dia menceritakan pertemuannya dengan ikan dan penjaga malam. Akhirnya, serigala melompat dan mengejar pria tersebut. “Kau membuang zamrud pemberian ikan dan menolak sekendi emas hanya karena Sang Takdir telah memutarkan Roda Nasib untukmu. Kau sudah mendapatkan jawaban dari Sang Takdir. Kau tidak memanfaatkan kesempatan yang kau dapat. Tak ada yang lebih bodoh darimu!”. Lalu serigala melahap kepala lelaki tersebut dan sembulah sakit kepalanya. Ingatlah kisah ini.

Komunikatif Kreatif – Bergabunglah atau Bentuk Sendiri
Anda juga bisa menyadap kekuatan orang lain dengan menjadi anggota komunitas kreatif. Komunitas kreatif bukanlah penemuan baru atau sekadar mode. Cikal bakal komunitas kreatif bisa dirunut pada sejarah masa lalu. Pada Abad Pertengahan, misalnya, gilda (serikat pekerja khusus keterampilan tertentu) selain berfungsi sebagai serikat pekerja, juga sebagai sekolah, tempat para pekerja magang mempelajari seni keterampilan pilihan mereka dari guru-guru yang berpengalaman. Begitu pekerja magang sudah memperoleh keterampilan memadai, ia bisa menjadi pekerja lepas dan menjual jasanya.
Banyak nama masyhur dalam bidang seni Renaisans, sejak da Vinci hingga Botticelli, mendapatkan keahliannya dengan bekerja di studio seorang master. Aliran pra-impresionis Barbizon merupakan komunitas pelukis lepas, termasuk Rousseau, Millet, Dupre, Corot, dan banyak lagi. Di Amerika, pada pertengahan abad kesembilan belas, terdapat komunitas pemikir Transendentalis terkenal, Brook Farm, yang memiliki anggota antara lain : Nathaniel Hawthorne, Henry David Thoreau, dan Margaret Fuller. Apartement Gertrude Stein dan Alice B. Toklas di Paris dahulu merupakan pusat komunitas tak resmi, yang turut menyuntikkan Kreativ, di antaranya, kepada Ernest Hemingway, Thornton Wilder, Pablo Picasso, Henri Matisse, dan F. Scott Fitzgerald. Contoh-contoh sejarah ini merupakan bukti akan manfaat intelektual dan seni yang bisa diraih oleh para anggota komunitas kreatif, dengan cara berkumpul dan bertukar pikiran.
Pada zaman sekarang, komunitas kreatif juga amat bermanfaat bagi merkea yang memiliki kesamaan minat dalam bisnis dan seni. Ada komunitas kreatif yang bersifat lepas dan mengalir bebas, bertemu secara ad hoc, terbuka terhadap diskusi apa pun yang muncul. Ada komunitas yang bersifat lebih formal, dengan pertemuan wajib, tujuan, dan target yang jelas, lengkap dengan para petugas dan uang iuran. Adapun komunitas yang lain lagi, misalnya koloni seniman Yaddo yang terkenal, tidak tersruktur sama sekali, Mereka hanya menyediakan suatu lingkungan asuh, yang didalamnya orang-orang kreatif bisa bekerja dan berdiskusi, bebas dari gangguan luar. Berbagai komunitas yang ada ini bisa memenuhi kebutuhan Anda, bergantung seberapa besar waktu yang Anda sediakan.
Salah satu cara menemukan komunitas seperti ini adalah dengan bertanya di toko-toko dan pusat-pusat pendidikan yang berfungsi sebagai tempat bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang yang Anda minati, seperti pemasok barang-barang seni, toko musik, pertemuan organisasi profesional, toko-toko buku bidang khusus, pusat-pusat tembikar dan kerajinan tangan, penyalur peralatan memasak, dan perhimpunan usaha kecil. Banyak toko dan pusat pendidikan mensponsori kelompok kreatif sendir, atau mengadakan kegiatan khusus, seperti pembukaan pameran seni, kelompok baca atau diskusi, juga berbagai seni pelatihan. Mengikuti pendidikan untuk orang dewasa atau lembaga belajar swadaya masyarakat di kota Anda juga bagus untuk menemukan atau memulai mendirikan suatu komunitas kreatif.
Salah satu kursus atau kelompok penunjang yang paling berkembang, yang dibentuk di banyak kota saat ini, memakai buku The Artist’s Way karya Julia Cameron sebagai pedoman. Buku yang ditulis untuk segala jenis “seniman ini” menawarkan lokakarya dua belas minggu untuk mengembangkan rasa percaya diri yang kreatif dan mengatasi kendala yang umum dihadapi para seniman.
Satu lagi jenis “komunitas” adalah MasterMind Alliance, yaitu konsep yang diulas dalam buku klasik tahun 1930 tentang self-help (bantuan madiri) berjudul Think and Grow Rich karya Napoleon Hill. Aliansi semacam ini berupa sekelompok orang yang amat efektif, yang bertemu untuk mencapai suatu tujuan khusus. Saya pernah bekerja dengan sebuah organisasi yang mencotoh ide Hill, yaitu The Executive Committee (TEC). Salah satu kegiatan TEC adalah mengorganisasi kelompok-kelompok yang terdiri dari dua belas hingga empat belas orang CEO (direktur eksekutif) atau eksekutif senior. Mereka bukanlah saingan ataupun pemasok bagi satu sama lain. Setiap bulan mereka berkumpul selama dua puluh empat jam agar bisa saling belajar. Pertemuan ini dipimpin oleh ketua dan tiap peserta berkesempatan membahas persoalan bisnis dengan anggota-anggota lain. Ribuan oran CEO ternama kini menjadi anggota organisasi ini.
Jika Anda tidak mampu menemukan komunitas kreatif yang sesuai denan minat atau jadwal Anda, pertimbangkan membentuk kelompok sendiri. Anda bisa memasang iklan di koran lokal, atau menempelkan pengumuman di toko-toko atau lembaga belajar swadaya masyarakat. Isi iklan tersebut adalah Anda mencari orang-orang untuk membentuk suatu kelompok kreatif yang saling berbagi dan saling mendukung. Adakan pertemuan di restoran atau kafe, sampai Anda lebih akrab dengan para calon anggota dan merasa nyaman mengundang mereka ke rumah.
Jika Anda bergabung atau membentuk komunitas sendiri, carilah orang-orang yang mampu menawarkan pengetahuan baru, juga dukungan konstruktif bagi karya Anda. Jangan menilai orang karena kemasyhuran atau kesuksean finansial mereka. Faktor-faktor tersebut tidak selalu berarti kesesuaian dan sifat ringan tangan dalam suatu komunitas kreatif. Yang lebih bermanfaat adalah CORE kreatif orang tersebut sebab keempat faktor ini menunjukkan seberapa besar dia akan menghormati dan mendukung angota-anggota lain dalam kelompok.

Carilah Seorang Pakar untuk Menjadi Mentor
Kata mentor (pembimbing) diambil dari nama tokoh Yunani, Mentor, yang merupakan penasihat terpercaya Odysseus. Dengan menyamar sebagai Athena, dia menjadi penjaga dan guru anak Odysseus, Telemachus. Secara teknik, arti mentor adalah orang yang membimbing atau memberi pelajaran. Meskipun demikian, untuk hubungan mentoring dibutuhkan lebih dari sekedar seorang dosen perguruan tinggi, atau atasan yang Anda kagumi. Dalami hubungan mentoring sejati, harus ada perhatian, rasa peduli, kritik, dan belas kasih. Seorang pembimbing memberikan petunjuk dan mengembangkan bakat Anda, sambil mengajarkan berbagai kiat keterampilan yang telah dikuasainya dengan matang.
Banyak seniman terbesar dunia belajar dari pribadi-pribadi yang lebih berpengalaman atau berbakat melalui hubungan mentoring. Leonardo da Vinci belajar dibawah bimbinganAndrea del Verrocchio; J.S.Bach berguru kepada komponis dan pemain organ Jerman, Dietrich Buxtheude; Ludwig van Beethoven belajar dari Franz Joseph Haydn; dan Paul Gauguin serta Paul Cezanne menyerap ilmu dari Camille Pissarro. Itulah beberapa contoh hubungan mentoring dalam bidang seni. Bimbingan seperti ini juga sudah umum ditemui dalam dunia bisnis masa kini. Banyak perusahaan, besar maupun kecil, memiliki program resmi yang di dalamnya para manajer junior bergabung dengan manajer senior. Para manajer senior ini membantu para manajer junior meningkatkan pengetahuan bisnis dan keterampilan mengambil keputusan. Di perusahaan-perusahaan Fortune 500, banyak CEO (direktur eksekutif) yang dibimbing oleh para pendahulu mereka. Sekolah dan perguruan tinggi memiliki program “seniman turun gunung” yang menarik para penyair dan pelukis ternama untuk membimbing para siswa. Banyak perhimpunan bisnis yang kini menambahkan program mentoring formal sebagai kegiatan yang ditawarkan kepada anggota-anggotanya.
Jika memiliki tokoh panutan yang merupakan pakar dalam aktivitas kreatif yang Anda geluti, mengapa tidak mencoba membina hubungan mentoring, agar anda bisa bertanya dan karya kreatif Anda mendapatkan tujuan? Dalam hubungan mentoring, ingatlah bahwa untuk menuai manfaatnya, Anda harus menggunakan C.O.R.E. kreatif secarah menyeluruh. Jika Anda tidak punya rasa ingin tahu dan energi untuk menerapkan saran yang diberikan pembimbing, tak banyak manfaat yang akan Anda petik. Jika Anda tak mampu menanggung resiko dan mengubah gaya hidup, apa pun yang diajarkan pembimbing Anda akan sia-sia saja. Dan jika Anda tidak terbuka terhadap kritik, tujuan mentoring tak akan teracapai.
Kemungkinan lain, menjadi mentor bagi seseorang yang butuh keahlian Anda juga bisa menjadi cara jitu melejitkan Kreativ. Memiliki murid sering menyadarkan Anda akan ilmu yang Anda kuasai, dan memberikan rasa percaya diri. Anda bahkan bisa mengambil keuntungan dari berbagai pertanyaan yang diajukan murid sebab pertanyaan tersebut sering membimbing Anda mengenali gagasan atau mengembangkan ide kreatif yang akan meningkatkan karya Anda sendiri ke jenjang baru.
Secara keseluruhan, dinamika hubungan mentoring bisa meningkatkan setiap aspek C.O.R.E. kreatif. Baik Anda menerima ataupun memberikan ilmu, rasa saling berbagi dan komitmen yang melekat pada hubungan kerabat lebih mempetinggi Kreativ dibandingkan dengan hubungan lain.

Bentuklah Suatu Kemitaraan atau Kerja Sama Kreatif
Salah satu cara paling ampuh untuk menyadap kekuatan orang lain adalah membentuk suatu kemitraan, atau kerja sama resmi dengan satu individu atau lebih dalam melaksanakan upaya kreatif. Kemitraan kreatif sudah umum dalam lingkungan seni, namun dalam dunisa bisnis juga ada. Coba bayangkan dunia tanpa bakat dan daya cipta tim-tim kerjasama seperti :

Ø Fred Astaire dan Ginger Rogers
Ø Lucille Ball dan Desi Arnaz
Ø Chet Huntley dan David Brinkley
Ø Stan Laurel dan Oliver Hardy
Ø George dan Ira Gershwin
Ø Orville dan Wilbur Wright
Ø Ben dan Jerry
Ø Paul Simon dan Art Garfunkel
Ø Bill Gates dan Paul Allen
Ø Steven Jobs dan Steve Wozniak

Sayang, penekanan akan pentingnya rasa bersaing yang kita dapat semasa kecil mengajari kita bekerja melawan orang lain, bukan bekerja sama dengan mereka; dan perilaku ini terus bertahan hingga masa dewasa. Dalam lokakarya Kreativ bisnis yang saya adakan, kami sering meletakkan beberapa kaleng berisi malam di atas meja. Anehnya, para peserta lokakarya jarang sekali menyentuh kalieng tersebut sebelum diminta. Lalu, kami minta mereka menentukan sendiri malam tersebut akan dibentuk menjadi apa. Mereka melototi kaleng masing-masing selama beberapa menit sambil memikirkan bentuk apa yang akan mereka buat, lalu memutuskan mengerjakannya sendiri-sendiri. Jarang ada yang berbagi warna dengan peserta lain, atau menawarkan warna yang dimilikinya kepada peserta lain. Beberapa peserta bahkan menolak ketika ada peserta yang memberanikan diri meminta.
Saya dan rekan saya, Deanna Berg selalu menganggap bahwa tiadanya kerja sama dan rasa saling berbagi ini sebgai pernyataan sikap yang menarik. Deanna sempat menyaksikan betapa berbeda hasil yang didapat ketika dia mengakan pelatihan di Jepang. Semua peserta dari Jepang membuka kaleng malam mereka sebelum seminar dimulai, lalu mulai membentuknya. Sambil bekerja, mereka berbagi gagasan dan bahkan saling menambahkan gumpalan malam ke kreasi rekan mereka yang lain. Mereka menggabungkan warna dan menciptakan berlusin-lusin karya seni dalam jangka waktu hampir sama dengan yang dibutuhkan kebanyakan orang Amerika hanya untuk mencermati sis luar kaleng. Alasannya jelas : Kerja sama amat dihargai dalam budaya Jepang. Masyarakat bisnis Jepang menyelesaikan masalah dengan bekerja dalam kelompok.
Faktanya adalah tiap orang memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Jarang sekali ada pribadi yang sempurna. Sebagai akibatnya, Anda akan lebih berhasil apabila mau bekerja dengan orang yang mengimbangi kelebihan dan menutup kekurangan Anda.
Suku Indian Hopi memiliki legenda tentang pentingnya nilai kerja sama ini. Berabad-abad yang lalu, sekelompok suku Hopi terpaksa meninggalkan desa mereka yang terbakar. Dalam keadaan terburu-buru, suku tersebut meninggalkan dua orang pemuda – seorang buta, yang satunya lumpuh. Kedua pemuda ini menyadari bahwa mereka akan musnah jika tetap berada di desa yang telah kosong tersebut, namun apa daya, mereka tidak mampu pergi sendiri-sendiri. Jadi, mereka menggabungkan kekuatan dan membuat rencana. Pemuda yang buta memanggul temannya di pundak. Mengandalakan penglihatan pemuda yang lumpuh serta kemampuan berjalan pemuda yang buta, mereka akhirnya menemukan kembali suku mereka. Suku tersebut menciptakan boneka kachina – yang terbuat dari kayu dan melambangkan ruh leluhur – untuk merayakan keberhasilan besar tersebut.

Mengelola Kerja Sama
Beberapa tahun terakhir ini, saya menjalankan bisnis dengan mengadakan aliansi kreatif bersama pihak lain, bahkan saya mengadakan lebih dari satu kerja sama sekaligus. Faktor yang menentukan keberhasilan semua relasi ini adalah meluangkan waktu untuk menghasilkan bentuk kerja sama yang disepakati. Menurut pengalaman saya, kegagalan kerja sama biasanya di sebabkan oleh perselisihan mengenai metode pendekatan suatu permasalahan, pengambilan keputsan, atau pengeluaran uang. Ini disebabkan sebelumnya tidak ada kesepakatan mengenai hal-hal tersebut. Berikut ini lima petunjuk untuk memastikan keberhasilan kerja sama :
1. Jabarkan visi aliansi atau kerja sama. Apa ruang lingkup kerjasama ini ? Berapa lama kerja sama akan berlangsung? Buat defenisi yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.
2. Pastikan bahwa tiap individu turut menyumbangkan tidak hanya sumber daya dan inde, namun juga manfaat. Jika satu pihak dalam suatu kerja sama dipaksa memikul beban ekonomi dan perasaan, ia menjadi cepat marah dan mudah jengkel. Susunlah kerja sama Anda dengan rapi sehingga tiap individu berkesempatan memberikan manfaat dan turut berkonstribusi.
3. Jangan meremehkan penyusunan kerja sama. Kreativ biasanya bukanlah produk alami lingkungan yang terstruktur rapat, namun keteraturan struktur akan membantu memusatkan kerja sama Anda.
4. Tangani masalah yang timbul dengan segera. Cara tercepat merusak kerja sama adalah membiarkan tumbuhnya sifat “saling gesek”, rasa saling tidak percaya, atau amarah. Bahas masalah yang mungkin akan membuat perpecahan dan selesaikan secepatnya.
5. Tulis hitam di atas putih. Suatu perjanjian kerja sama amat penting, bahkan jika Anda tidak terlalu mementingkan keuntungan materi sekalipun, walaupun mitra kerja sama Anda adalah sahabat karib Anda sendiri.

Memperluas Jaringan
Mungkin Anda pernah mendengar konsep “enam tahap pemisahan”, yang berarti Anda mampu merancang jalur langsung kepada semua orang di dunia ini dengan membangun jalur kepada relasi Anda, lalu relasi tersebut membangun jalur kepada relasi mereka. Menurut teori ini, Anda sudah bisa menemukan orang yang sedang Anda cari sebelum menginjak tahap keenam. Membangun jaringan relasi adalah proses yang cocok dengan konsep ini. Di kalangan tenaga pemasaran, pemilik bisnis kecil-kecilan, pengusaha, dan para pekerja industri kecil, yang ingin memperluas daftar klien mereka, membangun jaringan relasi merupakan bagian teramat penting dari gaya hidup yang benar-benar kreatif. Membangun jaringan relasi adalah memanfaatkan keterampilan karyawan Anda – kecerdasan interpersonal Anda – untuk mewujudkan sasaran kreatif.
Mencari dan menemukan orang lain untuk berbagi ide akan memberikan hasil yang amat berharga. Pertimbangkan keuntungan-keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari berdiskusi dengan orang lain berikut ini :
Ø Informasi untuk memperbarui atau mengoreksi pengetahuan dan ide
Ø Wawasan baru dalam menilai suatu masalah
Ø Cek realitas atau “mengevaluasi” saat ide terasa aneh atau tidak fokus
Ø Inspirasi untuk ide baru
Ø Motivasi untuk mencoba lagi
Ø Persetujuan atau umpan balik untuk mengesahkan ide
Ø Pujian dan dukungan
Ø Kritik dan atau saran konstruktif demi perubahan
Ø Hubungan dengan orang lain yang mungkin tertarik dengan apa yang Anda tawarkan
Ø Kearifan dan pengertian filosofis yang tidak Anda miliki
Ø Jalan menuju pekerjaan baru, kesempatab bisnis baru, atau kisah cinta baru
Ø Keterampilan dan pengetahuan untuk menambal kelemahan
Ø Kekuatan ilham untuk menerobos rintangan
Ø Dukungan dan dorongan psikologis
Ø Bantuan finansial
Pada khususnya, membangun jaringan relasi merupakan sebuah cara yang efektif untuk bertemu dengan orang lain, saat Anda ingin terlibat dengan orang-orang pada “tingkat yang lebih tinggi” dalam bidang tertentu. Penulis lagu perlu membangun jaringan relasi jika dia berharap dapat bertemu dengan produser atau bintang musik rok; pengusaha perlu membangun jaringan relasi jika ingin membangun bisnis. Pepatah mengatakan, “Bukan hanya apa yang kau ketahui, melainkan juga siapa yang kau kenal,” berlaku terutama dalam dunia bisnis kreatif.

Meruntuhkan rintangan antara Anda dan Orang Lain
Meskipun banyak orang mengaku mengenali pentingnya bersosialisasi dengan orang lain, bergabung dengan komunitas kreatif, dan membangun jaringan relasi, hanya sedikit yang benar-benar termotivasi untuk melakukannya. Sebagian orang merasa kesulitan akibat rasa malu atau segan, sedangkan sebagian lain tidak mampu menghimpun cukup keberanian untuk mendekati orang asing, atau orang yang mereka anggap lebih penting meskipun menggeluti bidang yang sama. Banyak orang tidak menyukai kegiatan membangun jaringan relasi karena mereka jadi merasa sedang memanfaatkan orang lain, manipulatif, atau berpura-pura. Namun, belajar mengambil manfaat dari pengetahuan orang lain dan membuat komitmen untuk memanfaatkan hubungan merupakan bagian penting dari meniti gaya hidup kreatif.
Empat saran berikut akan membantu meruntuhkan rintangan paling umum dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

1. Susun Ulang Perspektif Anda
Menyusun kembali berarti meninjau ulang tindakan atau tujuan dengan cara lain. Selalu ada banya perspektif yang bisa digunakan untuk menilai suatu kejadian, namun ada beberapa perspektif yang lebih unggul ketimbang perspektif lain. Ada beberapa cara untuk menyusun ulang perspektif dalam situasi yang membuat Anda amat ingin berbagi ide kreatif atau meminta nasihat dan bimbingan dari orang lain.
Pertama, ingatlah bahwa Kreativ adalah gaya hidup. Dengan menyusun ulang cita-cita kreatif sebagai gaya hidup Anda, Anda sudah siap untuk mengeksplorasi ide. Mempertegas C.O.R.E. kreatif mengurangi tekanan yang mungkin timbul dalam mengupayakan diterimanya cita-cita kreatif kita oleh orang lain.
Cara lain menyusun ulang perspektif adalah dengan menyadari bahwa pribadi-pribadi kreatif lain menghargai dan menghormati mereka yang meniti hidup kreatif. Ketimbang berpikir bahwa tak ada yang bisa Anda tawarkan, ingatkan diri sendiri bahwa ide dan pertanyaan Anda mungkin saja memberikan inspirasi bagi mereka – dikemudian hari, mereka mungkin bahkan akan berterima kasih atau memberikan penghargaan. Dengan kata lain, susun ulang pencarian Anda, bukan sebagai jalan satu jalur, melainkan sebagai pertukaran ide yang darinya Anda bisa saling mengambil manfaat.
Akhirnya, cara paling ampuh untuk menyusun ulang suatu situasi adalah dengan merenungkan tentang kesempatan yang sedang menunggu. Daripada merasa cemas akan ditolak atau dikritik, pikirkan tentang keberuntungan atau nasib baik yang ada di ujung perjalanan. Thomas Edison adalah salah satu contoh terbaik dalam hal penyusunan ulang ini. Dia terkenal dengan ucapannya kepada banyak orang bahwa ribuan kali kegagalan upayanya dalam menemukan bola lampu bukanlah kesalahan, melainkan batu-batu ujian yang membantu dia mengenali metode mana yang tidak bisa dipakai. Anda juga bisa menyusun ulang situasi mana pun, dari sudut pandang negatif atau pesimistis, menjadi sudut pandang positif. Jika permintaan Anda untuk bertukar informasi tidak diterima dengan tangan terbuka, itu berarti Anda belum menmukan sumber yang tepat. Teruslah mencari.

2. Atasi Rasa Takut dan Kurang Percaya Diri
Rasa takut ditolak atau cemas bahwa pihak lain menganggap ide Anda tidak berharga bisa menjadi perusak kehidupan kreatif yang berbahaya. Rasa takut tersebut membatasi kemampuan berbaur dengan individu kreatif lain, dan mencegah Anda dari mendapatkan masukan yang berharga.
Untuk mengatasi rintangan ini, ingatlah bahwa orang lain hanyalah manusia biasa. Mereka tidak berkuasa atas diri Anda dan risiko yang timbul dari berbicara dan berbagi ide dengan mereka relatif kecil. Hal terburuk yang bisa mereka lakukan adalah menyatakan bahwa mereka tidak tertarik pada karya seni Anda, mencoba rencana penghimpunan dana Anda, atau mengulas penemuan Anda. Pikirkan dengan cara seperti ini: Tiap pertemuan atau percakapan yang Anda lakukan adalah pertemuan dua zona kenyamanan. Jika orang lain menolak Anda, itu berbarti zona kenyamanannya belum siapbertemu dengan zona kenyamanan Anda. Bahkan, pada awal karier mereka, The Beatles ditolak oleh seorang produser berpikiran pendek di Decca Records. Dia berkata, “kelompok bergitar sedang dalam perjalanan menuju keruntuhan.”

3. Jadilah Pembangun Jaringan Relasi yang Lebih Andal
Meningkatkan keterampilan membangun jaringan relasi bisa membantu mengatasi kesulitan Anda. Membangun jaringan relasi adalah keterampilan yang bisa dipelajari, seperti keterampilan berpidato di depan umum. Ikuti langkah-langkah berikut untuk menjadi pembangun jaringan relasi yang lebih andal.
v Berinteraksilah terlebih dahulu. Ambil inisiatif untuk bertemu orang lain. Apabila Anda merana oleh rasa takut ditolak, ingatlah bahwa hal terburuk yang bisa terjadi saat mencoba berhubungan dengan orang yang kurang bersimpati adalah penolakan halus namun “ogah-ogahan”.
v Olah hubungan Anda. Tuliskan informasi dasar (alamat, nomor telepon, nomor faks, alamat e-mail), baik menggunakan Rolodex maupun database berbasis komputer, agar Anda bisa berhubungan kembali dengan orang-orang yang pernah Anda temui sembari membangun jaringan relasi. Lalu, tentukan janji bertemu untuk sarapan pagi, makan siang, atau sekadar minum kopi.
v Tetap lakukan kontak dalam situasi apa pun. Perkuat hubungan secara terus-menerus lewat kartu, faks, dan telepon. Kirimkan artikel yang menurut Anda menarik bagi kenalan baru Anda. Ajak mereka untuk iktu dalam acara khusus yang Anda berdua sukai, seperti ceramah atau perkuliahan dalam bidang yang Anda geluti.
v Jadilah arsitek pembangun jaringan relasi bagi orang lain. Kenalkan orang lain kepada kenalan Anda. Jadikanlah diri “pembuka pintu” yang bermanfaat, yang mampu menolong orang lain menemukan orang yang mereka cari.

4. Jangan Mundur karena Halangan Logistik
Ada halangan yang bersifat fisik atau logistik, seperti saat mencoba mengontak seorang eksekutif perusahaan tingkat tinggi, atau selebriti – yang semua cenderung terlindung rapat. Namun, masih ada cara mengakali halangan tersebut. Kiat terbaik berhubungan dengan seseorang adalah menemukan cara agar bisa berhubungan dengan wajar. Mungkin Anda berdua tergabung dalam sebuah organisasi, kelompok dagang, atau jaringan komputer yang memungkinkan adanya kontak pribadi langsung. Hampir setiap industri dan profesi memiliki perhimpunan untuk orang-orang dalam berbagai bidang. (Encyclopedia of Associations, terbitan Gale Research, mencantumkan daftar lebih dari 50.000 perhimpunan).
Layanan komputer on-line juga memberikan fasilitas untuk melakukan kontak dengan banyak orang yand dalam keadaan biasa tak bisa Anda kontak. Mulai dari layanan nasional berskala besar, seperti CompuServe, America Online, dan Prodigy, hingga ribuan bulletin boards on-line kecil setempat, layanan komputer memungkinkan Anda mengobrol dengan berbagai macam orang. Banyak dari “forum” dan bidang khusus layanan on-line nasional tersebut dikelola oleh para spesialis, yang bisa membantu Anda mengontak orang yang Anda cari.
Apabila Anda mencoba menghubungi orang yang amat renggang hubungannya dengan Anda, kemungkinan berhasil akan meningkat jika Anda mengikuti peraturan berikut :

· Ketahui sebanyak mungkin fakta tentang orang tersebut.
· Jangan menghina atau menghindari orang yang dapat “membukakan pintu” bagi Anda.
· Siapkan apa yang Anda ingin tanyakan sebelum menelpon atau berkunjung.
· Tetap bersikap hangat dan sopan, namun gigih.

Jika Anda masih juga belum berhasil sesudah berusaha keras mengatasi semua rintangan, sadarlah bahwa ada hubungan yang memang sudah ditakdirkan tidak akan terjadi. Jika tidak bisa menghubungi orang yang ingin saya ajak bertukar ide atau pertanyaan, biasanya saya menyimpulkan bahwa ketidakmampuan kami untuk saling berhubung adalah cara Takdir memberi tahu bahwa saya salam mencari orang. Sebagaimana dibahas dalam “Menyadap Proses Kreatif”, dalam hidup ini sering dibutuhkan faktor kemujuran atau keserentakan agar tercapai kemajuan. Pertemuan dengn seseorang bisa disamakan dengan proses ekonomi antara pembeli dan penjual. Bagi tiap orang yang mencari teman berbagi ide, pasti ada satu orang yang bersedia mendengarkan. Jika Anda tidak mampu “menjual” ide kepada seseorang, itu berarti dia bukan “pembeli” pada saat itu. Anda hanya perlu mencari calon “pembeli” lain.

Membangun Jaringan Relasi untuk Mencari Ide-Ide Utama
Bab yang Anda baca ini terpusat pada cara membangkitkan semangat kreatif secara umum, lewat dukungan, dorongan, dan pengetahuan orang lain. Namun, masyarakat juga merupakan sumber ilham paling tepat untuk menyalakan Kreativ bisnis. Masyarakat dan kebutuhannya telah menilkami penciptaan hal baru, serta mendorong penemuan hal yang sebelumnya masih gelap dalam sejarah umat manusia. Dasar semua perusahaan bisnis dan komersial adalah menyediakan produk dan jasa untuk meningkatkan kualitas hidup konsumen, atau memenuhi kebutuhan yang diperkirakan akan muncul. Jika Anda sedang berupaya mengembangkan produk atau jasa baru, perhatikan dahulu tetangga, teman dan kenalan Anda yang tak ragu lagi akan memberikan wawasan apa yang sedang dibutuhkan pasar.
Mulailah dengan menjadikan diri lebih tanggap terhadap tantangan hidup yang Anda dan orang lain hadapi. Kebanyakan penemuan didesain secara sadar untuk memecahkan suatu masalah atau memenuhi kebutuhan sang penemu. William Korzon menemukan tape recorder magnetis karena ingin mendengar dirinya sendiri saat menyanyi di kamar mandi. Dia sadar bahwa orang lain pun senang kalau nisa mendengarkan suara mereka sendiri saat berbicara atau menyanyi. James Spangler menemukan pengisap debu pembersih karpet yang mudah dibawa karena penyakit asma menahun yang dideritanya. Ermal Fraze menemukan mekanismae “sekali tarik” untuk membuka kaleng bir dan soda karena sesudah pergi pikinik dia kehilangan pembuka kaleng milikinya.
Demikian juga, banyak bisnis masa kini – mulai dari perusahaan raksasa hingga ribuan sentra industri kecil – berdasarkan pada kemampuan mengenali dan memahami kebutuhan orang lain. Fred Smith, pendiri Federal Express, tahu bahwa orang bersedia membayar mahal asalkan dokumen bisnis yang dikirimkan tiga di tujuan dalam semalam. Jerry Yang dan David Filo, dua mahasiswa Universitas Stanford, memperhatikan bahwa dengan semakin maraknya internet, orang-orang butuh cara menemukan lokasi di antara jutaan lokasi yang ada. Mereka mulai merancang produk jasa indeks Word Wide Web yang dikenal sebagai Yahoo! Dari kamar asrama mereka. Saat ini, produk jasa tersebut merupaka salah satu bisnis terbesar di Web.
Untuk memicu Kreativ bisnis, lontarkan pertanyaan seperti di bawah ini tiap hari :
Þ Aktivitas apa yang dilakukan orang lain yang bisa disederhanakan, dibuat lebih cepat atau lebih mudah?
Þ Masalah percekcokan atau perselisihan apa yang membutuhkan penyelesaian?
Þ Teknik atau strategi apayang digunakan orang lain dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin disukai seseorang?
Þ Pada masa depan, benda apa yang diinginkan teman Anda agar hidup menjadi lebih baik?
Þ Keluhan atau keinginan apa yang saya dengar hari ini? (Keluhan sering mencerminkan kebutuhan akan suatu produk atau layanan baru.)
Þ Layanan atau sarana hidup apa yang tak ada dalam masyarakat?
Þ Aspek lingkungan kemasyarakatan mana yang bisa ditingkatkan?
Þ Pengetahuan apa yang saya miliki yang bermanfaat bagi orang lain?
Þ Tren macam apa yang ada dalam keuarga, masyarakat, atau seluruh negeri?
Þ Adakah sesuatu yang digunakan seseorang hari ini, yang dengan sedikit modifikasi bisa digunakan untuk tujuan yang lain?

Dan sebagainya. Perhatikan bahwa proses bertanya ini berhasil baik jika hal ini tumbuh dari rasa ingin tahu dan hasrat Anda akan hal-hal yang menarik minat. Hanya lewat antusiasme murni Anda akan mampu memopa energi untuk memikirkan pemecahan atas masalah-masalah yang Anda ketahui. Dengan energi pula Anda mampu mengambil tindakan untuk mewujudikan impian.

Hubungan yang Bermakna
Tidak menjadi soal apakah Anda mendapatkan ide cemerlang dari hubungan Anda dengan seseorang – melalui teknik-teknik membangun jaringan relasi, kerja sama, atau bergabung dengan komunitas kreatif – ataukah Anda mendapatkannya secara mendadak, lewat kejadian sertentak, saat bertemu seseorang yang memiliki apa yang Anda cari. Yang penting adalah Anda sadar bahwa berhungan dengan orang ain – secara langsung, lewat telepon, e-mail, faks, atau apa saja – adalah salah satu peranti paling ampuh yang Anda miliki untuk memperoleh inspirasi, masukan, dan mendapat pelatihan, Jadi, bicaralah dengan orang baru hari ini, dan lihat, apakah Anda langsung merasa lebih hidup dan lebih kreatif.

Strategi Menyatu dengan Masyarakat Luas
1. Menghubungi Pribadi Kreatif yang Anda Kenal
a. Sebutkan tiga orang paling kreatif yang Anda kenal. Dalam hal apa mereka kreatif : Bidang Seni? Bidang Usaha? Gaya hidup di segala bidang? Berinteraksi secara kreatifkah Anda dengan mereka? Apakah Anda saling bertukar pikiran? Apakah Anda meminta bantuan mereka untuk mengeksplorasi dan meningkatkan karya kreatif? Apakah Anda selalu siap berbagai gagasan dengan mereka?
b. Coba hubungi salah satu teman Anda yang kreatif. Cari tahu apa yang sedang dilakukannya saat ini. Dapatkan ilham dari kegiatan berbagi gagasan ini. Jika mungkin, luangkan waktu untuk mengunjunginya selagi Anda masih membaca buku ini, untuk mendiskusikan pendapat Anda tentang Kreativ.
2. Mempertinggi Kesadaran akan “Keserentakan” dan “Kemujuran”
a. Mulailah dengan memperhatikan kejadian-kejadian sertentak atau mujur yang terjadi selama sebulan sebagai akibat pertemuan dengan orang lain. Kejadian-kejadian ini bisa meliputi kebetulan-kebetulan sepele, seperti bertemu seseorang yang juga mengenal teman Anda, mendapati bahwa Anda dan teman kulaih dahulu menangani klien yang sama, atau tidak sengaja membaca artikel di majalah tentang orang yang baru saja Anda pikirkan. Perhatian terhadap hal-hal kecil menandai permulaan meningkatnya kesadaran akan keserentakan. Pada saat bersamaan, mulailah mengumpulkan kisah-kisah dari orang-orang yang Anda temui, atau artikel yang Anda baca, yang menceritakan kejadian serentak yang terjadi di masyarakat.
Tulislah jurnal atau “catatan keserentakan” untuk merkeam pengalaman keserentakan Anda sendiri dan orang lain. Semakin sadar Anda akan keserntakan yang terjadi di sekeliling Anda, semakin berpengalaman Anda jadinya.
b. Seiring dengan berkembangnya keterampilan pengamatan dan kesadaran, mulailah menerpakan potensi keserentakan dalam proyek kreatif. Mulailah dengan mendaftar semua proyek dan masalah. Lalu, luangkan waktu setiap hari, lontarkan pertanyaan-pertanyaan berikut :
Ø Apakah yang telah saya lihat, atau lakukan hari ini yang berkaitan dengan ide atau tema lain dalam hidup saat ini?
Ø Siapa saja yang saya temui hari ini dan pelajaran apa yang saya dapatkan dari orang-orang tersebut?
Ø Bagaimana saya bisa menerapkan pelajaran yang saya dapat dari orang yang saya temui hari ini dalam sesuatu yang sedang saya kerjakan?
Usahakan bicara dengan orang-orang yang berada di luar zona kenyamanan Anda – orang-orang yang antre di belakang Anda saat di bank atau toko kelontong, tukang antar piza, sopir taksi yang mengantarkan Anda ke bandara – siapa saja yang biasanya tidak Anda ajak bicara berlama-lama. Bisa jadi, ide yang dilontarkan orang-orang ini, atau hubungan mereka dengan orang lain, merupakan sesuatu yang amat berharga bagi Anda.

3. Menjajaki Berbagai Pilihan Komunitas Kreatif
Habiskan akhir minggu ini dengan membaca-baca koran atau pergi ke toko buku, pusat-pusat berkebun, toko pemasok peralatan seni, atau pusat-pusat pendidikan untuk mencari keompok yang memiliki minat kreatif serupa. Tak masalah minat apa pilihan Anda. Cari satu dan bergabunglah. Anda mungkin akan mencari klub atau perkumpulan sarapan pagi, yang di dalamnya Anda bisa bertemu orang-orang seprofesi. Kemungkinan lain, pikirkan salah satu hobi waktu luang Anda. Cari sebuah kelompok, lalu telepon ketua kelompok tersebut untuk mencari informasi tentang kelompoknya, atau pergilah ke pertemuan untuk perkenalan dengan para anggotanya. Lalu, tentukan : bergabung atau tidak.

4. Mendapatkan Seorang Pembimbing
Adakah seorang yang bisa menjadi pembimbing yang baik dalam lingkup minat yang Anda geluti? Tulis surat penjelasan mengapa Anda ingin membina hubungan mentoring, dan mengapa Anda akan menjadi murid yang baik bagi orang tersebut. Jika anda merasa puas dengan surat tersebut, teruskan, lalu poskan. Jika tidak mendapatkan balasan, Anda boleh mencoba kirimkan surat lagi, atau menelponnya; atau cobalah mencari orang lain serta menghubungi orang tersebut.

5. Siapa Rekan atau Mitra Kerja Sama Potensial?
Renungkan tentang upaya kreatif mana yang akan menghasilkan manfaat jika dilakukan secara bersama. Pikirkan tentang pengetahuan yang oaling Anda kuasai. Apa lima hal yang benar-benar Anda ketahui? Teknologi? Industri? Memasak? Seni? Bisbol? Dekorasi Interior? Keterampilan terbaik apa yang Anda miliki? Apa lima hal yang bisa Anda lakukan dengan cukup baik atau dengan amat mahir? Menyunting? Pertukangan? Mengorganisasi? Akting? Mengasuh Anak? Mengemudikan mobil balap?
Sekarang, pikirkan tentang apa yang ingin atau perlu Anda ketahui. Keterampilan apa yang tidak Anda kuasai dalam upaya merealisasikan sasaran tersebut? Kenalkah Anda dengan orang-orang yamg memiliki keterampilan tersebut? Tulislah nama dua atau tiga orang yang bisa Anda ajak bekerja sama.
Dari daftar Anda, putuskan siapa yang akan Anda ajak bekerja sama dalam upaya kreatif. Anda boleh mencomot sesuatu yangberorientasi bisnis, lengkap dengan motif untung rugi, atau suatu hobi yang ingin anda kerjakan semata-mata demi kesenangan. Buat kesepakatan dengan orang yang Anda pilih, adakan masa percobaan muali dua hingga enam bulan untuk mengetahui apakah kerja sama tersebut saling menguntungkan. Jika ya, teruskan atau kembangkan dengan merekrut orang lain. Jika daya kreatif mulai habis, dengan kesepakatan bersama, Anda bisa mengakhiri kerja sama tersebut. Rute mana pun yang Anda ambil, demi keuntungan atau kesenangan semata, pusatkan upaya terutama pada bagaimana saling meningkatkan C.O.R.E. kreatif.

6. Membangun Jaringan Anda
Kenali berbagai tempat yang di tempat itu Anda bisa membangun jaringan. Jika prioritas Anda adalah bidang bisnis, mulailah dengan mengontak asosiasi dagang atau profesional di daerah Anda untuk mengetahui pertemuan apa saja yang mereka sponsori, seperti acara sarapan pagi, makan siang, atau seminar. Banyak kamar dagang dan asosiasi bisnis lokal ang juga mengadakan sesi membangun jaringan relasi.
Untuk membangun jaringan relasi di tengah lingkungan kreatif yang memungkinkan Anda berkenalan dengan eksekutif penerbitan, penulis naskah, produser musik, dan para profesional kesenian tingkat tinggi yang lain, mulailah dengan mencari berbagai asosiasi profesional untuk orang-orang dalam bidang seni yang Anda geluti. Dalam pertemuan berkala kelompok-kelompok ini, Anda bisa sering bertemu dengan orang-orang yang punya akses ke perantara kalangan atas yang bisa menolong Anda.
Jika Anda suka, ajaklah pembangun jaringan relasi yang andal menurut Anda, untuk mendampingi dalam meniti langkah selanjutnya, untuk memberi kiat-kiat dalam membangun jaringan relasi.

7. Menentukan Target Relasi Terbaik
Pikirkan tentang seseorang yang paling ingin Anda ajak bicara, namun Anda merasa takut menghubunginya. Bagaimana Anda bisa menghubungi orang ini? Ketakutan atau keraguan apa yang Anda hadapi dalam upaya menghubungi orang ini? Jika biang keladinya adalah masalah logistik, bagaimana cara Anda mengatasinya? Renungkan dilema ini, atau tulis dalam jurnal mengenai ketakutan dan keraguan tersebut. Bacalah buku tentang membangun jaringan relasi, mengatasi rasa malu, serta topik lain yang bisa membantu. Tanya seorang rekan kerja atau kenalan yang Anda anggap andal dalam membangun jaringan relasi, mintalah nasihat untuk meningkatkan kemampuan bergaul dengan orang lain.

Untuk mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyarakat luas ada baiknya setiap individu harus mempunyai kemampuan Kreativ bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain. Seperti yang ditulis oleh Dale Carnegie dalam bukunya “How to Win Friends and Influence People” .
Berurusan dengan orang mungkin adalah masalah terbesar yang anda hadapi, terutama kalau anda berkecimpung dalam bisnis. Ya, itu juga sama benarnya kalau anda seorang ibu rumah tangga, arsitek, atau insinyur. Penelitian yang dikerjakan beberapa tahun lalu di bawah pengawasan Carnegie Foundation untuk Kemajuan Pengajaran membuka fakta palin penting – satu fakta yang nantinya diteaskan dengan studi tambahan yang dibuat oleh Carnegie Institute of Technology. Hasil penelitian mereka mengungkapkan bahwa bahkan dalam garis teknis rekayasa, sekitar 15% sukse keuangan seseorang adalah karena pengetahuan teknis seseorang dan sekitar 85% adalah karena keterampilan dalam rekayasa manusia – kepribadian dan kemampuannya memimpin orang.
Selama bertahun-tahun, saya menjalankan kursus setiap musim di Engineer’s Club di Philadelphia, dan juga kursus-kursus untuk New Yark Chapter dari American Institut of Electrical Engineers. Sejumlah total mungkin lebih dari seribu lima ratus insinyur telah lulus dalam pelajaran saya. Mereka datang kepada saya karena mereka akhirnya menyadari, setelah observasi dan pengalaman bertahun-tahun, bahwa personel dengan bayaran paling tinggi dalam rekayasa seringkali bukanlah mereka yang tahu paling banyak tentang rekayasa. Sebagai contoh, orang dapat mempekerjakan orang yang hany berkemampuan teknis semata-mata dalam rekayasa, akuntansi, arsitektur, atau profesi lain apa pun dengan gaji normal. Tapi orang yang memiliki pengetahuan teknik ditambah kemampuan mengekspresikan ide-ide, untuk memegang kepemimpinan, dan untuk menggugah antusiasme di antara mereka – orang seperti itulah yang diarahkan untuk memperoleh kekuasaan yang lebih tinggi.
Dalam hari-hari sibuk kegiatannya, John D. Rockefeller mengatakan bahwa “kemampuan berurusan dengan manusia adalah sama bisa dibelinya dengan komiditi gula dan kopi.” Dan saya akan membayar lebih besar untuk kemampuan itu,” ujar John D., “dibandingkan untuk yang lainnya yang berada di bawah matahari.”
Tidakkah Anda mengira bahwa setiap sekolah di muka bumi ini seharusnya menjalankan kursus untuk mengembangkan kemampuan dengan harga tertinggi di bawah matahari? Namun, seandainya ada satu saja kursus praktis dan masuk akal semacam itu yang diberikan utnuk orang dewasa pada hanya satu sekolah di muka bumi, hal itu telah lolos dari perhatian saya hingga penulisan saya saat ini.
Saya secara pribadi mewawancarai orang-orang yang berhasil, beberapa di antara mereka terkenal di dunia – para penemu seperti Marconi dan Edison; para pemimpin politik seperti Franklin D. Roosevelst dan James Fearly; para pemimpin bisnis seperti Owen D. Young; bintang filim seperti Clark Gable dan Mary Pickford; dan para penjelajah seperti Martin Johnson – dan berusaha menemukan teknik-teknik yang mereka gunakan dalam bungan manusia atau menyatu dengan masyarakat.
Dari semua bahan ini, saya menyiapkan satu ceramah singkat. Saya menyebutnya “Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain.” Saya katakan “singkat”. Pada mulanya memang singkat, tapi segera diperluas menjadi kuliah yang menghabiskan waktu satu jam tiga puluh menit. Selama bertahun-tahun, saya memberikan kuliah ini setiap musim, kepada orang dewasa pada kursus-kursus Carnegie Institute di New York.
Saya menyampaikan ceramah ini dan mendesak mereka untuk keluar dan mengujinya dalam bisnis dan kontak sosial mereka, kemudian kembali ke kelas untuk membicarakan pengalaman mereka dan hasil yang telah mereka capai. Tugas yang bukan main menarik!Para wanita dan pria ini, yang lapar akan pengembangan diri, merasa sangat tertarik dengan ide kerja dalam semacam laboratorium baru – laboratorium pertama dan satu-satunya yang pernah ada bagi orang dewasa mengenai hubungan manusia.

Teknik-Teknik Dasar dalam Menangani Manusia
Kalau anda inign mengumpulkan madu, jangan tendang sarang lebahnya.
Pada tanggal 17 Mei 1931, perburuan penjahat paling sensasional di kota New York yang pernah dikenal akhirnya sampai pada klimaksnya. Setelah berminggu-mingu pencarian, Crowley si “Dua Senjata” – sang pembunuh, perampok bersenjata yang tidak merokok dan tidak minum minuman keras – berada dalam posisi bertahan, terjebak dalam apartemen kekasihnya di West End Avenue.
Seratus lima puluh polisi dan detektif mengepung tempat persembunyiannya. Mereka membuat lubang-lubang di atap; mereka berusaha memancing keluar Crowley, si “pembunuh polisi,” dengan gas air mata. Kemudian mereka menyiapkan senapan mesin di gedung-gedung di sekitarnya, dan selama lebih dari satu jam area pemukiman New York dipenuhi suara letusan senjata. Crowley, merangkak di belakang kursi, membalas tembakan polisi tanpa henti. Sepuluh ribu orang tercekam menyaksikan pertempuran ini. Belum pernah kejadian seperti ini terjadi di pinggir jalan New York.
Ketika Crowley tertangkap, Komisaris Polis E.P. Mulrooney menyatakan bahwa si bandit dua senjata merupakan salah satu dari kriminal paling berbahaya yang pernah tercatat dalam sejarah New York. “Dia akan membunuh, “ujar sang Komisioner,” hanya karena jatuhnya sehelai bulu.”
Tapi bagaimana Crowley si “Dua Senjata” memandang dirinya sendiri? Kita tahu, karena tatkala polisi memberondong apartemennya, dia menulis sepucuk surat yang ditujukan “Untuk mereka yang berkepentingan.” Dan, ketika dia menulis, darah mengalir dari lukanya meninggalkan jejak merah di kertas. Dalam suratnya ini, Crowley berkata: “Di balik pakaian saya ada sbuah hati yang letih, tapi sebuah hati yang baik – yang tidak tega melukai siapa pun.”
Beberapa saat sebelum hal ini terjadi, Crowley baru saja mengadakan pesta kencan dengan pacarnya di pinggir kota Long Island. Tiba-tiba seorang polisi muncul menghapiri mobil dan meminta: “Coba saya lihat surat mengemudi anda.”
Tanpa berkata sepatah pun, Crowley menarik picu senjatanya dan menembak polisi itu hingga mandi darah. Tatkala polisi yang menjadi korban itu jatuh, Crowley melompat keluar mobil, merampas senjatanya, dan menembakkan sebutir peluru lagi ke tubuh tak berdaya itu. Dan itulah si pembunuh yang berkata: “Di balik pakaian saya ada hati yang letih tapi sebuah hati yang baik – hati yang tidak tega menyakiti siapa pun.”
Crowley dihukum mati di kursi listrik. Begitu dia tiba di penjara Sing Sing, apakah dia berkata, “Ini yang saya peroleh karena membunuh orang-orang”? Tidak, dia berkata: Ini yang seaya peroleh karena membela diri.”
Hal penting dari kisah ini adalah : Crowley si “Dua Senjata” tidak menyalahkan dirinya sama sekali. Apakah itu sikap yang tidak biasa di antara para kriminal? Kalau Anda mengira begitu, dengarkan ini :
“Saya sudah melewatkan tahun-tahun dalam hidup saya memberi orang-orang kesenangan, membantu mereka menikamti hidup, dan apa yang saya peroleh adalah perlakuan kejam, sebagai orang yang diburu-buru.”
Dari kejadian tersebut dapat diambil pelajaran bahwa: “Kritik adalah hal yang sia-sia karena menempatkan seseorang dalam posisi defensif dan biasanya membuat orang itu berusaha mempertahankan dirinya. Kritik itu berbahaya, karena melukai rasa kebanggaan seseorang, melukai perasaan pentingnya, dan membangkitkan rasa benci.”
B.F. Skinner, seorang psikologi terkenal di dunia, membuktikan lewat pengalaman-pengalamannya bahwa seekor binatang yang diberi hadiah karena tingkah laku baik, akan belajar jauh lebih cepat dan menyimpan apa yang dipelajjarinya dengan jauh lebih efektif, dibandingkan dengan seeokor binatang yang dihukum karena bertingkah laku buruk.Studi-studi berikutnya menunjukkan bahwa hal yang sama juga berlaku pada manusia. Dengan mengkritik, kita tidak membuat perubahan yang langgeng dan seringkali malah menimbulkan rasa benci.
Hans Selye, seorang psikolog besar lannya, berkata, “Kehausan kita akan persetujuan, sama besarinya dengan ketakutan kita kepada kritik.” Rasa benci yagn ditimbulkan oleh kritik dapat menurunkan semangat kerja para pegawai, anggota keluarga dan kawan-kawan, dan tetap tidak memperbaiki situasi yang sudah dikritik.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Jangan mengkritik, mencerca, atau mengeluh.

Rahasia Besar Dalam Berurusan Dengan Manusia
Hanya ada satu cara di bawah surga untuk menggugah siapa pun melakukan apa saja. Apakah anda pernah berhenti memikirkan hal ini? Ya, hanya satu cara. Dan itu adalah dengan membuat orang lain ingin melakukannya.
Ingat, tidak cara lain.
Tentu saja Anda bisa membuat seseorang memberi Anda jamnya dengan menodongkan pistol ke rusuknya. Anda bisa membuat pegawai Anda mau bekerja sama dengan Anda – sampai punggung Anda berbalik – dengan ancaman memecat mereka. Anda bisa membuat seorang anak melakukan apa yang Anda kehendaki dengan cambukan atau ancaman. Tapi metode-metode kejam ini sudah sama sekali tidak bisa diharapkan bereaksi.
Satu-satunya cara yang bisa menggerakkan Anda melakukan apa pun adalah dengan memberi Anda apa yang Anda inginkan.
Apa yang Anda inginkan ?
Sigmund Freud berkata bahwa segala yang Anda dan Saya kerjakan berasal dari dua motif: desakan seks dan hasrat untuk menjadi besar.
John Dewey, salah seorang filsuf Amerika yang paling terkenal mengungkapkannya dengan cara agak berbeda. Dr. Dewey berkata bahwa desakan yang paling dalam pada sifat dasar manusia adalah “hasrat untuk menjadi penting”. Ini sangat penting. Anda akan mendengar banyak tentang hal tersebut.
Lincoln pernah memulai satu suratnya dengan mengucapkan : Setiap orang menyukai pujian. “William James berkata: “Prinsipi paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai.” Dia tidak menyebutnya sebagai satu “harapan” atau “hasrat” atau “dambaan” untuk dihargai. Dia mengatakan “kebutuhan” untuk dihargai.
Ini adalah satu rasa lapar manusai yang tak terpikirkan dan tak tergoyahkan, dan individu langka yang benar-benar dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya dan “bahkan pengurus pemakaman akan menyesal tatkala dia meninggl.”
Hasrat untuk menjadi penting adalah salah satu perbedaan nyata antara manusia dan binatang. Untuk menggambarkannya : Tatkala saya masih sebgai anak petani di Missouri, ayah saya memberikan babi Dourec-Jersey yang baik dan turunan ternak bermuka-putih. Kami biasa memamerkan babi-babi dan ternak bermuka-putih kami pada perayaan-perayaan kampung dan pameran-pameran ternak di seluruh Middle West. Kami memenangkan hadiah pertama. Ayah memasang pita birunya pada sehelai muslin putih, dan tatkala kawan-kawan ata para pengunjung berdatangn ke rumah, dia akan mengeluarkan helai kain msulim itu. Dia akan memegang satu ujungnya dan saya akan memegang yang satunya manakala dia memamerkan pita-pita biru itu.
Kalau nenek moyang kita tidak mempunyai hasrat besar terhadap perolehan rasa penting ini, peradaban akan menjadi tidak mungkin terjadi. Tanpa hal ini, kita tidak akan ada bedanya dengan binatang.
Hasrat untuk menjadi penting inilah yang telah menggerakkan seorang pelayan toko makanan yang tidak berpendidikan dan miskin untuk mempelajari beberapa buku hukum yang ditemukannya di dasar tong dari barang rumah tangga rampasan yang telah dibelinya dengan harga lima puluh sen. Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang pelayan toko makanan ini. Namanya adalah Lincoln.
Manusia kadang-kadang menjadi cacat dalam usahanya memperoleh simpati dan perhatian, dan mendapatkan perasaan penting. Sebagai contoh, kita lihat Nyonya McKenley. Dia memperoleh perasaan pentingnya dengan cara memaksa suaminya, Presiden Amerika, untuk mengabaikan urusan-urusan penting negara pada saat preseiden berbaring di tempat tidur bersamanya, selam berjam-jam, dengan lengan presiden yang terus memeluknya dan membelainya sampai tertidur. Dia memuaskan hasrat memperoleh perhatiannya dengan memaksakan presiden tetap berssamanya tatkala dia sedang berobat ke dokter gigi, dan pernah sekali terjadi keributan besar ketika presiden meinggalkannya sendiri bersama si dokter gigi karena presiden mempunyai janji dengan John Hay, menteri luar negerinya.
Menyakiti orang lain bukan hanya tidak akan mengubah orang itu, hal itu tidak pernah diperlukan. Ada satu pepatah lama yang berbunyi :
Saya akan melewati jalan ini hanya sekali; karenanya setiap perbuatan bai yang dapat saya lakukan atau kebaikan apa pun yang bisa saya perlihatkan kepada siapa pun, biarlah saya melakukannya sekarang. Jangan biarkan saya menunda, juga jangan biarkan saya mengabaikannya, karena mungkin saya tidak akan melewati jalan ini lagi.
Emerson berkata : “Setiap orangyang saya jumpai adalah lebih baik dari saya dalam hal tertentu. Dengan cara itu, saya belajar tentang dirinya.”
Mari kita berhenti dari apa yang ingin kita capai dari keinginan-keinginan kita. Mari kita coba menemukan hal-hal baik dalam diri orang lain. Kemudian lupakan tentang sanjungan. Berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Jadilah “tulus dalam penerimaan Anda dan murah hati dalam memberi penghargaan,” dan orang-orang akan mengingat kata-kata anda, menghargainya dan mengulangnya sepanjang hidup –mengulangi kata-kata itu bertahun-tahun setelah Anda melupakannya.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Berikan penghargaan yang jujur dan tulus.

“Dia Yang Mampu Melakukannya Akan Memiliki Seluruh Dunia Bersamanya. Dia Yang Tidak Bisa, Akan Berjalan Dalam Jalan Yang Sepi”
Satu-satunya cara dibumi ini untuk mempengaruhi orang lain adalah berbicara tentang apa yang meeka inginkan dan tunjukkan kepada mereka bagaimana memperolehnya.
Ingat itu tatkala Anda mencoba menggerakkan seseorang untuk mengerjakan sesuatu. Kalau, misalnya, anda tidak ingin anak-anak Anda merokok, jangan memberi ceramah kepada mereka, dan jangan bicarakan tentang apa yang Anda inginkan; melainkan tunjukkan kepada mereka bahwa rokok mungkin akan membuat mereka tidak bisa masuk dalam tim bola basket atau tidak bisa memenangkan lari seratus meter.
Ini adalah hal yang baik untuk diingat lepas dari apakah anda berurusan dengan anak-anak atau anak sapi atau simpanse. Sebagai contoh: suatu hari Ralph Waldo Emerson dan putranya berusaha menghela seekor anak sapi agar masuk ke kandangnya. Namun mereka membuat kesalahan yang lazim karena hanya memikirkan tentang apa yang mereka inginkan; Emerson mendorong dan putranya menghela. Tapi sapi itu hanya memikirkan apa yang dia inginkan; maka dia mengeraskan kakinya dan dengan keras kepala menolak meninggalkan padang rumput itu. Seorang pembantu bansa Irlandia melihat kejadian ini. Dia tidak bisa menulis esai dan buku; tapi setidaknya dalam peristiwa ini, dia lebih memiliki pengertian kuda atau pengertian anak sapi, dibandingkan dengan Emerson. Dia memikirkan tentang apa yang diinginkan si anak sapi; maka dia memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut si anak sapi membiarkan anak sapi itu mengisap jarinya tatkala dia dengan lembut menghelanya masuk kandang.
Setiap tindakan yang pernah Anda lakukan sejak hari kelahiran Anda, dilakukan karena Anda menginginkan sesuatu. Bagaiman halnya pada saat Anda memberi sumbangan besar pada Palang Merah? Ya, tidak ada pengecualian dengan aturan itu. Anda memberi donasi pada Palang Merah karena Anda ingin menolong; Anda ingin melakukan tindakan baik, yang tidak memikirkan diri sendiri dan mulia. “Dalam banyak hal yang telah Anda kerjakan, Anda telah melakukannya untuk diri sendiri.”
Dunia penuh dengan manusia-manusia yang merampas dan mementingkan diri sendir. Maka, individu yang memang jarang bersedia, yang berusaha tanpa mementingkan diri sendiri memberi pelayansn pada orang lain, mempunyai keuntungan besar. Mereka hanya memiliki sedikit pesaing. Owen D.Young, seorang ahli hukum terkenal dan salah satu pemimpin besar dalam bisnis Amerika, pernah berkata: “Orang yang bisa meletakkan diri mereka pada tempat orang lain, yang bisa mengerti cara berpikir mereka, tidak perlu khawatir tentang masa depan mereka.”
Melihat dari sudut pandang orang lain dan membangkitkan dalam dirinya rasa ingin memperoleh sesuatu tidak boleh dianggap sebagai memanipulasi orang itu sehingga dia akan mengerjakan sesuatu yang hanya berguna untuk Anda dan menyebabkan kerugiannya.
Untuk mengulang nasihat bijaksana Profesor Verstreet : Pertama bangkitkan keinginan dalam diri orang lain. Dia yang bisa melakukan hal ini, memiliki seluruh dunia bersamanya. Dia yang tidak bisa, akan berjalan di jalan yang sepi.
William Winter pernah berkata bahwa “ekspresi-diri adalah kebuthan dominan dari sifat dasar manusia.” Mengapa kita tidak bisa mengadaptasi psikologi yang sama ini untuk urusan bisnis kita? Pada saat kita memiliki ide cemerlang, bukannya membuat orang lain berpikir bahwa itu milik kita, mengapa tidak membiarkan mereka sendiri yang memasak dan mengaduk ide itu.
Ingat: “Pertama, bangkitkan minat dalam diri orang lain. Dia yang bisa melakukan hal ini, memiliki seluruh dunia bersamanya. Dia yang tidak bisa, akan berjalan di jalan yang sepi.”
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Bangkitkan minat dalam diro orang lain..

Lakukan ini dan Anda akan disambut hangat di mana saja
Pernahkan Anda berpikir bahwa seekor anjing adalah satu-satunya binatang yang tidak perlu bekerja untukmenghidupi dirinya? Seekor ayam betina harus member telur, sapi harus memberikan susunya, dan seekor burung kenari harus bernyanyi. Tapi seekor anjing tidak harus bekerja dan tidak memberi Anda sesuatu pun kecuali cinta.
Ketika saya berusia lima tahun, ayah membelikan saya anak anjing kecil berbulu kuning seharga lima puluh sen. Dia adalah sinar terang dan kesenangan pada masil kecil saya. Setiap sore sekitar pukul setengah lima, dia akan duduk di halaman depan dengan matanya yang indah memandang tajam ke jalan, dan begitu dia mendengar suara saya atau melihat saya menenten ember santap malam saya menuju bukit, dia akan melompat datang seperti peluru yang ditembakkan, berlari kencang naik ke bukit untuk menyapa saya sambil berlompatan kegirangan dan menggonggong karena senangnya.
Tippy adalah sobat saya selama lima tahun. Kemudian suatu malam yang tragis – saya tidak akan pernah melupakannya – dia mati, pada jarak sepuluh kaki di mana saya berada, mati tersambar petir. Kematian Tippy merupakan tragedi masa kecil saya.
Kau tidak pernah membaca buku psikologi, Tippy. Kau tidak pernah membacanya. Kau sudah tahu berdasarkan naluri bahwa kau bisa berteman lebih banyak dalam waktu dua bulan, dengan cara menjadi sungguh-sungguh tertarik pada orang lain dibandingkan dengan yang bisa kau lakukan dalam waktu dua tahun dengan cara mengusahakan orang lain yang tertarik padamu. Anda bisa mendapat lebih banyak kawan dalam waktu dua bulan dengan cara menjadi tertarik pada orang lain dibandingkan dengan yang bisa Anda peroleh di waktu dua tahun dengan cara mengusahakan orang lain tertarik pada Anda.
Kalau kita Cuma berusaha memberi kesan kepada orang lain, dan berusaha menjadikan orang lain tertarik kepada kita, kita tidak akan pernah mempunyai banyak kawan yang sejati dan tulus. Kawan, kawan sejati, tidak dihasilkan dengan cara itu.
Alfred Adler, seorang psikolog terkenal dari Vienna, menulis sebuah buku dengan judul What Life Should Mean To You. Dalam buku itu, dia berkata: “Individu yang tidak tertarik kepada kawan-kawannyalah yang memiliki kesulitan terbesar dalam hidup dan memberikan luka terbesar kepada orang lain. Dari antara para individu tersebutlah semua kegagalan manusia timbul.”
Kalau kita ingin berkawan, biarkan diri kita melakukan sesuatu untuk orang lain – hal-hal yang memerlukan waktu, energi, rasa tidak mementingkan diri dan pemikiran. Tatkala Duke of Windsor saat itu adalah Pangeran Wales, dia dijadwalkan untuk mengadakan perjalanan ke Amerika Selatan, dan sebelum dia memulai tur itu, dia menghabiskan waktu berbulan-bulan belajar bahasa Spanyol sehingga dia bisa berbicara di depan umum dalam bahasa negara itu, dan Amerika Selatan mencintainya karena ini.
Kalau kita ingin mendapat kawan, mari kita menyapa orang dengan antusias dan bersemangat. Banyak perusahaan yan melatih para operator teleponnya untuk menyapa para penelepon dalam nada suara yang menyiratkan minat dan antusiasme. Si penelpon merasa bahwa perusahaan memperhatikan mereka. Mari kita ingat hal itu apabila kita menerima telepon besok.
Memperhatikan minat yang sungguh-sungguh terhadap orang lain bukan hanya memberi kawan bagi anda, melainkan juga akan menarik pelanggan setia untuk perusahaan Anda. Kalau Anda ingin orang lain menyukai Anda, kalau Anda ingin mengembangkan persahabatan sejati, kalau Anda ingin menolong orang lain sekaligus menolong diri Anda sendiri, simpan prinsip ini dalam pikiran Anda :Bersungguh-sunggulah menaruh minat kepada orang lain.

Cara Sederhana Untuk Membuat Kesan Pertama Yang Baik
Pada suatu pesat santap malan di New York, salah satu tamu, seorang wanita yang mendapat warisan uang, dengan bersemangat ingin membuat kesan kepada setiap orang. Dia sudah menghambur-hamburkan harta itu untuk mantel bulu musang, berlain dan mutiara. Tapi dia belum melakukan sesuatu pun pada wajahnya. Wajah itu menampilkan kesuraman dan rasa memntingkan diri sendiri. Dia tidak menyadari apa yang diketahui semua orang: yaitu, bahwa ekspresi yang terpantul dari wajah seseorang adalah jauh lebih penting dari pada pakaian yang dikenakannya.
Charles Schwab mengatakan pada saya bahwa senyumnya bernilai sejuta dolar. Dan dia mungkin memang mengatakan yang sebenarnya. Karena kepribadian Schwab, daya tariknya, kemampuannya membuat orang menyukainya, hampir semuanya menjadi penyebab dari suksenya yang luar biasa; dan salah satu faktor yang sangat menyenangkan dalam kepribadiannya adalah senyumnya yang memikat.
Senyum Anda merupakan sebuah utusan dari niatbaik Anda. Senyum Anda membuat cemerlang kehidupan mereka semua yang memandangnya. Bagi seseorang yang telah melihat selusin manusia yang mengerutkan dahi, merengut atau memalingkan wajah mereka, senyum Anda seperti matahari yang membelah awan. Terutama untuk seseorang yang sedang tertekan oleh bosnya, para pelanggannya, gurunya, atau orang tua atau anak-anaknya, seulas senyum bisa menolongnya menyadari bahwa semuanya bukan tanpa harapan – bahwa masih ada kegembiraan dalam dunia ini.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Tersenyumlah.

Kalau Anda Tidak Melakukan Ini, Anda Akan Menuju ke Jalan Kesulitan
Kadang-kadang memang sulit untukmengingat sebuah nama, terutama bila nama itu sulit diucapkan. Bukannya berusaha mempelajarinya, banyak orang malah mengabaikannya atau memanggil orang itu dengan nama panggilan yang mudah. SidLevy mengunjungi seseorang pelanggan yang bernama Nicodemus Papadoulus. Kebanyakan orang hanya memanggilnya “Nick”. Levy menceritakan hal ini pada kami: “Saya berusaha secara khusus untuk menyebutkan namanya beberapa kali kepada diri saya sendiri sebelum saya mengunjunginya. Tatkala saya menyapanya dengan nama lengkapnya: ‘Selamat sore, Mr. Nicodemus Papadoulus’, dia tercengang. Untuk waktu kira-kira beberapa menit, tidak ada jawaban sama sekali darinya. Akhirnya, dia menjawab denga air mata berlinang di pipinya, ‘Mr. Levy, selama lima belas tahu saya berada di negara ini, tak seorang pun pernah berusaha memanggil saya dengan nama saya yang benar.’”
Kebijaksanaan dalam mengingat dan menghormati nama kawan-kawannya dan rekan-reakan bisnisnya adalah salah satu rahasia kepemimpinan Andrew Carnegie. Dia bangga akan fakta bahwa dia mampu memanggil banyak dari pekerja pabriknya dengan nama pertama mereka, dan dia menyombongkan bahwa selama dia sendiri memegang tanggung jawab, tak satu pun pemogokan pernah mengganggu pabrik bajanya yang bersinar-sinar.
Kebanyakan orang tidak mau mengingat nama karena alasan sederhana, yaitu mereka tidak meluangkan waktu dan energi yang perlu untuk berkonsentrasi dan mengulangnya, kemudian mengingat nama-nama itu lekat-lekat dalam pikiran mereka. Mereka membuat dalih untuk diri mereka sendiri; mereka terlalu sibuk.
Nah, kita harus sadarh akan keajaiban yang ada dalam sebuah nama, dan sadar bahwa benda yang satu ini sepenuhnya merupakan milik orang itu, dengan siapa kita berhubungan bukan seorang pun yang lain. Nama membuat para individu terpisah; nama membuatnya unik diantara yang lainnya. Informasi yang sedang berusaha kita ingat, atau permintaan yang sedang kita buat, mempunyai kepentingan khusus tatkala kita mendekati situasinya dengan nama individu bersangkutan tersebut. Mulai dari pelayanan sampai eksekutif senior, nama akan bekerja secara ajaib pada saat kita berurusan dengan orang lain.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Nama seseorang bagi bersangkutan merupakan suara yang paling manis dan terpenting dalam bahasa apa pun..

Cara Mudah Untuk Menjadi Pembicara Yang Baik
Apa rahasia dan misteri wawancara yang berhasil? Nah menurut presiden Harvard yang sebelumnya, Charles W. Eliot, “Tidak ada misteri dalam wawancar bisnis yang berhasil…Hanya satu: perhatian penuh terhadap orang yang sedang berbicara pada Anda, itu sangat penting. Tidak ada hal lain yang sangat menyanjung.”
Mendengarkan sama pentingnya untuk kehidupan rumah tangga dan bisnis. Millie Esposito dari Croton-on-Hudson, NewYork, membiasakan diri mendengarkan dengan cermat ketika salah seorang anaknya ingin berbicara dengannya. Suatu malam dia sedang duduk di dapur bersama putranya, Robert, dan setelah satu diskusi singkat tentang sesuatu yang ada dalam pikiran anaknya, Robert berkata: “Bu, saya tahu kalau Ibu sagat mencintai saya.”
Nyonya Esposito begitu tersentuh mendengar itu dan berkata: “Sudah pasti Ibu sangat mencintaimu. Kau meragukannya?
Robert menjawab: “Tidak, tetapi saya tahu kalau Ibu sungguh-sungguh mencintai saya, karena setiap kali saya ingin bicara tentang sesuatu, Ibu akan menghentikan apa pun yang sedang Ibu kerjakan, dan mendengarkan saya.”
Orang yang suka sekali mengeluh, bahkan tukang kritik yang paling kejam, seringkali akan menjad lembut dan lunak di depan seorang pendengar yang sabar dan simpatik – pendengar yang akan berdiam diri ketika si pemberang yang selalu mencari kesalahan mendesis seperti ular kobra dan menyemprotkan racunnya.
Orang-orang yang hanya bicara tentang diri mereka hanya berpikir tentang diri mereka sendiri. Dan “orang-orang yang hanya berpikir tentang diri mereka sendiri,” Dr. Nicholas Murray Butley, presidedn dari Universitas Columbia, berkata, “tak salah lagi, adalah orang tak berpendidikan. Mereka itu bukan orang berpendidikan, “ujar Dr. Butler, tidak peduli betapa mereka diberi pengajaran.”
Maka, bila Anda ingin menjadi seorang pembicara yang baik, jadilah pendengar yang penuh perhatian. Untuk menjadi menarik, tertariklah pada orang lain. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang orang lain senang menawabnya. Beri semangat mereka agar bicara tentang diri mereka dan hasil sukses mereka.
Ingat bahwa orang dengan siapa Anda bicara adalah seratus kali lebih tertarik dengan diri mereka sendiri dan keinginan-keinginan mereka, juga masalah mereka dibandingkan dengan minat mereka pada Anda dan masalah Anda. . Sakit gigi seseorang lebih berarti baginya dari pada kelaparan di Cina yang telah membunuh sejuta orang. Rasa panas di tenggorokan seseorang lebih menarik minatnya dibandingkan dengan empat puluh gempa bumi di Afrika. Pikirkan hal itu lain waktu Anda memulai suatu percakapan.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Jadilah pendengar yang baik. Dorong orang lain untuk bicara tentang diri mereka.

Bagaimana Menarik Minat Orang Lain
Setiap orang yang pernah menjadi tamu Theodore Roosevelt akan tercengang akan luasnya pengetahuannya. Apakah tamunya itu seorang gembala sapi, politisi New York, atau seorang diplomat, Roosevelt tahu apa yang harus dikatakannya. Dan bagaimana hal itu dilakukannya? Jawabannya sederhana. Pada saat Roosevelt menunggu seorang tamu, dia akan duduk pada malam sebelumnya, membaca subjek yang dia tahu merupakan minat utama tamunya.
Membicarakan minat orang lain memberi keuntungan kepada kedua pihak. Howar Z. Herzig, seorang pemimpin dalam bidang komunikiasi pegawai, selalu mengikuti prinsip itu, Herzig menjawab bahwa tidak hanya dia menerima manfaat yang berbeda dari masing-masing orang, tetapi secara umum manfaat itu telah menjadi perluasan kehidupannya setiap kali dia berbicara kepada seseorang.
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Bicaralah mengenai minat orang lain.

Bagaimana Membuat Orang Lain Segera Menyukai Anda
Ada satu hukum penting mengenai tindak-tanduk manusia. Kalau kita mematuhi hukum itu kita hampir tidak akan pernah mendapat kesulitan. Sebenarnya, hukum itu kalau dipatuhi, akan memberi kita kawan yang tak terhitung jumlahnya, dan kebahagiaan yang konstant. Namun begitu kita melanggar hukum itu, kita akan masuk kedalam kesulitan abadi. Hukum itu adalah : Selalu buat orang lain merasa dirinya penting. John Dewey, seperti yang sudah kita ketahui, mengatakan bahwa hasrat menjadi penting merupakan desakan terdalam dari sifat dasar manusia; dan William James berkata : “Prinsip terdalam pada sifat dasar manusia adalah idaman untuk dihargai.” Seperti yang sudah saya jelaskan, desakan ini yang telah membedakan kita dari binatang. Desakan inilah yang mengambil tanggung jawab dari peradaban itu sendiri.
“Bicaralah pada orang lain tentang diri mereka,” ujar Disraeli, salah satu orang paling cerdas yang pernah memerintah Kekaisaran Inggris.
“Bicaralah pada orang lain tentang diri mereka, dan mereka mampu mendengarkan selam berjam-jam.”
Agar menjadi kreatif, mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyrakat luas gunakan prinsip : Buat orang lain merasa penting – dan lakukan itu dengan tulus.

Memikat Orang Lain Mengikuti Cara Berpikir Anda
Menyatu dengan masyarakat luas membutuhkan kemampuan bergaul yang cukup luas mengingat masyarakat terdiri dari individu-individu dengan berbagai karakter yang berbeda. Untuk mengambil peran penting dalam menyatu dengan masyarakat luas setiap indvidu sebaiknya memiliki kemampuan memikat orang lain mengikuti cara berpikirnya.
Ada beberapa cara menurut Dale Carnegie agar orang lain dapat mengikuti cara berpikir Anda yaitu :
1. Hindari perdebatan dengan orang lain
2. Perlihatkan Respek terhadap orang lain. Jangan pernah berkata, “Anda Salah.”
3. Kalau Anda salah, akuilah dengan cepat dan simpatik
4. Mulailah dengan cara yuang ramah.
5. Usahakan orang lain mengucapkan “ya, ya” dengan segera
6. Biarkan orang lain yang lebih banyak berbicara
7. Biarkan orang lain merasa bahwa itu adalah idenya.

Selain itu “Dale Carnegie” juga memberikan saran bagaimana menyatu dengan masyarakat luas yaitu dengan cara bagaimana mengubah orang lain tanpa menyinggung atau membangkitkan kemarahan :
1. Mulailah dengan pujian dan penghargaan yang jujur
2. Beritahu kesalahan orang lain dengan cara tidak langsung
3. Bicarakan kesalahan Anda dulu sebelum mengkritik orang lain
4. Ajukan pertanyaan sebagai ganti memberi perintah langsung
5. Biarkan orang lain menyelamatkan muka
6. Pujilah peningkatan sekecil apa pun dan pujilah setiap peningkatan. Jadilah “Tuluslah dalam penerimaan Anda dan murah hati dalam penghargaan Anda”
7. Beri orang lain reputasi yang baik untuk mereka penuhi.
8. Gunakan dorongan. Buatlah kesalahan tampak mudah diperbaiki
9. Buar orang lain senang mengejakan hal yang Anda sarankan.

Tuhan, Bank Kreativitas Tak Terbatas
Penulis: Lutfiatus SholihahJawa Pos, tanggal 2004-10-03
Tuhan adalah sakral. Dia tak terdefinisi. Ada, maujud, terdahulu, kekal, dan menguasai 99 sifat lain yang menunjukkan sangat berkuasa penuh terhadap segala hal. Dia supermultiseniman. Sang Kreator Sejati. Kelembutan dan kesangaran-Nya sangat menakjubkan. Sehingga masuk akal ketika Julia Cameron dan Mark Bryan mencoba menggugah kesadaran manusia terhadap keterpengaruhan-Nya bagi semesta jiwa agar manusia kreatif dan memanfaatkan-Nya. Oleh karena itu bagi manusia kreatif Dia dapat “diposisikan” sebagai inspirator bagi pengembangan kreatifitas. Jika Anda termasuk orang yang miskin inspirasi, cobalah memanfaatkan-Nya dan jadikanlah Dia penggugah inspirasi sehingga Anda mampu mewujudkan karya kreatif agung bagi peradaban.
Julia Cameron dan Mark Bryan mengajukan tesis ini bagi pembaca atas dasar bahwa selama ini Dia dipandang sebagai “penghambat” kreativitas. Katanya, hambatan pokok memperoleh rahmat dan karunia Tuhan adalah konsep kita terbatas tentang apa yang senyatanya mampu kita kerjakan. Kita mungkin mendengarkan suara Pencipta dalam diri kita, mendengarkan pesan-Nya, tetapi menganggap gila atau mustahil. Di satu saat, kita memerhatikan diri kita secara sangat serius dan tidak ingin tampak seperti seorang idiot yang memburu suatu kemuliaan. Di sisi lain, kita tidak memerhatikan diri kita –atau Tuhan– secara cukup serius dan memandang banyak hal sebagai kemuliaan yang dengan pertolongan Tuhan, dapat kita peroleh.
Padahal Tuhan sumber kehidupan. Artinya, secara spiritual kita punya sebuah rekening bank yang tak terbatas bagi kreativitas. Kebanyakan di antara kita tidak merenungkan betapa akbarnya Tuhan Sang Pencipta. Namun kita justru mengambil sedikit sekali kekuatan yang Tuhan karuniakan kepada kita. Kita membatasi kekuasaan Tuhan atas kita. Kita tanpa sadar membatasi pemberian dan pertolongan Tuhan kepada kita. Kita kikir terhadap diri sendiri. Dan, jika menerima karunia tanpa diduga-duga, kita justru sering mengembalikannya. Sebagian di antara kita mungkin berpikir bahwa kata-kata tersebut seperti pelajaran sulap: “aku berdoa dan sim salabim, abrakadabra, kun fayakun!” (sesuatu hanya dapat diwujudkan jika dilalui dengan doa). Kadang-kadang, itulah yang kita rasakan (hlm. 184).
Anda bingung dengan penjelasan di atas? Intinya begini: jika Anda merasa kesulitan dalam menangkap pesan-pesan Tuhan secara kongkret, maka dekatilah Tuhan agar berkenan “memberikan jalan” bagi perwujudan keinginan kreatif Anda. Permohonan Anda jangan dibayangkan seperti memohon kepada orang tua tanpa bekerja. Harus dilakukan secara bertahap melalui proses usaha yang mendorong kita semakin yakin bahwa kreativitas Tuhan pasti menolong manusia yang kreatif.
Dengan kata lain, bahwa penyebab mengapa kita kikir terhadap diri sendiri adalah pikiran tentang kekurangan. Kita tidak ingin keberuntungan kita sama. Kita tidak ingin menghambur-hamburkan kekayaan spiritual kita. Di sini sebenarnya, kita sedang membatasi pemasukan kita dengan memosisikan Tuhan jadi sosok orang tua yang pelit. Dengan mengingat Tuhan sebagai sumber kehidupan kita, sumber energi yang tak terbatas, kita dapat memperoleh teman, uang, dan karya yang bermakna. Seringkali kita tidak memperoleh sumber kehidupan sejati karena menganggap manusia sumber tersebut. Kita harus belajar untuk membiarkan sumber energi tersebut mengalir sekehendak-Nya, bukan sekehendak kita (hlm. 185).
Melalui buku ini kita dapat menelaah bahwa kreativitas adalah perihal spiritual. Kita maju berkat keyakinan kita yang kadang kuat dan kadang lemah. Konsep Tuhan sebagai sumber kehidupan adalah konsep sederhana. Tetapi sangat efektif untuk membuat rencana hidup. Konsep ini meniadakan ketergantungan dan kecemasan negatif. Karena konsep tersebut menyakinkan kita bahwa Tuhan akan menyediakan segalanya. Apa yang harus kita lakukan hanyalah mencari jalan untuk meraih apa yang Tuhan sediakan (hlm. 188).
Pengalaman Julia Cameron sebagai kreator di bidang seni penyutradaraan film dan Mark Bryan sebagai konsultan bidang kreasi seni visual ditampilkan dalam buku ini dengan mengemukakan pengalaman yang pernah ia alami. Apa yang mereka tulis di sini bukan semata imajinasi atau konsep-konsep kosong. Mereka, melalui buku ini, berbagi pengalaman bahwa sesungguhnya kreativitas yang sempit harus dibuka melalui kreativitas-kreativitas yang selalu Tuhan perlihatkan kepada manusia. Bahwa Tuhan setiap detik selalu memamerkan jutaan karya kreatif, mengapa kita diamkan saja?

Mendongkrak Kreativitas dengan Spiritualitas
Penulis: Adam KristianSurya, tanggal 2004-10-24 00:00:00.0

Bagi kebanyakan orang adalah pemikiran radikal bila menganggap Sang Pencipta menyukai dan mendorong kreativitas. Kita cenderung berpikir, atau setidaknya khawatir, bahwa impian kreatif menandakan sifat angkuh. Sebuah sifat yang dilarang Tuhan. Bagaimanapun seniman kreatif di dalam diri kita adalah sosok batiniah yang masih muda dan cenderung berpikir kekanak-kanakan. Potensi yang masih rapuh ini jangan sampai mati hanya karena kekhawatiran yang tidak tepat itu.
Kebanyakan kita ingin menjadi lebih kreatif. Kita merasa memang lebih kreatif, tetapi tidak mampu mengeluarkan kreativitas itu secara efektif. Impian justru menjauhi kita. Hidup kita terasa membosankan. Sering kali kita punya gagasan bagus, mimpi yang indah. Tetapi tidak dapat mewujudkannya untuk kepentingan kita sendiri.
Terkadang kita mengidamkan kehidupan kreatif, mengembangkan rasa kreativitas (sense of creativity) dalam bisnis, dalam berbagi dengan anak-anak, pasangan hidup dan teman-teman. Walaupun tidak ada penyembuhan kreativitas yang instan dan tanpa rasa sakit, pemulihan atau penemuan kreativitas adalah proses spiritual yang bisa diajarkan dan ditelusuri.
Buku yang ditulis Julia Cameron dan Mark Bryan ini menjelaskan, untuk melejitkan kreativitas diperlukan 12 tahap. Tahap pertama memulihkan rasa aman. Ingatlah bahwa seniman kecil dalam diri anda sangat rapuh. Ia bagaikan anak kecil yang perlu dilindungi. Temukan dan lindungilah anak itu.
Tahap kedua, memulihkan rasa beridentitas. Ada pasang surut dalam proses pemulihan kreativitas. Saat kita mengumpulkan kekuatan, muncul pula serangan-serangan yang berasal dari keraguan diri.
Tahap ketiga, memulihkan rasa berdaya. Marah adalah suatu jenis bahan bakar. Kita merasakan dan ingin melakukan sesuatu. Tetapi kita adalah orang yang baik, dan yang kita lakukan terhadap perasaan marah hanyalah menyimpannya, menyangkalnya, menguburnya, menyembunyikannya, mengobatinya. Untuk itu kita harus mengatasii rasa marah agar dapat keluar dari tekanan.
Tahap keempat, memulihkan rasa integritas. Pada tahap ini kita akan berhadapan dengan masalah berubahnya definisi diri. Uraian, tugas, dirancang untuk mendorong kita berintrospeksi secara produktif dan mengitegrasikan kesadaran yang baru.
Tahap kelima, memulihkan rasa kemungkinan. Pada tahap ini, kita harus mampu mengamati konsekueensi-konsekuensi yang harus dibayar ketika kita tetap teronggok diam.
Tahap keeman, memulihkan rasa keberlimpahan. Kita akan dihadapkan pada masalah keuangan kita. Kita harus dapat belajar mensyukuri akan rahmat dan limpahan dari berkah Tuhan.
Tahap ketujuh, memulihkan rasa bersambungan. Tahap ini lebih menekankan keterampilan – keterampilan reseptif dan aktif yang ada dalam diri kita.
Tahap kedelapan, memulihkan rasa berkekuatan. Salah satu tugas tersulit yang dihadapi seorang seniman adalah mempertahankan kreativitas.
Tahap kesembilan, memulihkan rasa kasih sayang. Kita belajar mengenali hambatan-hambatan internal yang menghambat kreativitas kita. Jika kita berhasil mengatasinya maka kita akan dapat melejitkan kreativitas kita.
Tahap kesepuluh, memulihkan rasa melindungi diri. Kreativitas adalah energi Tuhan yang mengalir melalui kita.
Tahap kesebelas, memulihkan rasa otonomi. Pada tahap ini yang difokuskan adalah otonomi seni yang ada dalam diri kita.
Tahap terakhir, memulihkan rasa berkeyakinan. Kreativitas adalah sebuah praktik spiritual. Kreativitas bukanlah sesuatu yang dapat disempurnakan, dirampungkan, dan disisihkan. Dengan perkataan lain, ketika sampai di puncak kreativitas, puncak itu lenyap. Karena tidak puas dengan prestasi-prestasi kita, betapapun tingginya.
Buku ini amat membantu melejitkan kreativitas yang ada dalam diri kita. Menurut Julia Cameron, hambatan kreativitas dapat disingkirkan bila kita melibatkan Sang Kreator dalam memulihkan kreativitas.

Menumbuhkan Kreativitas Berpikir

SEBUAH UPAYA MEMANFAATKAN FUNGSI OTAK
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
(Ali Imran: 190)
Kata Al Albab adalah bentuk jamak dari lubb yaitu saripati sesuatu. Kacang misalnya, memiliki kulit yang menutupi isinya. Isi kacang dinamai lub. Ulul Albab adalah orang yang mempunyai akal yang murni.
Ayat ini menunjukkan pentingnya akal bagi kehidupan manusia. Salah satu hal yang mempengaruhi akal adalah otak.
Apabila otak difungsikan secara optimal maka akal pun akan berfungsi optimal.
Menurut ahli neurologi otak manusia terbagi menjadi dua, yaitu otak kiri dan otak kanan yang memiliki fungsi yang berbeda.
Secara garis besar, otak kanan dan otak kiri mempunyai kemampuan sebagai berikut:
Otak kanan
Mendengar musik, memanfaatkan paduan warna menarik, ciptakan aneka symbol baru, belajar kelompok, teka-teki, humor, lelucon dan krea-tifitas.
Otak kiri
Membaca, berhitung, membuat rangkuman, mengerjakan PR, menganalisa, membuat penalaran dan menghafal.
Teori pendidikan terbaru mengatakan otak akan bekerja optimal apabila kedua belahan otak ini dipergunakan secara bersama-sama; otak kanan, yang memiliki spesifikasi berpikir dan mengolah data seputar perasaan, emosi, seni dan musik. Sementara otak kiri berfungsi meng-olah otak seputar sains, bisnis dan pendidikan. Penggunaan otak kiri, merupakan spesifikasi cara berfikir yang logis, sekuensial, linear dan rasional. Cirinya ia sangat teratur, sangat tepat untuk meikirkan keteratutan dalam ber-ekspresi secara verbal, tulisan, membaca, penempatan data dan fakta.
Sementara cara berfikir anak yang hanya menggunakan otak belahan kanannya adalah sifatnya acak, tidak teratur, intuitif dan holistik, ia mewakili cara berfikir non verbal, seperti perasaann dan emosi, kesadaran spasial, penggunaan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreatifitas dan visualisasi.
Jika anak belajar dengan hanya memanfaatkan otak kiri, sementara otak kanannya tidak diaktifkan, maka mudah timbul perasaan jenuh, bosan dan mengantuk. Begitu juga mereka yang hanya memanfaatkan otak kanan tanpa diimbangi dengan pemanpaatan otak kiri, bisa jadi ia akan banyak menyanyi, mengobrol atau menggambar tetapi hanya sedikit ilmu yang bisa masuk ke otaknya. Maka mengembangkan pemanpaatan otak kiri dan otak kanan menjadi penting dalam penciptaan suasana belajar. Caranya dengan memperbanyak paduan antara spesipikasi fungsi otak kanan dan otak kiri. Misalnya mengerjakan pekerjaan rumah dengan menciptakan aneka gambar yang memiliki arti khusus ketika menghapal pelajaran atau menggunakan sistem diskusi dalam proses pembelajaran.
Belajar kelompok bersama teman, dapat pula menjadi alternatif. Demikian juga dengan menggunakan sistem membaca cepat, sistem hapalan, meng-gunakan lagu, permainan dan sebagainya merupakan alternatif untuk mengktifkan otak kanan dan otak kiri. Kelemahan sebagian sistem pembelajaran selama ini adalah kurangnya memberikan kesempatan berkembang pada kedua belahan otak secara maksimal. Otak kanan dibiarkan menganggur sehingga in-telektual anak berkembang kurang seimbang. Anak hanya pandai berfikir dan menilai, tepi kurang intuitif apalagi kreatif.
Rasulallah Shalallahu Alaihi Wa sallam adalah contoh terbaik dalam proses pen-cerdasan anak didik dengan menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri.
Ketika beliau akan mengutus Sahabat muda, Muadz Bin Jabal ke Yaman, beliau mengajukan pertanyaan dan bukannya memberi penjelasan :
Dengan Apakah engkau memutuskan suatu perkara ?
Dengan kitabullah, Jawab Muadz.
Jika tidak Ada ?
Dengan Sunnah Rasulallah
Jika belum ada ?
Kami akan berijtihad, Jawab Muadz. (HR. Abu Daud)
Pertanyaan di atas membuat Muadz Bin Jabal menjadi aktif berfikir dan sekaligus melatih artikulasi psi-kologinya ke dalam tatanan logika dan verbal (kata-kata)
Uqbah bin Amr berkata, Pada suatu hari Rasulallah keluar rumah, sementara kami berada di Shuffah, beliau bersabda
Siapa diantara kalian yang suka pergi ke lembah Batkhan atau Aqiq dan membawa pulang dua unta berpunggung besar tanpa harus berdosa dan memutus hubungan kekerabatan ? kami menjawab ,Kami semua suka ya Rasulallah, Beliau bersabda, mengapa kamu tidak pergi ke masjid belajar atau membaca dua ayat Allah yang itu jauh lebih baik dari pada dua unta. Tiga ayat lebih baik daripada tiga unta, dan empat ayat lebih baik daripada empat unta.
Pada hadits ini Rasulallah shallalhu alaihi wa Sallam mengajak para sahabat (Ahli Shufah) untuk tidak hanya berfikir linear. Beliau mendekatkan kenyataan yang abstrak dalam bentuk nyata yang dapat dilihat dan diraba (konkrtit).

Pembelajaran Dengan Musik
Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dengan irama. Denyut nadi dan degup jantung manusia pun memiliki irama khusus. Belahan otak kanan menunjukan aktivitas kerja ketika di-perdengarkan musik. reaksi yang di-perlihatkan otak tergantung dengan jenis musik yang mempengaruhinya.
Musik keras seperti rock memberikan pengaruh keras kepada orang yang menyanyikan maupun yang mendengarnya, oleh karena itu ketika Cate Steven yang semula pemusik rock berpindah agama menjadi muslim, berubah pula ke pribadiannya menjadi seorang Yusuf Islam yang lembut dan tenang.
Musik Pop dan dangdut yang diirngi lirik cinta penuh asmara cenderung menumbuhkan gairah cinta yang tidak terkontrol bagi penggemarnya. Musik keroncong yang terkesan pasif membuat pendengarnya menjadi mengantuk pasif dan bersikap nrimo.

Pengaruh Musik Bagi Jiwa Manusia
Dengan musik yang tepat : ” Denyut nadi dan tekanan darah menurun, Gelombang otak melambat, Otot-otot rilek
Tanpa Musik : Denyut nadi dan tekanan darah meningkat, Gelombang otak semakin cepat, Otot-otot menegang
Mengingat adanya pengaruh musik yang baik bagi jiwa manusia Islam mem-perbolehkan musik dan nyanyian asal tidak kotor, cabul dan berbuat mengajak maksiat. Bahkan disunahkan dalam situasi gembira guna melahirkan perasaan ria dan menghibur hati, misalnya pada waktu hari raya, persepsi perkawinan, waktu kelahiran anak, aqiqah dan sebagainya.
Demikian menurut Yusuf Al Qaradlawi.
Hal ini berdasarkan beberapa hadits antara lain yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Aisyah r.a bahwa ketika dia mengantar pengantin perempuan ke tempat llelaki Anshar, Nabi Saw bertanya, Wahai Aisyah apakah mereka diirirngi hiburan, karena orang Anshar suka hiburan.
Imaam Al Ghazaki berkata, Semua hadit tentang bernyanyi itu terdapat dalam shahih bukhari dan muslim dan ini merupakan nash yang jelas bahwa menyanyi dan bermain itu tidak haram.
Al Qadli Abu Bakar, Ibnu Arabi berkata, Tidak ada satupun hadits yang shahih yang mengharamkan nyanyian. Ibnu Hazm berkata, Semua riwayat yang mengharamkan nyanyian adalah bathil dan maudlu (palsu)..
Sebagian ulama mengatakan bahwa nyanyian itu termasuk Lahwal Hadits (perkataan yang tidak berguna) yang disebut dalam firman Allah (QS. Luqman:06).
Mengomentari pendapat ini Ibnu Hazm berkata, Ayat tersebut menyebutkan suatu sifat yang apabila dilakukan menyebabkan pelakunya menjadi kafir dengan tidak diperselisihkan lagi, yaitu apabila dia menjadikan jalan Allah sebagai olok-olokan. Kalau seseorang membeli mushaf Al Quran untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah dan menjadikannya olok-olokan, maka dia kafir. Hal demikian inilah yang dicela oleh Allah.
Tetapi Allah tidak mencela orang yang membeli lahwal hadits untuk hiburan dan mengembirakan hati kecuali jika dipergunakan untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah Azza Wa Jalla

http://www.alazhar.syifabudi.net – Al-Azhar Syifa Budi
Powered by Mambo Open Source
Generated: 12 January, 2006, 10:47

7 Hambatan Untuk Menjadi Kreatif

If you embrace possibility thinking, your dreams will go from molehill to mountain size, and because you believe in possibilities, you put yourself in position to achieve them. (Jika Anda merangkul cara berpikir yang selalu melihat pada kemungkinan, maka perwujudan mimpi Anda akan berkembang dari kemungkinan yang hanya sebesar tahi lalat menjadi sebesar gunung, dan karena Anda percaya akan kemungkinan, Anda memampukan diri Anda untuk mewujudkan mimpi tersebut). – John C. Maxwell, Leadership expert

Oleh: Prof. Roy Sembel, Direktur MM Finance and Investment, Universitas Bina Nusantara Sandra Sembel, Pemerhati dan praktisi pengembangan SDM (ssembel@yahoo.com)
Siapa bilang kreativitas hanya milik para seniman? Siapa bilang kreativitias hanya milik orang muda? Siapa bilang orang sukses saja yang kreatif? Menurut Carol K Bowman (Creativity in Business), setiap orang memiliki kreativitas. Bahkan, mereka yang sudah di atas 45 tahun sekalipun masih dianugerahi kemampuan untuk menjadi kreatif. Pendeknya, selama otak masih berfungsi, kreativitas masih mengalir dalam diri seseorang. Lalu, jika demikian mengapa banyak orang belum mampu memanfaatkan kreativitas mereka secara optimal?
Ternyata ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif, 7 diantaranya dapat Anda simak disini. Kenali hambatan-hambatan tersebut, siapa tahu beberapa diantaranya dapat Anda temukan disini? Lalu ambilah strategi dan tindakan untuk mengasah kembali daya kreativitas Anda.
Hambatan 1: Rasa Takut
“Mengapa kamu tidak mencoba cara baru saja untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan lebih cepat?” “Ah, saya takut gagal. Kalau saya gagal atau salah, saya pasti dimarahi, bos! Jadi lebih baik saya kerjakan saja sesuai dengan yang diperintahkan.” Yah, rasa takut gagal, takut salah, takut dimarahi, dan rasa takut lainnya sering menghambat seseorang untuk berpikir kreatif. Tahukah Anda bahwa Abraham Lincoln sebelum menjadi presiden, berkali-kali kalah dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden? Tahukah Anda bahwa Spence Silver (3M) yang gagal menciptakan lem kuat, akhirnya menemukan `post-it’ notes?

Hambatan 2: Rasa Puas
“Mengapa saya harus coba sesuatu yang baru? Dengan begini saja saya sudah nyaman.” “Saya sudah sukses. Apa lagi yang harus saya cemaskan?” Ternyata bukan masalah saja yang bisa menjadi hambatan. Kesuksesan, kepandaian dan kenyamananpun bisa jadi hambatan. Orang yang sudah puas akan prestasi yang diraihnya, serta telah merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif mencoba yang baru, belajar sesuatu yang baru, ataupun menciptakan sesuatu yang baru. Apple Computer yang pernah menjadi nomor satu sebagai produsen komputer, pernah tergilas oleh para pemain baru di industri ini karena Apple telah terpaku pada keberhasilannya sebagai yang nomor satu, sehingga menjadi lengah untuk menawarkan sesuatu yang baru pada target pasar sampai perusahaan ini terhenyak dengan munculnya pesaing yang berhasil menggeser kedudukan Apple. Namun, belajar dari kesalahan, Apple berusaha bangkit kembali dengan produk-produk baru andalan mereka.

Hambatan 3: Rutinitas Tinggi
“Coba-coba yang baru? Aduh mana sempat? Pekerjaan rutin saja tidak ada habis-habisnya.” Apakah kalimat ini pernah Anda ucapkan? Jika ya, berarti rutinitas pernah menjadi hambatan bagi Anda untuk memanfaatkan kemampuan Anda untuk berpikir kreatif. Mungkin Anda perlu menyisihkan waktu khusus untuk mengisi `kehausan’ Anda akan kreativitas, misalnya baca buku tiap minggu (anda bisa menemukan ide brilian yang bisa Anda adaptasi, atau perbaiki), perluas lingkungan sosial Anda dengan mengikuti perkumpulan-perkumpulan di luar pekerjaan Anda (siapa tahu Anda bertemu dengan orang-orang yang bisa mendukung Anda ke jenjang sukses). Tahukah Anda bahwa Mariah Carey sengaja menyisihkan waktu dari kegiatan rutinnya sebagai penyanyi latar untuk memperluas pergaulannya? Mariah berusaha masuk ke lingkungan pergaulan para petinggi di dunia musik internasional sebelum akhirnya bertemu dengan produser musik yang bersedia mensponsori album pertamanya yang langsung menjadi hit dunia?

Hambatan 4: Kemalasan Mental
“Untuk mencoba yang baru berarti saya harus belajar dulu. Aduh, susah. Terlalu banyak yang harus saya pelajari. Biar yang lain saja yang belajar.” “Memikirkan cara lain? Wah, sekarang saja sudah banyak yang harus saya pikirkan. Lagipula memikirkan cara baru bukan tugas saya, biarlah atasan saya saja yang memikirkannya.” Ini merupakan beberapa contoh kemalasan mental yang menjadi hambatan untuk berpikir kreatif. Tidak heran jika orang yang malas menggunakan kemampuan otaknya untuk berpikir kreatif sering tertinggal dalam karir dan prestasi kerja oleh orang-orang yang tidak malas untuk mengasah otaknya guna memikirkan sesuatu yang baru, ataupun mencoba yang baru. Tahukah Anda bahwa Thomas Alva Edison tidak berhenti berusaha untuk memikirkan cara yang lebih baik dari eksperimen sebelumnya sampai puluhan kali sebelum akhirnya ia menemukan lampu pijar? Bayangkan apa yang akan terjadi jika pada kegagalan pertama, Edison malas berpikir untuk mengasah kreativitasnya dan melanjutkan ke eksperimen-eksperimen berikutnya?

Kesalahan 5: Birokrasi
“Saya bosan menyampaikan ide lagi. Ide saya yang enam bulan lalu saya sampaikan, belum ada kabarnya apakah diterima atau tidak?” Seringkali karyawan atau pelanggan mengeluh karena ide atau usulan mereka tidak ditanggapi. Hal ini bisa saja terjadi karena proses pengambilan keputusan yang lama, atau karena proses birokrasi yang terlalu berliku-liku. Kondisi seperti ini sering mematahkan semangat orang untuk berkreasi ataupun menyampaikan ide dan usulan perbaikan.
Biasanya semakin besar organisasi, semakin panjang proses birokrasi, sehingga masalah yang terjadi di lapangan tidak bisa langsung terdeteksi oleh top management karena harus melewati rantai birokrasi yang panjang. Belajar dari pengalaman dan hasil studi di bidang manajemen, banyak organisasi dunia yang sekarang memecah diri menjadi unit-unit bisnis yang lebih kecil untuk memperpendek birokrasi agar bisa lebih gesit dalam berkreasi menampilkan ide-ide segar bagi para pelanggan ataupun dalam kecepatan mendapatkan solusi.
Kesalahan 6: Terpaku pada masalah
Masalah seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan. Tetapi bukan berarti usaha kita untuk memperbaiki ataupun mengatasi masalah tersebut harus terhenti. Justru dengan adanya masalah, kita merasa terdorong untuk memacu kreativitas agar dapat menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif. Tahukah Anda bahwa Colonel Sanders menghadapi kesulitan dalam menjual resep ayam goreng tepungnya? Namun, ia tidak terpaku pada kesulitan tersebut, ia memanfaatkan kreativitasnya sampai akhirnya ia mendapat ide untuk menggunakan sendiri resep tersebut dengan mendirikan restoran cepat saji dengan menu utama ayam goreng tepung. Idenya ini terbukti manjur membukukan suksesnya sebagai salah satu pebisnis waralaba terbesar di dunia.
Kesalahan 7: “Stereotyping”
Lingkungan dan budaya sekitar kita yang membentuk opini atau pendapat umum terhadap sesuatu (stereotyping) bisa juga menjadi hambatan dalam berpikir kreatif. Misalnya saja pada zaman Kartini, masyarakat menganggap bahwa sudah sewajarnyalah jika wanita tinggal di rumah saja, tidak perlu pendidikan tinggi, dan hanya bertugas untuk melayani keluarga saja, tidak usah berkarir di luar rumah. Apa jadinya jika wanita-wanita hebat seperti Kartini, Dewi Sartika, Tjut Njak Dhien menerima saja semua pandangan umum yang berlaku di masyarakat saat itu? Mungkin Indonesia tidak akan pernah menikmati jasa yang diperkaya oleh keterlibatan para wanita profesional, misalnya: mendapatkan layanan dokter wanita, menikmati kreasi arsitek dan seniman wanita, mendapatkan hasil didikan guru wanita, mengirim diplomat wanita sebagai duta Indonesia, atau bahkan dipimpin oleh seorang presiden direktur, bahkan presiden (pimpinan negara) wanita. Kreativitas memang masih harus ditunjang dengan senjata sukses lainnya. Tetapi, orang yang memiliki dan bisa mengoptimalkan kreativitas mereka bisa menggeser mereka yang tidak memanfaatkan kreativitas mereka. Lalu, bagaimana jika Anda mengalami hambatan untuk mengoptimalkan kreativitas Anda? Tidak perlu panik. Kenali hambatannya, atasi, dan ambil tindakan untuk mengasah kembali kreativitas Anda. Kreativitas itu ibarat sebuah intan, semakin diasah semakin berkilau. Jadi sudah siapkah Anda untuk membuat kreativitas Anda agar semakin berkilau?

Karyawan Kreatif
Widya – Majalah TIARA
Berapa banyak karyawan atau rekan Anda di kantor yang kreatif? Bagaimana tabiat mereka? Eksentrik? Ugal-ugalan? Bagaimana kualitas kerja mereka? Apa pun kata orang, sesungguhnya setiap eksekutif sadar, kreativitas adalah sesuatu yang jarang dan karenanya orang kreatif perlu dihargai. Tapi toh masih sedikit bos yang tahu bagaimana memahami karyawan kreatif. Misalnya, bagaimana cara memotivasi mereka, apa yang membuat mereka tertekan, sekaligus bagaimana agar mereka berfungsi.
Rasanya tidak cukup pengetahuan tentang bagaimana menemukan karyawan tidak kreatif dan cara mendorong mereka agar bekerja lebih kreatif. Ada berbagai macam cara untuk kreatif. Dan untuk itu tidak perlu selalu harus punya gagasan baru.
Dr. Harvey C. Lehman yang pernah meneliti sejumlah orang kreatif mengatakan, kebanyakan orang memang mengira kreatif merupakan faktor bawaan dan hanya dilihat sebagai cara pemecahan masalah. “Padahal, kreatif lebih merupakan latihan menghadapi masalah atau tantangan mental,” kata dokter itu.
Lebih jauh Dr. Lehman mengungkapkan, pada dasarnya ada tiga jenis orang kreatif. Yaitu mereka yang melakukan kreativitas, mereka yang menampilkan gagasan dan hal-hal baru, dan mereka yang merancang kembali gagasan serta hal-hal lama berikut menempatkannya ke dalam perspektif baru.
Menurut Dr. Lehman, orang kreatif bisa ditemui di setiap perusahaan. Khususnya mereka yang berkecimpung dalam bidang media massa, periklanan, public relations, pengembangan produk dan pemasaran, laboratorium pengembangan, penelitian dan menulis pidato. Namun tak berarti, di luar bidang itu, tak ada orang kreatif. Sebab menurut Dr. Lehman, banyak juga ditemukan orang keratif di bagian penjualan maupun di kalangan eksekutif.
Masalahnya, kata Dr. Lehman, adalah bagaimana bos, atau pimpinan perusahaan bisa memahami mereka. Sebab, karyawan kreatif biasanya membutuhkan pendidikan khusus. Sehingga seorang bos harus tahu kapan dan bagaimana mendekati mereka. Tapi, jangan sampai mereka merasa dibodohi. Apalagi, umumnya mereka memang penuh kerahasiaan di samping sanggup mengesampingkan obyektivitas dan menutupi persepsi perusahaan.

MITOS ORANG KREATIF
Dr. Lehman mengakui, banyak mitos tentang kreativitas. Misalnya, anggapan bahwa orang kreatif ditemukan di antara mereka yang kepandaiannya rata-rata saja. Atau orang kreatif adalah orang biasa dengan bakat luar biasa. Sehingga banyak orang mengira, semua cendekiawan, artis, musisi dan kaum terpelajar adalah orang-orang kreatif. Atau misalnya, orang kreatif adalah para senior dan berusia lebih tua. Ini jelas salah.
“Potensi kreatif sesungguhnya ada pada setiap orang,” ujar Dr. Lehman tadi. Ibu rumah tangga misalnya, dapat disebut kreatif kalau dia dapat menemukan cara baru dalam mengelola pekerjaannya. Dan yang pasti, penelitian Dr. Lehman tadi juga memperlihatkan, kreativitas seseorang meningkat pada awal masa dewasa, kemudian menurun secara perlahan setelah mencapai batas awal maksimum.
Mitos-mitos tentang orang kreatif tak hanya berhenti di situ. Misalnya, masih ada anggapan orang kreatif cenderung tidak disiplin dan tidak teratur. Menurut Dr. Lehman, mitos ini tidak benar, sebab pada kenyataannya orang kreatif sangat teratur dan disiplin. Mungkin memang penampilan fisik mereka tidak teratur, namun pemikiran mereka biasanya sangat rapi dan terencana.
Mitos yang lain lagi, misalnya, anggapan bahwa orang kreatif harus sendirian untuk mendapatkan inspirasi. “Orang-orang kreatif sama saja dengan orang lain, mereka pada suatu saat juga membutuhkan kesendirian,” kata Dr. Lehman. Tapi diakuinya, mereka memiliki disiplin kerja. Untuk itu tidak perlu menunggu sampai datang inspirasi. Datangnya inspirasi sangat jarang dan bahkan mungkin tidak muncul sama sekali. Maka menunggu berarti tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya.
Yang pasti, kreativitas tidak muncul secara tiba-tiba, begitu kata Dr. Lehman. Kreativitas merupakan hasil kerja keras. Untuk memperoleh suatu penemuan, seseorang butuh persiapan besar dan disiplin mental. Karya-karya besar biasanya muncul sebagai hasil latihan rutin dan terus-menerus. Kalau kemudian mereka nampak berbeda dari yang lain, itu karena ada beberapa alasan. Antara lain orang-orang kreatif, karena kelebihannya, sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan sehingga agak sulit merekrut dan mempertahankan mereka.
Selain itu, orang kreatif seringkali berada pada kondisi terbaik mereka ketika menentang peraturan. Seperti memperluas atau mengabaikan policy, menyalahartikan atau mengabaikan instruksi. Karena itu tak usah kaget, bila orang-orang yang kreatif seringkali juga bentrok soal pekerjaan dengan lainnya, terutama dengan mereka yang kurang kreatif.
Juga jangan kaget, bila mereka yang kreatif biasanya juga memberikan respon berbeda terhadap kritik, motivasi, kepemimpinan, pujian, dan pendekatan lain yang dilakukan atasan; sementara karyawan lain yang kurang kreatif menerima begitu saja.
Mereka yang kreatif kadang-kadang mengalami gap dalam hal pengetahuan dan penerimaan terhadap keunikan pribadi, sebab orang lain sulit memahami. Oleh karena itu, dalam situasi tertentu mereka yang kreatif menjadi sumber konflik di antara karyawan.

CIPTAKAN SUASANA KONDUSIF
Lalu bagaimana cara merangsang kreativitas? Resep diberikan oleh Dr. Jules D. Porsche dari Chicago. Porsche menekankan perlunya memberikan sedikit tekanan terhadap orang-orang kreatif untuk mendisiplinkan mereka. Tapi seberapa besarnya tekanan itu, sangat tergantung situasinya. Untuk pekerjaan berjangka pendek, supaya karyawan terangsang kreativitasnya, mungkin mereka perlu diberi sejumlah tekanan dan ketegangan dengan ukuran sedang. Namun, untuk tujuan berjangka panjang, bila tekanan dan ketegangan ditingkatkan justru akan membuat frustasi.
Untuk merangsang kreativitas perlu diciptakan keadaan yang memungkinkan berkembang gagasan-gagasan baru. Orang kreatif, menurut Porsche, juga selalu butuh dimotivasi. Suasana yang menimbulkan ketakutan perlu dihindarkan, sebab akan membuat mereka tertahan dan hanya berani melakukan hal-hal yang dirasa aman. Dengan demikian usaha-usaha mencari dan menciptakan kreativitas terhenti.
Orang-orang kreatif perlu diyakinkan bahwa hasil karya mereka memang dibutuhkan. Tambahan lagi, mereka perlu mengenali kebutuhan dari produk yang dihasilkan. Semua ini akan merangsang menjadi kreatif. Lebih-lebih bila dapat diyakinkan bahwa mereka sanggup memahami tugas yang harus diselesaikan. Maka pendefinisian masalah secara tepat harus diberikan kepada mereka.
Ada satu segi yang tak dapat ditinggalkan dalam mengelola orang-orang kreatif, ada beberapa hal seperti berikut ini yang penting diperhatikan.
Memberikan tujuan yang jelas serta mengarahkan tekanan pada tujuan tersebut. Tekanan di sini bukan berarti kekuatan yang membuat mereka tertekan. Orang-orang kreatif seringkali bekerja dengan permulaan dan kondisi terbaik. Bila tidak, biasanya selalu ada ruang gerak bagi mereka untuk bekerja. Karena itu pembatasan waktu yang diberikan akan membantu meyakinkan tentang urgensinya.
Mempertahankan hubungan yang telah terjalin, dan menciptakan hubungan yang hangat. Ini akan mendukung kreativitas. Seorang eksekutif diharapkan selain dapat berkomunikasi dengan mereka yang kreatif, juga memberikan kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri. Sikap simpatik diperlukan. Juga kesediaan mendengarkan dan memberikan komentar secukupnya untuk membantu mereka mengambil kesimpulan sendiri.
Memberikan kritik konstruktif dan pujian. Sebab orang-orang kreatif sangat haus akan evaluasi terhadap usaha mereka. Ada beberapa cara menunjukkan perhatian kepada mereka. Antara lain dengan berbicara secara informal dari waktu ke waktu.
Membela mereka terhadap serangan orang lain. Pembelaan ini berkaitan dengan kelemahan yang umumnya dimiliki orang-orang kreatif. Seperti sering terlambat masuk kerja atau malah absen. Mereka juga sering tidak sabar menghadapi orang lain. Pembelaan diperlukan karena kebiasaan mereka yang tidak teratur itu biasanya berkaitan dengan usahanya meningkatkan diri. Sedang ketidaksabaran menghadapi orang lain bukan disebabkan sentimen pribadi, melainkan karena cara kerja yang berbeda. Terhadap atasan mereka juga bisa menjadi tidak sabar kalau kebutuhan akan evaluasi gagasan dan hasil kerja tidak segera diperolehnya.
Menghargai aktivitas mereka di luar perusahaan. Pada dasarnya orang-orang kreatif tidak puas hanya berada di dalam lingkungan perusahaan. Namun kalau memang aktivitas di luar perusahaan telah mengganggu pekerjaan, tentu saja perlu dibatasi. Orang-orang kreatif membutuhkan arahan khusus, yaitu dengan gaya kepemimpinan antara tidak tegas dan tidak terlalu membebaskan.
Memberikan toleransi terhadap kegagalan. Sebab tidak semua gagasan yang muncul baik. Dan yang pasti, bagi orang kreatif kegagalan berarti langkah menuju sukses. Mereka juga membutuhkan toleransi terhadap kelemahan pribadi yang tidak membahayakan.
Daftar perlakuan terhadap orang-orang kreatif ini dapat diperpanjang lagi, kata Porsche, kalau kita ingin berhasil mengelola mereka. Misalnya, dengan memberikan waktu kepada mereka untuk sendirian, supaya dapat berkonsentrasi penuh. Juga membuat mereka merasa aman agar dapat mencapai kepercayaan diri maksimum, mengingat tidak ada orang kreatif yang dapat berfungsi bila merasa takut dan tidak aman. Atau, memberikan pengakuan terhadap kreativitas, karena mereka senang bila merasa menjadi orang istimewa dan seterusnya.

KIAT MENJADI ORANG KREATIF
Tapi barangkali juga menjadi tanda tanya, bagaimana bisa menjadi kreatif. Adalah Porsche juga yang punya jawabannya. Dalam proses pengembangannya. Dalam proses pengembangan berpikir kreatif, menurut doktor ini, ada empat tahap yang perlu dilalui.
Persiapan. Dalam tahap ini mulai dilihat apa masalah ataupun tantangan mental yang ada. Untuk ini dapat digunakan pendekatan formal melalui penyelidikan panjang ataupun banyak diskusi. Dapat juga dengan kesadaran mental umum, seperti pengetahuan tentang keahlian tertentu, tentang suatu proyek ataupun organisasi. Bagi seorang manajer, latar belakang dan pengalaman menjadi modal yang baik untuk pemecahan masalah kreatif.
Inkubasi. Ini merupakan tahap pikiran sedang tidak aktif, tapi sebenarnya semua kemungkinan sedang dipindahkan ke alam bawah sadar. Biasanya kita tidak menyadari apa yang sedang terjadi di dalam pikiran kita, karena kita mungkin sedang terlibat dalam suatu aktivitas. Kesabaran dibutuhkan di sini.
Iluminasi. Pada tahap ini dalam pikiran muncul gagasan baik yang mungkin menjadi dasar pemecahan masalah, atau suatu pandangan baru yang dibutuhkan untuk membuka wawasan. Adakalanya gagasan yang diharapkan muncul dalam tahap ini.
Verifikasi. Tahap terakhir dalam proses menjadi kreatif adalah verifikasi. Yaitu tahap penyaringan gagasan dan menentukan apakah gagasan dapat dilakukan. Pada tahap ini kita melakukan penilaian dan mengambil keputusan.
Namun, untuk menjadi kreatif, kata Porsche, ada hambatan yang sifatnya psikologis dan perseptual. Hambatan psikologis muncul karena merasa bijaksana kalau tetap melakukan hal-hal rutin yang telah biasa. Sudah menjadi keharusan, dalam memunculkan gagasan-gagasan baru memang mesti menebalkan telinga terutama terhadap penolakan lingkungan. Kesiapan tidak hanya dalam ‘bertelinga tebal’ saja, tapi juga status yang ikut terancam.
“Hambatan yang bersifat perseptual dapat muncul karena pada dasarnya kita telah memiliki kerangka berpikir tertentu,” ujarnya. Kerangka berpikir ini dapat menghambat pandangan kita terhadap sisi lain suatu masalah. Kerangka berpikir yang salah sudah pasti tak dapat dibiarkan, karena menghambat berpikir kreatif. Sebab kesuksesan juga ditentukan oleh kemampuan mengganti kerangka berpikir yang biasa dan menemukan cara berpikir yang terbaik, terpendek dan termurah.

LALU BAGAIMANA CARA MENGATASI HAMBATAN TERSEBUT ?
“Untuk mengatasi hambatan diperlukan waktu, dedikasi, kesanggupan menebalkan telinga, dan menerima kekalahan,” katanya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Antara lain melihat masalah dari sisi yang sebaliknya. Misalnya, jika semula dilihat secara horisontal, lihatlah secara vertikal. Diperlukan pula kesanggupan menentang asumsi diri sendiri untuk mendapatkan gagasan yang terbaik.
Perlu juga dilakukan analisa per bagian atau terhadap teknik yang usang. Bagian mana yang perlu diubah; ukurannya, warnanya, waktunya, bentuknya, dan seterusnya. Kalau sudah diketahui apa masalahnya, kerangka berpikir dapat mulai diubah dengan jalan merancangnya kembali. Untuk ini dapat diuji dengan pertanyaan: dapatkah kita memisahkan elemen-elemen yang sekarang bersatu? Dapatkah mengumpulkan kembali elemen tertentu dan memasangkannya pada kerangka baru? Melakukan hal-hal yang aneh dan gila juga perlu, karena hasilnya seringkali di luar dugaan. (o)


Responses

  1. Wah…tulisan kamu sangat membuka wawasanku dan pikiranku jadi lebih terbuka….
    Thanks ya…..
    Eh ….artikel ini boleh aku link ke websiteku ga….?
    Visit—> http://www.konsultan-arsitektur.com/

  2. silah kan… aku akan sanagt terbuka jika kita saling berbagi artikel…


Categories

%d bloggers like this: